Hai Kawans Sekala Niskala, siang ini mau sedikit cerita tentang sebuah rasa..yang harus dinikmati saja, tapi jangan ditambah..
Ada teman Sekala Niskala, yang ikut meditasi Sekala Niskala yang bertanya-tanya : Kenapa ya saya setiap mau menghilangkan pikiran-pikiran di dalam kepala saya dalam meditasi, tapi yang ada malah nambah-nambah terus pikirannya.. ? (Hai teman yang mau ujian kelas 12, maafkan ya, saya share ceritamu sedikit di sini..buat pembuka kata saja di tulisan ini).
Kelas 12 ? Iya kok, rentang umur yang panjaaaang sekali ada kok di Sekala Niskala ini.
Kembali lagi ke ceritanya.
Jadi karena meditasi yang dilakukan ini adalah sebuah latihan, dalam menjalani kehidupan ini, jadi saya coba untuk gunakan dan praktekkan beberapa filosofi dalam kehidupan ini. Seperti misalnya ketika ingin mengosongkan pikiran dan meredam emosi di awal mau memulai meditasi, alih-alih menggunakan instruksi “fokus” dan “kosongkan pikiran”, saya memilih untuk menggunakan metode yang berbeda.
Metode nya adalah, biarkan saja apa yang ada di dalam pikiranmu, ikuti saja terus, dirimu harus punya keyakinan kalau semua di dunia ini ada umurnya, begitu juga dengan pikiran-pikiran di dalam kepalamu. Kalau diikuti saja, pasti akan mereda dan berakhir, jadi effortless, karena mengikuti hukum alam yang ada. Asaaallkaaaaan..jangan ditambah…
Karena begitu filosofi mengenai semuanya dalam kehidupan ini, ikuti saja..jangan ditambah..
Seperti kita menikmati semangkuk soto plus sepiring nasi..nikmati saja..jangan ditambah. Jangan ditambah bentuk lain. Maksudnya, bukan jangan ditambah sambal, garam, koya, kecap dan jeruk nipis. Itu sih sesuai selera aja.

(wordpress dot com account at Pinterest)
Jangan ditambah pizza lagi, jangan ditambah mie goreng, jangan ditambah fried chicken. Yang utama, jangan ditambah nasi lagi atau soto lagi..nanti beresiko kekenyangan…
Sama seperti dalam hidup ini..
Ketika merasakan kesedihan, nikmati saja, bersyukur anda masih punya “rasa” itu yang bisa dinikmati dan dirasakan. Tapi..jangan ditambah-tambah lagi..
Ketika merasakan rasa bersalah yang tinggi, nikmati saja. Jalankan dan nikmati rasa bersalahmu. Tapi nggak perlu terlalu diperdalam sehingga bikin nggak bisa ngapa-ngapain berhari-hari karena depresi akibat rasa bersalah yang berkepanjangan. Iya, kamu memang bersalah, terus apa ? Lakukan saja tindakan yang dibutuhkan selanjutnya, salah satunya adalah belajar dari kesalahan.
Ketika merasakan bahagia, nikmati saja semua rasa bahagia itu, karena akan ada akhirnya. Nggak perlu ditambah-tambah lagi, karena nanti akan kelebihan.
Ini adalah awalan dari konsep bersyukur yang sudah ada..yang terkesan sebagai sebuah konsep yang besar dan agung, tapi sebenarnya bisa berawal dari sesuatu yang kecil dan sederhana.
Menikmati yang dimiliki, tanpa ditambah-tambah lagi…
Semua pasti ada awal dan ada akhirnya kok, nikmati yang dimiliki sekarang..karena pasti akan ada akhirnya nanti..
Konsep-konsep kehidupan yang sederhana ini mungkin kedengaran biasa, tapi nggak akan bisa untuk dijalankan kalau belum dirasakan sendiri, belum menikmati hasilnya, dan belum mendapatkan pengalamannya. Salah satu pendekatan yang paling mudah untuk hal ini adalah dengan berlatih..
Mengawali latihan dari hal-hal kecil dulu..seperti konsep : dinikmati..tapi jangan ditambah..
Kebiasan-kebiasaan kecil dalam hidup soalnya akan mempengaruhi pola pemikiran seseorang dalam jangka panjang. Itu sebabnya segala sesuatu sebaiknya dimulai dari kecil dulu, dan menjadikannya sebagia sebuah kebiasaan kecil, sebelum sampai pada konsep yang besarnya.
Selamat menikmati sore yang mendung ini, semoga hari ini menjadi hari yang bahagia buat Kawans Sekala Niskala sekalian.
Cheers,