Lanjut lagi ya materi tentang obrolan kita di Dip Talk With Luv hari Jum’at Malem tanggal 2 Januari kemaren. Pemantik Diskusi selanjutnya adalahn Teh Riska H. atau Mama Donat 🤭. Jadi Teh Riska ini adalah teman meditasi kita di SNU, yang bertanya perihal aroma yang dihasilkan oleh makhluk gaib, dan pertanyaannya itu jujur bikin aku langsung kepikiran untuk membedahnya lebih dalam.

“Muhun teh perkawis jenis jin, abdi teh panasaran unggal tiap jenis jin teh pan gaduh ciri khas seungitna masing”. Tahh abdi hoyong terang seungit dinu masing” jenis jin eta naon wae.” (tidak perlu diartikan lah ya, aku lelah soalnya…) 🤣
Pertanyaan ini penting, karena bagi kita yang sering bersinggungan dengan energi, bau bukan cuma sekadar sensasi penciuman, tapi merupakan data atau log energi yang ditinggalkan oleh mereka yang tak kasat mata di ruang personal kita.
Dalam dunia supranatural, kita harus paham bahwa entitas astral tidak memiliki pita suara atau rupa fisik yang tetap. Maka, mereka menggunakan “bau” sebagai signature scent atau kartu nama. Bau ini muncul karena adanya distorsi pada molekul udara di sekitar kita saat frekuensi mereka bersinggungan dengan dimensi fisik. Jadi, apa yang dicium hidungmu sebenarnya adalah hasil interpretasi otak terhadap getaran energi yang masuk ke radius radiasimu.
Penyebab perbedaan aroma ini terletak pada tingkat kepadatan energi dan “diet” spiritual entitas tersebut. Jin atau makhluk astral dari golongan yang lebih halus (sering kita sebut vibrasi tinggi) cenderung menghasilkan aroma yang tipis, manis, dan sejuk seperti bunga-bungaan segar. Hal ini terjadi karena struktur energi mereka lebih stabil dan harmonis, sehingga manifestasi “baunya” pun tidak mengganggu sistem saraf manusia.
Sebaliknya, entitas yang memiliki residu emosi negatif, seperti amarah, dendam, atau mereka yang terikat pada perjanjian gelap, cenderung membawa aroma yang menyengat, busuk, atau amis. Bau bangkai atau sampah yang mendadak muncul biasanya menandakan adanya jin dengan vibrasi sangat rendah. Secara teknis, ini dipengaruhi oleh “kekacauan” energi mereka yang memicu reaksi kimiawi negatif pada udara di sekitar, menciptakan bau yang secara insting membuat manusia merasa rejection. Dan uniknya hal ini tidak dibatasi oleh bentuk atau jenis ras Jin apa, bau atau aroma yg keluar didasari oleh level dan vibrasi energi mereka, bukan bentuk atau jenis rasnya.
Faktor lain yang mempengaruhi adalah elemen asal mereka. Entitas yang berasal dari elemen api atau yang tinggal di area vulkanis seringkali membawa aroma belerang atau kabel terbakar, dan yang paling jelas adalah para Iblis, mereka biasanya membawa aroma Sulfur yang pekat ketika kemuculan dan menyisakannya setelah itu. Sementara itu, mereka yang berdiam di tempat lembap atau berasal dari elemen air mungkin membawa bau tanah basah atau amis rawa yang sangat pekat. Ini membuktikan bahwa lingkungan astral mereka pun meninggalkan jejak yang terbawa saat mereka melakukan interdimensional travel.
Golongan Luhur - Danyang - Bangsawan - Dewa/Dewi Kecil ➡ Ini kasta tinggi, biasanya penjaga tempat sakral. Wanginya mewah banget kayak Kayu Cendana (Sandalwood) pekat atau Gaharu (Oud) mahal. Vibe-nya berat, bikin kita auto-segan tapi nggak bikin pusing. Bersih banget, persis aura pejabat tinggi versi dimensi sana.
Penjaga Teritori (Gunung/Hutan/Laut) ➡ Wanginya lebih ke alam, kayak petrichor (bau tanah basah), daun remas, atau aroma pandan kuat (bukan pandan kue ya!). Kadang ada wangi bunga hutan yang “lanyap” (wangi tipis yang harum tapi jujur bikin merinding). Ini tandanya kamu lagi masuk “wilayah” mereka.
Golongan “Panas” (Agresif/Serangan) ➡ Baunya belerang, sangit, atau logam berkarat. Efeknya ke kita? Dada sesak, gerah, dan emosi tiba-tiba gampang kesulut. Ini jelas aroma konflik. Dan biasanya nih bau sulfur ini signature nya bangsa Iblis.
Golongan Rendah (Suruhan/Parasit) ➡ Yang ini biasanya di tempat kotor atau sekitar manusia yang energinya lagi drop. Baunya melati layu, darah anyir (hangru), atau bangkai/danur yang hilang-timbul. Vibe-nya bikin jijik dan nggak nyaman.
Si Penyamar (Mimics) ➡ Hati-hati sama yang suka niru sosok suci atau orang meninggal. Mereka sering pakai wangi Bunga Kamboja atau Minyak Mawar yang nyegrak banget sampai pusing. Itu cara mereka nutupin bau asli mereka yang apek atau bau tanah. Kalau wanginya terasa “maksa” dan nggak alami, fix itu lagi nyaru.
Kalo kamu mencium wewangian perhatikan intensitas wanginya yang asli biasanya akan hilang timbul-hilang timbul, jadi analisa lagi apakah wangi itu terlalu pekat berlebihan atau lembut dan nyaman dihidung. Kalo terlalu pekat, maka berhati-hatilah, bisa jadi itu entitas yang lagi menyaru.

BING ID: lovelie_light
Kadang ada juga bau yang sentimental kayak minyak kayu putih, rokok kretek, atau parfum jadul. Biasanya ini bukan jin liar, tapi entitas leluhur yang mau kasih rasa aman. Mereka sengaja manipulasi energi udara biar kita kenal secara emosional, cara komunikasi yang personal banget tanpa perlu nakut-nakutin lewat wujud.
Aku mau jelaskan lagi, disini kalo aku bilang “Entitas Leluhur” bukan berarti Leluhur kita berubah jadi Demit atau Jin terus gentayangan setelah meninggal yaa… Tapi Entitas Leluhur ini adalah mereka yang dulu juga pernah menjaga kakek-nenek dan Eyang-eyang kita di jaman dulu, sosoknya tetap bangsa Jin tapi sudah menjaga keluarga turun temurun sejak lama.
Misal aku ada kasus, mencium wangi khas yang adalah wangi dari Alm. Eyang Putri ku, kemudian saat Eyangku meninggal di Malang, aku kebetulan lagi UTS di Bandung, wangi ini muncul di ruang UTS dan seperti seperti sedang mengelilingiku. Aku tau itu bukan sosok atau arwah Eyang ku tapi, entitas yang selama ini selalu bersamanya (Pendamping Eyang). Dan hal semacam ini sering terjadi kepadaku, beberapa sosok pendamping yang manusianya sudah tiada biasanya muncul dengan signatur wangi yg mirip dengan manusianya tapi bukan untuk menakuti, biasanya mereka itu lagi kangen sama manusia yang sebelumnya mereka dampingi, kadang watir liat nya wkwkwkkk… eh oops. 😅
Terus kenapa baunya cuma sekilas? Ya karena energy gap dimensi kita itu gede banget. Pas mereka lewat atau coba kontak, terjadi lonjakan energi sesaat. Begitu mereka geser frekuensi, baunya langsung menguap tanpa sisa karena emang nggak ada sumber fisiknya di sini. Sesimple itu 🤭
Aku pribadi melihat fenomena ini sebagai kesempatan untuk melatih intuisi. Saat hidung menangkap bau asing, jangan langsung panik. Coba aja diperhatikan rasa yang datang barengan sana bau atau wangi-wangian itu. Apakah bikin tenang, sedih, atau waspada? Hidung kita mah sensor doang, tapi hatimu adalah prosesornya. Kalau udah biasa, kita bakal tahu mana “tamu” yang boleh disambut dan mana yang kudu diusir.
Dari perjalanan hidup ku yang penuh keseruan bareng makhluk astral, bisa menganalisa aroma makhluk astral adalah bagian dari literasi energi yang harus aku kembangkans ebagai skill supaya gak ribet hidupku, karena da masa dimana kita sedang tidur tiba-tiba tercium aroma khas entitas tertentu yang aku kenal, ini gak akan membuatku takut/kwawatir sampe harus bangun dan terjaga semalaman. Aku tau itu signatur energi siapa dan gak perlu terlalu di pikirkan, sama halnya kalo aku menditeksi bau lain yg asing baru ini harus di wapadai.
Intinya Bau atau Wangi yg di bawa makhluk astral adalah bagian dari siganture energi mereka, bukan karakter Ras. Karena gak semua Genderuwo bau kabel kebakar/gosong, ada juga yg bau Roti Melon wkwkwkwkk…. tergantung energinya positif atau negatif, dan hal ini juga biasanya pertanda utama sebelum kita benar-benar melihat entitas aslinya.
Terima kasih buat Teh Riska yang sudah bertanya dan akhirnya menggiring pada obrolan ini, karena dari satu pertanyaan sederhana, kita bisa melihat betapa luas dan uniknya cara semesta berkomunikasi. Tetaplah kritis dalam mengamati dan menganalisa di dunia yang penuh misteri ini, karena setiap aroma punya cerita, dan setiap cerita punya logika energinya sendiri.
✧ ——— °˖✧◝(⁰▿⁰)◜✧˖° ——— ✧
Be kind and respectful, and I will do the same for you!
Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.
Makasih, Lovelie Light~🍀
