Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

Ajakan untuk transfer rasa.

Kawans Sekala Niskala, jadi beberapa hari lalu ada kegiatan Road Trip Sekala Niskala. Ada satu kepentingan dan kebutuhan, yang bikin Road Trip menjadi...

lovelie-light 3 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel Ajakan untuk transfer rasa.

Kawans Sekala Niskala, jadi beberapa hari lalu ada kegiatan Road Trip Sekala Niskala. Ada satu kepentingan dan kebutuhan, yang bikin Road Trip menjadi sebuah solusi yang menarik untuk banyak hal.

Kepentingan apakah itu ? Biar nanti jadi surprise aja..

Tapi kali ini yang mau diceritakan dan dishare adalah perjalanannya, dan apa yang dilewati melalui perjalanan tersebut, hingga sampai di penghujung kesimpulan mengenai sebuah transfer rasa.

Jadi roadtripnya adalah mengunjungi beberapa teman-teman Sekala Niskala, di rumahnya (karena ada kepentingan dan kebutuhan tadi). Sementara ini Roadtrip baru bisa dilakukan dengan lokasi yang terbatas dulu, alias nggak jauh-jauh. Journey dimulai dari Jakarta, ditemani si bontot paling kecil Cindy Delviana , dan istriku yang pengen ikut jalan-jalan juga. Bertiga kita jalan dari Jakarta.

Pemberhentian pertama di area Jakarta Selatan sebentar, mengunjungi tempat seorang Kawan Sekala Niskala di area tersebut. Sayangnya karena kebetulan Roadtrip ini sengaja diadakan mendadak dan tanpa pemberitahuan, jadi Kawan Sekala Niskala ini tidak siap, jadi sudah terlanjur ada acara. Perjumpaan hanya sebentar saja, dan Road Trip pun berlanjut.

Pemberhentian berikutnya adalah kota Bekasi, mengunjungi salah seorang Kawan Sekala Niskala di area itu. Kebetulan Kawan yang ini ketika dihubungi mendadak, sudah pergi dari rumah karena keperluan tertentu, jadi tidak bisa berjumpa dan kami titipkan oleh-oleh saja dari Sekala Niskala sebagai penanda kunjungan kami.

Roadtrip pun berlanjut menuju ke luar kota, menuju sebuah kota besar di Jawa Barat. Rencananya di sana kami mengunjungi 3 Kawan Sekala Niskala yang tinggal di sana satu per satu, tetapi ketika dihubungi, mereka malah bernisiatif mau kumpul aja di sebuah tempat dan ketemu di sana. Senangnya…perjalanan kami dimudahkan dan dilancarkan, sehingga hanya cukup mengunjungi satu tempat dan bisa sekaligus bertemu semuanya di sana.

Pertemuan pun dilaksanakan, ada yang datang sendiri, ada yang bersama keluarga, tapi semuanya happy dan senang dengan ngobrol-ngobrolnya.

Semoga saja semua yang sedang kami rencanakan dan akan dilaksanakan bersama-sama ini mendapatkan restu dan dukungan dari Semesta.

Amin..


Setelah cerita pendek yang hanya cerita deskriptif di atas, tanpa konfilik, tanpa sisi menarik yang diceritakan dan tanpa tambahan embel-embel cerita sampingan, yang ingin dishare di siang hari ini adalah tentang sebuah transfer rasa.

Sebuah hukum timbal balik atau tabur tuainya berbunyi, apa yang kamu berikan akan kembali lagi kepada dirimu. Kali ini, kami di Sekala Niskala mencoba untuk memberikan sesuatu yang tanpa wujud, tidak ada wujud real nya di dunia nyata, yaitu transfer dari rasa.

Pertemuan pendek dari Kawan-kawan Sekala Niskala yang diadakan di sebuah Cafe, di kota itu, bikin semuanya bisa senyum, bertukar cerita, tukar jokes, serta menikmati siang yang diguyur hujan sebentar. Dan yakin, bahwa setelah pulang dan kembali ke rumah masing-masingpun, masih ada rasa yang terbawa. Masih ada sisi cerita bahagia dan candaan yang teringat sampai di rumah.

Nanti di rumah, rasa yang sama akan dibagikan kepada orang lain, entah itu anggota keluarga lain, teman, ataupun saudara. Dengan intensitas tertentu, dan kemudian dari situ akan terbagi-bagi lagi, terus saja berputar lagi ke beberapa orang lagi.

Ini sebuah transfer rasa yang diberikan, bukan dari satu orang kepada yang lain, tetapi saling sinergi dan tukar menukar. Ketika terasa dan sampai “rasa” nya, akan semakin menggulung dan semakin bertambah volumenya. Untuk nanti kembali lagi ke diri sendiri sebagai sebuah hukum tabur tuai.

Sebenarnya metode ini sudah sering kami lakukan dalam Kelas Meditasi Advance, sebuah transfer rasa dengan tugas “bikin orang lain senang”. Sesederhana itu tugasnya, sama seperti tugas di kehidupan ini, bikin orang lain senang, sampai dia benar merasakan happiness nya. Ketika sudah terasa, maka rasa itu akan kembali lagi kepada diri ini.

Semoga bisa semakin berputar rasanya dan semakin menguatkan koneksi.

Cheers,

Note : teman-teman yang ketemuan mau di-tag..tapi ragu-ragu, takut nggak nyaman. Biar lah yang mau bisa tag dirinya sendiri di comment..eaaaaa..😛😛😛

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar