Film ini di produksi oleh Rapi Films, Sky Media, dan Legacy Pictures. Kemudian di Sutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, dan Penulis Lele Laila yang udah terbiasa emang nulis buat beberapa film Horor Indonesia yang sebelumnya aku tonton di acara NOBAR SNU.

Tapi sebelum aku lanjutin ngomongin SIJJIN (2023) ini aku mau cerita sedikit soal Film aslinya. Yaa film SIJJIN (2023) ini adalah adaptasi (atau remake) resmi dari franchise film horor terkenal asal Turki yang berjudul Siccin.
Produser Indonesia memang mengambil lisensi dan berusaha melokalkan ceritanya, misalnya dengan latar di Indonesia dan mengganti istilah sihirnya dengan santet. Tapi, struktur cerita intinya tetap merujuk pada versi aslinya.
Kenapa aku sebut dengan “UNIVERSE SIJJIN”? Karena di Turki Sendiri, Film ini sudah sampai ke SICCIN 8 yang ditayangkan juga di Bioskop Indonesia tahun 2025 ini. Di negara asalnya, Turki, film Siccin ini termasuk box office dan sudah punya banyak sekuel. Sampai saat ini, film aslinya sudah memiliki 8 seri film yang dirilis berturut-turut:
- Siccin 1 (2014)
- Siccin 2 (2015)
- Siccin 3: Cürmü Aşk (2016)
- Siccin 4 (2017)
- Siccin 5 (2018)
- Siccin 6 (2019)
- Siccin 7 (2024)
- Siccin 8 (2025)
Setiap sekuel ini biasanya punya plot cerita yang berbeda-beda, tapi benang merahnya selalu tentang ilmu hitam, sihir, dan gangguan supranatural yang mengerikan.

Jangan cuma liat posternya, cobain deh nonton film Siccin versi originalnya, itu beneran berasa ngerinya sih… mungkin karena adanya kesamaan budaya—kepercayaan yang mempengaruhi rasa itu ya, dan gimana mereka menyelesaikan masalah sihir juga mirip ama gimana kita disini menyelesaikannya, dair mulai ritualnya, kemudian “mantra” atau bacaanya bisa di bilang mirip.
Untuk SICCIN sendiri aku baru nonton sama Film ke-6, sementara yg ke 7 dan 8 belum, nanti mukin aku cari dulu film nya kalo ada 🤭😁🎬
OKE, SEKARANG BARU BERGESER KE — SIJJIN (2023)
Aku nonton ini karena habis nonton film ini “KITAB SIJJIN DAN ILLIYYIN” (2025) barengan sama temen-temen di SEKALA NISKALA UNIVERSE (SNU) , makanya tergerak “owh, gua kudu nonton Sijjin tahun 2023 nih kalo film ke-2nya se keren ini”, maka NOBAR Dadakanlah kami dan ini lah ulasanku tentan SIJJIN (2023), cekidot yaaa….
Di awal film udah di tunjukkan tentang premis yang cuku gelap, yaitu Cinta terlarang dan obsesi yang fatal.
Fokus cerita adalah Irma (Anggika Bölsterli), seorang perempuan yang terobsesi pada sepupu sekaligus iparnya sendiri, Galang (Ibrahim Risyad).
Irma tidak bisa menerima kenyataan bahwa Galang yang sebelumnya adalah kekasih Irma bahagia dengan istrinya, Nisa (Niken Anjani), dan anak mereka Sofia (Messi Gusti) yang memiliki kekurangan tidak bisa melihat. Didorong oleh rasa cemburu dan posesif yang membakar, Irma memutuskan jalan yang paling ekstrem, yaitu menggunakan ilmu hitam (santet), untuk mengambil apa yang dia mau, terlebih lagi Irma kehilangan bayi yang dikandungnya saat meminta pertanggun jawaban Galang.
Irma mendatangi seorang dukun yang dikenal sangat kuat. Dukun tersebut setuju untuk mengirimkan santet mematikan kepada Nisa dan keluarga Galang, namun dengan satu syarat yang mengerikan, di mana ritual ini harus dilakukan selama lima malam berturut-turut di waktu-waktu yang telah ditentukan. Sejak santet dilancarkan, hidup Nisa dan keluarganya berubah menjadi neraka. Teror bukan hanya datang dari serangan fisik yang tidak bisa dijelaskan (penyakit misterius, kecelakaan), tapi juga serangan spiritual yang ekstrem. Rumah mereka diserang oleh gangguan gaib yang sangat brutal dan visual yang distorsif.

Seiring berjalannya lima malam, karma dan hukum alam bekerja. Teror yang awalnya ditujukan pada Nisa mulai berbalik menyerang Irma dan keluarganya sendiri. Film ini secara cerdik menunjukkan bahwa ketika manusia bermain dengan kekuatan kegelapan, terkadang yang membayar bukan hanya target, tapi juga si pelaku dan orang-orang tak bersalah di sekitarnya.
Di sini part paoporit aku, ketika hukum alam mengambil alih kehendak manusia, dan menghempaskannya ke dinding terus menjadikannya senjata makan tuan wkwkwkwkwkkw…. 🤪 Kadang aku amaze mereka yang bikin film tuh kadang bisa dengan santainya nunjukin ke orang-orang bagaimana dimensi gaib dan kekuatan gaib bekerja di haluannya sendiri, gak perduli apa dan siapa, akhirnya semua kena libas, makanya kenapa mereka yg gak tau apa-apa biasanya cuma bisa bingung karena semuanya terasa aneh dan janggal, dan berfikir seolah-olah film ini menyesatkan. Sementara aku merasa seneng dengan cara mereka menggarap film modelan ini sesuai dengan konteks dan relate dengan kejadian aslinya yang jarang diketahui banyak orang awam~🥂✨
Yang paling bikin puas adalah kondisi KERASUKAN EXTREME wkwkwkwk…. ini relate banget, bukan sekedar kerasukan karena histeris atau orang caper yg kerasukan tapi masih rapih aja, kerasukan asli itu beneran aksi, gerakannya, ekspresinya, ‘make-up’nya…. sama hal nya kaya pas Dinda Kanyadewi kerasukan di film Kitab Sijjin & Illliyyin, momen kerasukannya cukup relate dengan apa yang pernah saya temui dan tangani di masa lalu… saat kerasukan dia yg datang dari kegelapan kemudian mengambil alih tubuh manusia kemudian dia menatapmu dari mata kemata dan menginguti semua doa yang kamu baca… DAMN… dat’s SWAG wkwkwkkkk… 🤣🤘
Tapi perlu aku infokan bahwa di film KITAB SIJJIN & ILLIYIN (2025) lebih relate dan lebih bagus adegan ruqyahnya ketimbang SIJJIN (2023), di film 2023 ini yg janggal dalam penggunaan doanya dan dzikirnya dimana sepengalaman aku doa yg dipakai itu kebanyakan malah doa proteksi, jadi harusnya dibaca sebelum demitnya merasuk, kalo udh masuk/kerasuka parah kek gitu biasanya ada doa ruqyah lain yg dibaca. Tapi di Sijjin yang 2025 adegan ini udah diperbaiki, berarti konsultan supranaturalnya sudah lebih paham dengan konsep ruqyah ini yg menjadi salah satu fokus utama di Universe Sijjin ini, selain Sihir dan Kerasukan.
Kemudian penggunaan ‘instrumen’ pendukung, kaya diselimuti kain, dipukul kayu, dilempar tasbih…. ini justru yg kudu di khawtirkan orang akan salah paham… karena benda2 itu, tools itu gak penting, gak adapun dalam proses ruqyah gak masalah. Karakter Pak Ustadz nya juga menurutku “kurang memiliki SIMA” jadi tidak nampak unbreakable nya… beda sama yang difilm Sijjin ke-2.

Manusia itu tetaplah manusia, ada sisi manusiawinya, dan itu akhirnya dimaklumi tanpa mengesampingkan karma dan hutang rasa. Walau yg kamu lakukan terkesan manusiawi ada manusia lain yg hak nya telah kamu hancurkan maka, manusiawinya tindakanmu tetap harus di perhitungkan setelah kamu merusak hak orang lain! Ini yang pingin di sampaikan film ini secara simple menurut aku.
Sama halnya kaya di film Kitab Sijjin & Illiyyin, aku gak bisa ngebela siapa-siapa, Koban dan pelaku Santet disini dipaksa buat bayar ‘hutang rasa’ mereka masing-masing dan jujur aku jadi berharap didunia nyata para perusak rumah tangga dan keluarga orang bisa berakhir naas kaya gini 🤭
Ini bukan soal kamu jadi takut beribadah atau enggak, tapi ini soal “MEMANG BEGITULAH CARA KERJA BANGSA JIN KEGELAPAN UNTUK MENGHANCURKAN KEYAKINAN MANUSIA PADA TUHANNYA!” dan jadi aneh kalo orang jadi takut ibadah cuma gegara nonton film horor, harusnyakan SEBALIKNYA, dengan ditunjukkan kemungkinan terburuk yang bisa dilakukan bangsa kegelapan pada manusia di film-film tipe ini, harusnya manusia MEMPERBAIKI cara dan kualitas ibadahnya, yakin sama ibadahnya, yakin sama perlindungan Tuhannya, jadilah kuat dan teguh dalam Iman agar tidak tergoyahkan cuma gegara nonton FILM. Iya khannnn~😁✨

Tapi, aku nemuin beberapa Penilaian Publik dan Kontroversi tentang Film ini yang mau aku ulas satu-satu yaa…
Pertama dari Pengamat Film dan Kritikus Film dulu nih, di mana para kritikus cenderung memberikan mixed reviews. Mereka memuji keberanian film ini mengangkat tema ilmu hitam/santet yang relatable dengan budaya lokal dan membandingkannya dengan horor-horor Asia yang lebih gelap.
Tapi, beberapa dari mereka merasa film ini terlalu mengandalkan jumpscare dan visual yang ekstrem (darah, penampakan yang gross) dibandingkan pengembangan karakter atau kedalaman plot psikologis yang kompleks.
Sementara para Fans merespon dengan antusias! Film ini sukses besar di box office (mencapai lebih dari 1,9 juta penonton).
Fans horor sangat menghargai film ini karena intensitasnya dan vibe horor kultus yang kuat, apalagi kebanyakan tau kalo film ini ini adaptasi dari franchise legendaris Turki “SICCIN”. Mereka menganggap Sijjin sebagai benchmark baru horor lokal yang berani.
Yg kocak adalah ada sekelompok orang yang ngotot bilang kalo gegara film modelan kaya gini bisa bikin Orang jadi Takut Beribadah ← jujur buat aku ini nonsense sih, selemah itukan keimanan kita, ini Film lho… sekedar film, yg semuanya di setting dengan tujuan hiburan. Masa iya langsung merubah keimanan seseorang?! 🙄😑
Buat aku sendiri, tipe film dengan base ilmu sihir/santet kek gini sebenernya udah banyak yaa, cuma SIJJIN (2023) ini bukan sekadar film horor biasa, tapi sebuah statement berani dari sinema lokal yang siap bermain di ranah horor yang lebih gelap, mendalam, dan visceral, apa lagi mengadaptasi dari Film Luar yang sebelumnya udah Booming duluan, dan itu bukan hal yg mudah untuk dilakukan lho… ngemeng dan komen doang mah gampang kan yaa…. berkarya itu yg susah! 😁🤭
Film ini sukses cukup sukse sih membuktikan bahwa obsesi manusia bisa menjadi energi destruktif yang jauh lebih menakutkan daripada makhluk-makhluk astral itu sendiri. Energi itu berhasil membuka gerbang UNIVERSE SIJJIN di Indonesia 😁, dan ini ngasih kita kesempatan buat ngeliat dan berhadapan langsung dengan gambaran kegelapan yang bukan hanya ada di alam gaib, tapi juga di hati terdalam manusia.
Luv’s Rate: 7✨

Review dari King Of Alit
Entah kenapa film ini gak punya adegan iconic yang bisa bikin teringat-ingat terus. Jadi meskipun sudah nonton, tapi gampang lupa sama filmnya, apalagi ceritanya. Ceritanya sebenernya bagus, tapi kurang pas aja misterinya, karena sudah bisa diduga dan ditebak dari sejak pertengahan film. Bukan berarti filmnya nggak bagus, garapan dan buatannya bagus kok,
Castnya juga oke kok, paling nggak, nggak ada complain signifikan buat cast nya. Ada sih complain kecil, tapi nggak terlalu signifikan, cuma perkara kakak beradik yang nggak mirip aja. Cuma nggak terlalu signifikan kan ? Soalnya ketutup sama aura dan ambience yg dibuat sama cast pemain utama wanita yang sukses bikin hawa obsesif dan terlalu aktif.
Dari 4 faktor yang menjadi benang merah universe Sijjin ini dengan film keduanya, yaitu perselingkuhan, santet, keluarga yang jauh dari agama dan rukyah, ini bikin universe ini jadi enak banget buat dibikin film-film berikutnya. Karena keempat tema ini relate semua dengan kehidupan dan banyak dijumpai di satu tempat. Kalo soal logika supranaturalnya, biar Teh Lovelie aja yang lebih detil bahasnya.
King’s Rate: 7.5/10 ✨

Review dari Teh Riska H.
Filmnya dibuka dengan cukup menarik, meskipun tidak seepic yg 2025.
Sejujurnya di film yang ini, daripada serem horornya, rasa kesel sama pemeran utama prianya justru lebih besar 🤣. Kayaa busett lu sebagai cowo ga ada gentle”nya dah. Katanya sayang ama istri tp marah” mulu. Lalu udah selingkuh tp kaga main aman malah sampe hamil. Udah kaya gtu main ninggalin aja. Tipe” buaya pada umumnya. 😒
Trus sama pemeran antagonis cewenya jg ga kalah keselnya. Lu kan dulu udah nanya ke dukun itu, klo cowo itu bagus atau engga untuk masa depan. Udah dapet jawabannya, eh masih ngeyel. Jadi nanaonan atuh kacape-cape nanya ke dukun. Trus sosoan nyantet malah salah sasaran, jdnya keluarga sendiri kena kan 😌. Padahal kamu teh cantik Irmaa. Laki”banyakkk! Eh tapi namanya orang jatuh cinta yaa 😂
Terakhir, kesel jg ama dukunnya, terutama pas di labrak tp malah sembunyi 🤣. Si ibuna di dorong sedikit langsung pingsan 🤣. Astagfirulloh. Ini mah aku berasa nonton sinetron dengan sentuhan horor gtu, yaa klo dikasih judul bisa jadi “cinta ditolak dukun bertindak, tp salah sasaran” 😌
Selain kesel dengan hal” itu, ritual-ritualnya jg berasa kurang berkesan buatku.
Pertama, ritual santetnya, kayaa dih enak bgt nerima beres, cuma ngasih bahan dan emas, lalu dukunnya full ngelakuin.
Kedua, pas ritual ruqyahnya, mungkin karna menurut pandanganku ustadnya kurang berwibawa, bacaannya jd ga terasa berenergi buatku. Santri yg bantuin jg terlalu datar dan cenderung blah bloh. Lalu yg kesurupannya jg kurang kerasa merindingnya.
Yaahh terlepas dengan kekesalan” itu, untungnya filmnya tetep enak di tonton, alur ceritanya rapi ga membingungkan, dan yg paling kusuka adalah tidak bertele”. Plot twist di akhir jg bagus. 👍
Riska’s Rate: 7/10 ✨

Review dari Luthfi
Film ini cukup bagus, walaupun ngga Kaci ya karna pas nonton mau ngga mau dibanding-bandingin sama film yang kedua yg pertama kali ditonton wkwk. Menurut ku lumayan bagus si, ceritanya sama alurnya juga jelas gitu, kayak aku liatnya itu oke di film ini poin yg ditonjolan itu perselingkuhan, dukun sihir, ruqyah. Cuman aku rasa² alurnya emang ehmm agak klise ya wkwk, sama sebenarnya mungkin kesanku yang paling keinget itu si anaknya Galang sama Nisa, si gadis buta, untuk yang lain jujur ngga terlalu.
Kesimpulannya bagus si, tapi bagus yang biasa mungkin bisa dibilang begitu ya, dibandingkan sama yg baru, lebih seru yg itu wkwk
Lupi’s Rate: 7/10 ✨

Review dari Rissabing
Film ini berfokus pada konsikwensi kelakuan manusia. horronya cuma bonus aja karena menurut ku tidak terlalu seram. Pemeran utama nya si Irma actingnya bagus ya karna dapat rasa keselnya aku sama kelakuannya manusia2 nya. Si Galang juga characternya dibikin seperti semua red flag cowok ada di dia.. ya selingkuhan, ga perhatian, marah2, not responsible sebagai kepala keluarga, ga perhatian sama ibu sendiri malah istrinya yg lebih merawat dan sakit hati ketika meninggal.. dll dll.
Jalan cerita film ini bagus dan tidak membingungkan sama sekali. Kalau aku boleh kasih judul lain bakal aku kasih judul CILEDUK (Cinta lewat dukun). Sayangnya aku pengen liat ada semacam manifestasi wujud dari si Jinn nya. Penasaran aja ya.. karna di film nya jinn tersebut merasuki manusia.
Overall aku kasih rating 6.5/10. ✨
Semoga tidak ada kerbau/hewan yang tersakiti dalam pembuatan film tersebut.
✧ ——— °˖✧◝(⁰▿⁰)◜✧˖° ——— ✧
Be kind and respectful, and I will do the same for you!
Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.
Makasih, Lovelie Light~🍀
