Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

Cerita tentang ketemuan di Sekala Niskala.

Hai Kawans Sekala Niskala, mau cerita sedikit tentang ketemuan di minggu lalu dengan beberapa anggota Sekala Niskala. Nggak banyak sih, cuma bertiga a...

lovelie-light 3 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel Cerita tentang ketemuan di Sekala Niskala.

Hai Kawans Sekala Niskala, mau cerita sedikit tentang ketemuan di minggu lalu dengan beberapa anggota Sekala Niskala. Nggak banyak sih, cuma bertiga aja, saya dan dua orang bapak-bapak yang lain nya.

Bukan pertemuan besar yang wow banget, cuma kenal secara offline dan ngobrol langsung aja. Dan biasa lah, yg namanya bapak-bapak kan kalo ngobrol beneran ngalor ngidul dan sama sekali random pembahasaannya.

image

Bapak-bapak yang tadinya cuma ketemu di suara dalam platform Discord, yang mencoba untuk sama-sama belajar meditas (termasuk saya, saya juga masih belajar banyak), sekarang punya kesempatan untuk ketemu muka dan ngopi bareng.

Serunya adalah, perbincangan dari mulai yang masing-masing memperkenalkan diri sendiri, cerita tentang diri sendiri (seperti biasa di sesi perkenalan yg informal), berubah bentuk menjadi seperti tulisan saya sebelumnya di Ruang Sekala Niskala ini.

Quorahttps://qr.ae/pA6NrI

Kami bercerita mengenai tipe-tipe manusia, dan coba membagikan share mengenai hal ini. Seperti biasa, dari sejak muda, topik ini selalu menarik karena antara percaya dan nggak percaya, antara benar dan tidak, dan pasti berawal dari sebuah game atau main-mainan yang ingin tahu mengenai diri ini serta orang-orang yang terdekat (seperti pasangan/suami/istri, ayah, ibu, anak dan sebagainya).

Biasanya saya menjelaskan bahwa saya sudah menekuni hal ini selama beberapa tahun belakangan ini, mengira-ngira dan menentukan tipe seseorang berdasarkan dari sebuah perhitungan tertentu dari Jawa Kuno (bukan weton). Karena weton hanya melihat karakter orangnya saja, saya mencoba menelusuri lebih ke belakang lagi, sebisa mungkin sampai dapat pola pemikiran nya.

Nanti dicocokkan kembali dengan kondisi sekarang, dengan melihat posisi cakra dan aura yang menyala.

Tapi hilangkan dulu mengenai hal ini, karena tidak semua orang percaya mengenai hal ini dan masih banyak yang mencoba challenge hal ini. Tidak mengubah pandangan saya juga, tapi tulisan ini bukan soal kebenaran atau kesalahan metode nya. Tulisan ini tentang cerita sebuah pertemuan, perkenalan dan kedekatan.

Yang jadi cerita utama adalah..

Salah satu teman di sini ternyata jago masak, dan pernah punya keinginan untuk membuka resto. Tapi nggak kesampaian, Padahal Sang teman yang jago masak ini, mumpuni loh..meskipun itu baru sebatas dia self claim, tapi saya secara pribadi, melihat dan menghitung tanggal lahirnya memang seharusnya mumpuni untuk masak. Belum lagi lihat aura dan elemen di dirinya, yang pas banget kalau soal masak.

Cuma belum dapat semangat dari Sang Istri, begitu menurut cerita sang teman.

Dan setelah dilihat dan ditimbang-timbang, ternyata memang karena beda pola pikirnya. Antara sang teman dengan istri. Perbedaan utamanya dari sisi panjang dan pendek pemikirannya, sang teman lebih konseptual dan lebih melihat ke depan, sedangkan sang istri lebih menuju ke kerepotan harian.

Jadi menyikapinya, kusarankan buat pembagian tugas. Untuk yang jangka pendek, serahkan keputusan kepada Sang istri. Sedangkan untuk jangka panjang, lakukan sendiri, dan sifatnya pemberitahuan saja ke Sang Istri, bukan ijin..hihihihi..

Berikutnya teman yang kedua, yang ternyata adalah orang yang oke untuk menjadi orang kepercayaan. Ada rasa percaya yang pas kalau ngobrol dengan teman yang ini. Masih ada ambisinya, tapi tetap bisa dicontrol dengan pas. Makanya pas rasanya kalau berinteraksi dengan orang lain, dimana kebutuhan sosialisasinya kerasa lebih pas dengan pemikirannya. Apalagi ditunjang dengan naiknya cakra kuning, enak pasti teman yang ini ke depannya untuk bersosialisasi.

Jadi…

Cerita yang mau saya coba bagikan hari ini adalah…

Semua orang itu unik dan berbeda, dengan memahami diri sendiri dan tidak menjadi orang lain akan menjadikan pengalaman hidup lebih berwarna dan bisa sesuai dengan perannya.

Semua orang yang unik itu punya pola pikir sendiri-sendiri, sehingga memahami hal itu bisa menjadi awal sebuah perjalanan untuk lebih bisa memahami orang lain.

Hidup ini tidak selalu soal yang benar dan salah, yang diyakini dan tidak, tapi ada juga soal sudut pandang yang berbeda, dan bagaimana bersikap di antara perbedaan itu.

Cheers,

Quorahttps://qr.ae/p2jzpm

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar