Selamat siang Kawans Sekala Niskala, mau cerita tentang kematian sedikit nih. Tapi bukan kematian secara fisik, tetapi beberapa siklus kematian yang dialami dalam kehidupan.
Lhoh ? Gimana ? Bisa kah ?
Bisa kok, dalam hidup kita yang berjalan naik dan turun sesuai dengan siklusnya ini, kan kadang kita berada di bawah dalam sebuah roda kehidupan ya. Banyak kasus ketika berada di bawah, orang yang pintar dan memiliki kemampuan nalar yang bagus akan mampu untuk memikirkan analisa mengenai kondisinya mengapa ada di bawah.
Salah satu jawaban yang diperoleh oleh dirinya biasanya adalah bahwa ada yang musti dirubah dalam hidupnya, biar nggak mengalami fase ini lagi. Nggak mengalami fase kejatuhan yang sama lagi. Biasanya analisanya mengarah ke dalam diri sendiri, dan mengubah apa yang ada di dalam diri, agar ke depan nya tidak mengalami hal yang sama lagi.
Ini yang kemudian saya terjemahkan dalam sebuah “kematian dalam hidup”. Sebuah proses dimana kita mematikan diri kita yang lama, sehingga terlahir kembali menjadi orang dengan karakter yang baru, kebiasaan-kebiasan yang lebih produktif, serta lebih fresh dalam menghadapi hidup.
Sementara banyak orang yang mengalami stress dan depresi ingin mendekatkan diri dengan kematian, karena merasa hidupnya tidak berguna lagi dan tidak worth it lagi. Tetapi bagaimana kalau itu adalah sebuah sinyal dari tubuh ? Untuk mematikan hidup yang lama, dan memulai semuanya dari baru.
Seperti yang saya katakan di atas, memulai dengan karakter yang baru lagi, kebiasaan yang baru, emosi yang lebih jernih, mungkin malah akan dapat rejeki & berkah yang lebih baru lagi ke depannya.
Tapi tentu saja ini bukan sesuatu yang mudah, bukan sesuatu yang bisa dilalui dengan singkat. Karena kematian dalam kehidupan itu pasti menyakitkan dan menyiksa rasanya. Ibarat sebuah proses kelahiran, tidak akan bisa dilalui tanpa proses kesakitan dan tersiksa kok. Yang mana seorang bayi yang baru lahir bisa bernapas dengan udara segar (yang tadinya masih dalam air ketuban), melalui proses kelahiran yang menyakitkan (bagi ibu dan bayi), serta masih dalam kondisi yang tidak bisa apa-apa.
Yang musti diingat adalah : ketika lahir kembali, meskipun rasanya lemah dan nggak bisa apa-apa, tapi bawa kebahagiaan buat orang-orang sekitar.
Proses yang menyakitkan dan menyiksa juga pada akhirnya akan membawa sebuah perasaan baru yang lebih baik lagi, seiring dengan bertumbuh dan hidup.
Untuk itu, saya mau memberikan apresiasi yang setinggi-tinggi nya untuk para penyintas proses ini. Pasti banyak di sini yang kalau ditilik dari cerita kehidupannya, mengalami kelahiran kembali dalam hidup. Berikan selamat kepada dirimu, dari diri sendiri ataupun dari saya secara pribadi. Karena dirimu hebat, sudah bisa melalui proses yang menyakitkan dan menyedihkan, sehingga terlahir kembali menjadi pribadi yang lebih baik untuk kehidupan yang lebih baik lagi.
“What doesn’t kill you will make you stronger”
Diiringi sebuah ucapan buat teman-teman di Sekala Niskala yang merayakan :

(Thank you Teteh Lovelie Light (LVL) buat visualnya)
Selamat merayakan hari Paskah bagi teman-teman Sekala Niskala yang merayakannya
Cheers,