Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

APA SIH SULITNYA BIKIN SEBUAH KELAS UNTUK MEDITASI ?

Hai Kawans Sekala Niskala, mau cerita dan share sedikit nih tentang kesulitan membuat sebuah kelas meditasi. Soalnya kan Sekala Niskala udah mulai mem...

lovelie-light 6 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel APA SIH SULITNYA BIKIN SEBUAH KELAS UNTUK MEDITASI ?

Hai Kawans Sekala Niskala, mau cerita dan share sedikit nih tentang kesulitan membuat sebuah kelas meditasi. Soalnya kan Sekala Niskala udah mulai memasuki tahun kedua bikin acara meditasi bareng, dan akhirnya mengarah ke Kelas meditasi Advance dalam perkembangannya.

Dari awal bikin, udah punya pandangan bahwa pasti kejadian kok itu, karena pasti ada yang suka dan into dengan meditasi. Mau itu jumlahnya 1 orang kah, atau 2 orang saja, tapi pasti ada yang suka. Jadi kami punya sebuah pandangan pribadi dan personal tentang “membuat sesuatu”. Nggak perlu terlalu dikhawatirkan dan ditakutkan, karena membuat sesuatu itu pasti akan ada yang suka kok..karena tidak mungkin 100% orang suka, dan dengan itu tidak mungkin juga 100% orang tidak suka.

Tapi tulisan ini nggak mau mengarah dan berfokus ke sana. Tulisan ini mau mengeluarkan pikiran yang malang melintang di kepala aja, yang mau sedikit share dan bercerita tentang :

Apa sih sulitnya bikin sebuah kelas meditasi ?

Yang pertama pasti soal yang real dan terjadi dimana-mana, sulitnya adalah soal :

  • Waktu. Tidak semua orang punya waktu luang yang sama, dan tidak semua orang memiliki kesibukan dan aktivitas yang sama. Ini ditambah lagi dengan perbedaan zona waktu yang lumayan mencolok. Kalau bicara area WIB dan WITA saja sudah beda 1 jam. Dan itu lumayan terasa loh. Belum lagi kalau ngomong areanya lebih besar lagi, sudah pakai area GMT +7. Lumayan terasa. Hal lain adalah mepet waktu enaknya di malam hari. Kalau diadakan jam 7-8 malam, akan mepet waktu makan dan bercengkerama dengan keluarga. Kalau jam 9, masih perlu waktu untuk bercengekrama dengan anak dan anggota keluarga lainnya. Jadi yang paling pas memang di atas jam tersebut.
  • Tempat Untungnya kami adakan di Discord, sehingga soal tempat, tidak terlalu sulit lagi. Karena tinggal online di Discord, dan mendengarkan suara, sudah bisa ikutan. Tapi, solusi ini sebenarnya sangat tidak ideal, utamanya adalah karena kami nggak bisa meilhat energi orang-per orang, jadi lebih sulit lagi untuk bisa kenal, tahu dan bisa kasih saran yang pas kalau ada kesulitan. Yang paling maksimum bisa dilakukan adalah meningkatkan koneksi, untuk bisa semakin kenal dan mendalami. Bagian ini nggak akan terlalu bermasalah, kalau di pertemuan fisik, koneksi tidak terlalu dibutuhkan karena bisa melihatnya secara langsung.
  • Motivasi Seperti biasa, di setiap kegiatan lainnya pun juga sama, semua tentang yang “MAU” pasti. Dan kemauan itu biasanya akan jadi motor penggerak dan motivasi yang utama. Ini perkara yang MAU saja kok, bukan yang bisa, bukan yang mampu dan dan bukana yang sempat. Pada akhirnya, akan selalu ada yang Mau, dalam hal apapun. Kalau soal ini, yang MAU belajar dan berkembang menjadi lebih baik melalui metode meditasi.

Nah, kalau udah ngobrol yang standard, tentang yang real, sekarang kita ngobrol tentang yang “Nggak real”. Namanya juga Ruang Sekala Niskala kan ? Yang real dan nggak real, adalah 2 sudut pandang yang kami ambil.

Kesulitan dalam bikin sebuah kelas meditasi, yang nggak real, minimal ada 3 yang bisa diceritakan.

Pertama, soal durasi meditasi.

Susah banget yang ini, karena tiap orang nanti punya elemen yang berbeda-beda. Orang-orang dengen elemen api, pasti butuh waktu lebih lama lagi untuk bisa mencapai meditative state. Sepuluh menit aja nggak cukup buat mereka untuk sampai di meditative state, kerena mereka butuh waktu lebih lama lagi buat meredam emosi yang naik dan melonjak-lonjak. Mungkin di menit ke 15 baru bisa meredam emosinya dan mulai masuk ke meditative state.

image

Sementara itu, yang punya elemen air, pasti lebih cepat dalam mencapai hal itu. Karena kondisi emosi mereka sudah bisa terkontrol dengan baik.

Sulitnya adalah, kalau meditasi nya cuma sebentar (10 menit misalnya), yang elemennya api belum bisa kemana-mana dan belum bisa ngerasain “hening”nya. Tapi kalau dikasih durasi 25 menit atau 30 menit, yang elemen air sudah bisa “kemana-mana” itu soalnya. Mungkin malah kejauhan jalan-jalannya..

Kedua, soal fokus meditasinya.

Dari 4 macam elemen yang dimiliki manusia (menurut Jawa), api, tanah, air dan angin, dan dengan pertimbangan 7 titik energi manusia yang dilambangkan dengan titik cakra, kami mengambil secara umum di tengah-tengahnya. Sehingga kelas meditasi advance kami, lebih menitik beratkan pada cakra di dada, yang membentuk aura hijau.

Hal ini bukan tanpa alasan. Utamanya adalah agar yang berada di bawahnya, tidak terlalu jauh manjatnya, dan yang terlalu tinggi tidak terlalu sulit menurunkannya. Jadi kami berfokus pada titik tengahnya. Titik energi di dada, dengan cakra hijau.

Karena nanti akan bikin kemampuan meningkat, mulai dari koneksi, empati, intuisi, dan akhirnya komunikasi.

Ketiga, soal yang “Mau berkembang”

Senang sekali melihat teman-teman yang sudah mendapat manfaat dan benefit dari kegiatan ini, lebih senang lagi ketika semakin banyak teman yang ingin lebih berkembang lagi. Ini pun sudah diperkirakan dari awal, karena tidak mungkin untuk diam statis di tempat, harus ada perkembangan selanjutnya lagi .

Sudah ada sekitar 4 atau 5 kali kelas yang membahas tentang meditasi yang lebih advance lagi, untuk teman-teman yang ingin lebih maju dan berkembang, dan ingin lebih mendalami tentunya. Salah satunya adalah tentang empati. Seperti yang kami utarakan tadi, bahwa kami lebih berfokus kepada cakra di dada, sehingga kemampuan empati bisa lebih terasah dan terjalin. Dengan modul 8 kali pertemuan, sudah bisa diajarkan metode untuk bisa lebih mempertajam empati ini, tinggal dilatih dengan reguler dan berkala oleh teman-teman.

Sempat sekali kami buat satu episode kelas supranatural, yang berpindah fokus, kepada titik cakra ungu. Tapi sesuai dengan dugaan kami, bahwa ini memang tidak untuk semua orang, dan tidak terlalu banyak manfaatnya sebenarnya untuk di kehidupan sehari-hari. Belum lagi bicara mengenai tidak semua orang yang butuh hal itu di dalam peran hidupnya.

Tahap selanjutnya adalah tentang melatih intuisi. Mungkin ini nanti program meditasi kelas advance berikutnya.

Tapi yang utama adalah, kami coba tingkatkan lagi pengembangan diri dan proses mengenal diri sendiri dulu bagi teman-teman yang sudah biasa ikut meditasi bareng tiap hari Senin. Untuk itu, setiap hari Senin nanti ada program Self Development.

Demikian yang bisa dishare, yang penting udah keluar dari kepala pemikiran yang malang melintang ini. Terima kasih sudah membaca dan terima kasih untuk teman-teman yang sudah ikutan berpartisipasi.

[BicaraBDAS on Instagram: “Bicara Dengan Alam Semesta
 
Bukan tentang suara. Tapi tentang kehadiran

Saat dunia terdiam. Saat pikiran berhenti berisik. Di sana lah semesta mulai berbicara.

Tidak lewat kata. Tidak juga lewat suara. Tapi melalui getar halus di dalam dada.

Tarik nafas… Lepaskan beban…

Dan saat kau benar-benar hening.. Semesta mulai bercerita.

#bicaradenganalamsemesta #bdas #alam #bicaraalam #hening #spiritualway #semesta #meditasi #journeyoflife #spiritualjourney”6 likes, 0 comments - bicaradenganalamsemesta on December 20, 2025: “Bicara Dengan Alam Semesta
 
Bukan tentang suara. Tapi tentang kehadiran

Saat dunia terdiam. Saat pikiran berhenti berisik. Di sana lah semesta mulai berbicara.

Tidak lewat kata. Tidak juga lewat suara. Tapi melalui getar halus di dalam dada.

Tarik nafas… Lepaskan beban…

Dan saat kau benar-benar hening.. Semesta mulai bercerita.

#bicaradenganalamsemesta #bdas #alam #bicaraalam #hening #spiritualway #semesta #meditasi #journeyoflife #spiritualjourney”. https://www.instagram.com/reel/DSg8yRrjQXX/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==](https://www.instagram.com/reel/DSg8yRrjQXX/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA)

Cheers,

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar