Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

Cerita tentang perjalanan hidup manusia dari sisi cakra dan aura.

Selamat siang Kawans Sekala Niskala, ketemu lagi dan ngobrol ngobrol lagi di sini, di Ruang Sekala Niskala. Tempat dimana batas antara yang nyata dan ...

lovelie-light 4 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel Cerita tentang perjalanan hidup manusia dari sisi cakra dan aura.

Selamat siang Kawans Sekala Niskala, ketemu lagi dan ngobrol-ngobrol lagi di sini, di Ruang Sekala Niskala. Tempat dimana batas antara yang nyata dan tidak nyata menjadi semakin kabur dan menyatu.

Kali ini mau ngajak Kawans sekalian untuk ngobrol mengenai perjalanan hidup dari kecil hingga dewasa, melalui sudut pandang cakra dan aura manusianya.

Pertama tentang sebuah istilah Kundalini. Istilah ini banyak dipakai dan digunakan, sementara sekarang ini banyak definisi dan pemahaman yang berbeda-beda. Banyak pencatatan yang berbeda-beda, yang nggak bisa disalahkan juga dan nggak bisa dibenarkan salah satunya menjadi yang paling benar.

Tapi kalau boleh share pemahaman saya mengenai Kundalini, lewat point of View aliran energi dan secara asal kata. Kundalini berasal dari bahasa Sansekerta sendiri, artinya yang melingkar seperti ular. Pemahaman saya bahwa ini menggambarkan mengenai alur energi yang masuk ke dalam diri manusia.

image

Aliran energi yang masuk melalui tulang belakang, akan mengarah dari atas ke bawah, sampai di ruas tulang belakang paling bawah. Terkumpul di titik itu, dan setelahnya baru merambat naik ke atas mengisi 7 titik cakra yang ada secara berurutan.

Urutan pengisiannya adalah titik-titik di :

  • Cakra dasar (ruas tulang belakang bagian bawah).
  • Cakra solar plexus (perut).
  • Cakra Sakral (kelamin).
  • Cakra Anahata (Dada)
  • Throat Cakra (leher)
  • Cakra Ajna (Dahi)
  • Cakra mahkota (ubun-ubun).

image

Pengisian itu nanti berhenti tepat di tempat energinya habis. Maksudnya, aliran energi yang masuk melalu ruas tulang belakang, akan dikumpulkan di ruas tulang belakang bagian bawah, lalu mulai mengisi berurutan ke arah atas. Mulai dari cakra dasar, bila masih ada sisa energinya akan mengisi cakra sakral sampai penuh terisi, bila masih ada sisanya akan naik ke cakra berikutnya lagi yaitu solar plexus (sesuai urutan di atas).

Demikian seterusnya sampai cadangan energi yg terkumpul tadi habis.

Itu satu hal waktu ada pengisian energi.

Tapi dalam kehidupan sehari-hari, cakra-cakra yang berputar di dalam tubuh akan saling mengambil energi satu sama lain, sesuai dengan yang dibutuhkan.

Contohnya seperit Cakra di leher, yang membuat selaput energi berwarna biru pada tubuh manusia, itu membutuhkan energi yang cukup besar untuk bisa berputar. Bila dalam kondisi energi yang tidak mencukupi, maka akan mengambil energi cakra bawahnya, yaitu cakra yang di dada/Anahata, begitupun juga dengan cakra dada yang sudah terambil energinya, akan mengambil dari yang bawahnya lagi bawah…sehingga akhirannya tersisa si cakra dasar yang kehabisan energi dan sulit berputar.

Iya betul, cakra-cakra bawah itu semakin lama semakin mengalami kesulitan energi, karena diambil oleh cakra atasnya sesuai dengan kebutuhan kehidupan manusianya.

Oleh sebab itu, dalam sebuah perjalanan hidup, bila ada seseorang yang lahir dengan cakra-cakra bawah yang aktif, akan punya karakter yang berapi-api, semangat dan juga rajin (cakra dasar/ aura merah). Atau suka bersosialisasi, vitalitas tinggi, suka berolah raga, ekstrovert (cakra solar plexus/aura kuning). Tapi seiring usia, semakin lama cakra dasarnya akan kehilangan energi, berganti dengan cakra yang lebih atas yang menyala. Ini menyebabkan orangnya menjadi tidak lagi berapi-api, kurang semangatnya dan tidak lagi rajin. Atau jadi introvert, kurang vitalitasnya dan cenderung malas bersosialisasi.

Ini adalah sebuah fenomena normal dan alami yang terjadi seiring pertambahan usia, pemahaman dan pengalaman.

Ada lagi yang memliki kondisi berbeda, misalnya yang dari lahir cakra atasnya sudah menyala, cakra leher / aura biru misalnya. Dari awal sudah mulai introvert, sudah mulai malas bergerak alias nggak rajin, dan punya wibawa tersendiri. Model orang yang begini, punya kemungkinan lebih banyak untuk menyalakan cakra bawahnya, karena setiap ada kegiatan pengisian energi, selalu mengisi dari yang bawah dulu. Tapi tetap saja, bila tidak rutin dalam kondisi pengisian energi, maka energi cakra bawahnya tetap akan diambil oleh cakra yang atas.

Keren ya anatomi tubuh manusia secara energi itu ?

Tapi ini buat jadi pengetahuan saja, karena nggak terlalu banyak guna nya pengetahuan seperti ini. Selain untuk mengira-ngira karakter seseorang melalui cakranya, yang mungkin bisa digantikan dengan disiplin ilmu lain yang lebih mumpuni lagi di jaman sekarang ini. Kan nggak semua orang perlu untuk melihat aliran energi tubuhnya kan ?

Biar saja dan nggak usah terlalu didetilkan bila tidak dibutuhkan.

Fokuskan saja kehidupan ini untuk dijalani. Tapi jangan lupa untuk selalu menambah energi dalam diri. Baik melalui aktivitas ibadah, meditasi, puasa ataupun aktivitas lainnya. Biarpun nggak perlu terlalu detil melihat alur energinya, tapi tetap perlu meningkatkan levelnya, agar menjadi versi dirinya yang lebih baik lagi.

Cheers,

Quorahttps://qr.ae/p2jzpm

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar