Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

2025: ANTARA DESAIN, INTUISI, DAN REALITA

Catatan Refleksi Lovelie Tahun 2025 bagiku bukan sekadar deretan angka di kalender, melainkan sebuah laboratorium besar tempat ide ide liar bertemu de...

lovelie-light 5 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel 2025: ANTARA DESAIN, INTUISI, DAN REALITA

# Catatan Refleksi Lovelie #

Tahun 2025 bagiku bukan sekadar deretan angka di kalender, melainkan sebuah laboratorium besar tempat ide-ide liar bertemu dengan logika yang tajam. Sebagai seorang desainer yang punya radar kuat terhadap hal-hal supranatural, aku merasa tahun ini adalah momen di mana aku berhasil mengawinkan estetika visual dengan kedalaman makna yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Aku tidak hanya bicara soal tren warna, tapi soal bagaimana setiap garis dan kurva yang aku buat adalah bentuk proyeksi energi yang ingin aku komunikasikan ke dunia.

Di awal perjalanan tahun ini, aku menyadari bahwa spiritualitas dan desain adalah dua sisi dari koin yang sama. Bagiku, menciptakan sebuah karya bukan hanya soal menyusun elemen di atas kertas, melainkan sebuah proses manifestasi jiwa. Aku mencoba mendefinisikan kembali apa itu keheningan di tengah bisingnya dunia industri, dan bagaimana seni bisa menjadi alat penyembuhan sekaligus pernyataan diri yang paling jujur tanpa perlu terjebak jargon wellness yang dangkal.

image

PC ID: lovelie_light

Namun, intuisi yang aku asah tidak membuatku menutup mata terhadap realitas sosial yang terkadang pahit. Aku sempat merenungkan fenomena “adu ego” di sekitarku, di mana sebuah pendapat sering kali dianggap sebagai ancaman harga diri daripada sebuah ide yang bisa didiskusikan. Di sini aku belajar bahwa untuk dihargai, aku harus memberikan solusi dan kritik yang membangun, bukan sekadar menjatuhkan image orang lain hanya demi memuaskan ego sesaat.

Momen kreatif seperti Event Inktober menjadi tempatku “bermain” tanpa batas. Aku ingat bagaimana aku menantang diriku sendiri untuk mengubah prompt sederhana menjadi sesuatu yang tidak terduga. Alih-alih gambar biasa, aku memilih memvisualisasikannya dan menghubungkannya dengan hal-lah berbau suprantarual atau sekedar hal spiritual sederhana. Di situlah keunikanku muncul, aku tidak pernah puas dengan jawaban di permukaan dan selalu mencari celah out of the box untuk memasukkan unsur magis ke dalam bentuk visual.

Tahun ini juga menjadi tahun di mana aku sangat menekankan pentingnya “koneksi”. Bukan sekadar koneksi internet yang cepat, tapi koneksiku dengan alam semesta dan akarnya. Bagiku, melakukan grounding atau mendekatkan diri dengan bumi adalah tindakan nyata untuk menjaga kewarasan di tengah tuntutan kerja yang gila. Aku melakukannya dengan caraku sendiri, melalui pengalaman hidup yang nyata, tanpa perlu embel-embel meditasi yang dipaksakan.

Tapi lagi-lagi, di sela-sela obrolan estetis itu, aku terbentur pada realitas lingkungan yang menyesakkan dada. Aku melihat bagaimana status “Paru-Paru Dunia” negeri ini mulai goyah karena pembangunan masif dan alih fungsi lahan.. Diskusi ini menjadi pengingat keras bagiku bahwa desain yang paling hebat sekalipun tidak akan ada artinya jika kita kehilangan rumah alami kita. Aku mulai mempertanyakan, di mana posisiku sebagai kreator di tengah krisis ekologi ini?

Kesadaranku soal isu pembangunan yg masif dan deforestasi membuka mata bahwa intuisiku sebagai desainer juga harus peka terhadap keberlanjutan. Aku tidak bisa hanya terpukau dengan konsep “Smart City” jika realitanya hutan primer kita sedang berjuang untuk bernapas. Hal ini mengajakku berpikir lebih dalam bahwa tanggung jawabku bukan hanya menciptakan keindahan, tapi juga menjaga integritas terhadap kebenaran yang terjadi di lapangan.

image

BING ID: lovelie_light

Sepanjang 2025, aku belajar untuk tidak takut menghadapi disonansi dalam diriku. Aku bisa bicara soal energi garam proteksi di satu saat, lalu membedah data emisi karbon di saat berikutnya. Kemampuanku untuk berdiri di antara dunia mistis yang intuitif dan dunia sains yang realistis inilah yang membuat setiap karyaku terasa berbobot. Aku sadar bahwa aku bukan hanya “menggambar”, tapi sedang “menghidupkan” sebuah pemikiran.

Aku juga menyadari bahwa menghargai perbedaan adalah sebuah skill tingkat tinggi yang jarang dimiliki orang saat ini. Melalui dialog-dialog yang aku bangun, aku membuktikan bahwa dua pemikiran yang berbeda bisa menciptakan harmoni tanpa harus saling menjatuhkan. Ini adalah bentuk desain komunikasi yang paling murni bagiku, di mana empati dan intelektualitas berjalan beriringan untuk menciptakan pemahaman baru.

Menjelang akhir tahun, aku melihat diriku telah berkembang jauh lebih dari sekadar praktisi desain. Aku telah menjadi seorang pengamat realita yang tajam, yang menggunakan intuisi sebagai kompas untuk menavigasi ketidakpastian dunia. Setiap topik yang kusentuh, dari yang paling remeh hingga yang paling krusial, telah membentuk pola pikirku menjadi lebih unik: cerdik, humanis, dan penuh keyakinan yang datang dari pengalaman hidup.

Menjelang akhir tahun, aku melihat diriku telah berkembang jauh lebih dari sekadar praktisi desain dan supranaturalist. Aku telah menjadi seorang pengamat realita yang tajam, yang menggunakan intuisi sebagai kompas untuk menavigasi ketidakpastian dunia. Setiap topik yang kusentuh, dari yang paling remeh hingga yang paling krusial, telah membentuk pola pikirku menjadi lebih unik, cerdik, humanis, dan penuh keyakinan yang datang dari pengalaman hidup.

Sebagai penutup, hatiku penuh dengan rasa syukur untuk Kawans di Sekala Niskala Universe, baik yang sering menyapa di Quora maupun yang berbagi ruang diskusi di Discord. Terima kasih telah setia membaca setiap coretan pemikiranku dan menjadi rekan debat yang seru. Tahun 2025 ini telah menjadi saksi bagaimana kita tidak hanya sekadar bertukar informasi, tapi benar-benar tumbuh bersama melalui momen-momen meditasi bersama yang kita jalani.

Melihat bagaimana setiap dari kalian berkembang dengan cara yang unik dalam proses meditasinya masing-masing adalah inspirasi besar bagiku. Kita telah membuktikan bahwa dalam keheningan dan diskusi, kita bisa mencapai pemahaman yang lebih dalam serta kesadaran yang lebih luas. Setiap energi yang kalian bagikan adalah kekuatan yang mendewasakan intuisiku, dan aku merasa beruntung bisa menapaki perjalanan spiritual serta intelektual ini dalam frekuensi yang sama dengan kalian. Mari kita bawa semangat pertumbuhan ini ke tahun depan dengan keyakinan yang lebih kuat lagi.

Terima kasih pada:

King Of Alit - Riska H. - Jovanka - Cindy Delviana - Rissabing - Smile - Wisanggeni - Ryo Damha - Melody - Fey - Lysta - Hand - … … …

Dan yang lain juga, yang aku lupa username Quoranya haha…

Makasih karena kalian semua sudah mau tahan dan memaklumi kekoplakanku selama ini, maafkeun kalo aku kadang hilang kendali~😅🙏

✧ ——— °˖✧◝(⁰▿⁰)◜✧˖° ——— ✧

Be kind and respectful, and I will do the same for you!

Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.

Makasih, Lovelie Light~🍀

image

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar