Meneruskan tulisan Teteh LL yang ini :
Cerita kemudian berlanjut kepada topik terakhir dari obrolan klenikan kami, dimana setiap setiap orang bebas untuk menanyakan hal yang ingin diketahui. Dan berbagi pengalman mengenai hal tersebut. Khususnya mengenai sisi klenikan atau pengalaman supranatural.

Terakhir pembahasannya adalah tentang, mengapa ada orang yang sulit meninggal ketika sudah tua ?
Biasanya di banyak kasus, ini karena ada interaksi energi dari makhluk-makhluk atau entitas di sekitarnya. Ada yang bilang punya “pegangan”, punya khodam, punya “teman”, apapun itu sebutannya. Masalahnya adalah karena teman ini, maka akan ada proses interaksi dan tukar menukar energi.
Makhluknya akan kasih energi kepada orangnya, lalu orangnya juga akan kasih energi ke makhluknya. Seperti sebuah power bank, yang disambungkan kepada power bank yang lain, akan saling memberi dan menerima.
Ketika dalam kondisi akan meninggal, dengan sendirinya energi dari orangnya akan melemah, dan secara alami makhluknya tidak akan mau kehilangan “teman” ataupun power bank energinya. Jadi terus disupply energi.
Dalam beberapa kasus, hal ini terjadi, dan masalahnya yang harus disikapi adalah metode penyambungan energinya. Karena menurut pengalaman yang dijumpai, metode penyambungan energinya ada 4 macam.
Pertama, makhluknya tidak selalu ada. Ada dan hadir ketika dipanggil saja, tapi setelah itu akan menghilang kembali. Jadi tidak selalu ada di samping orangnya. Tipe koneksi seperti ini yang paling mudah untuk disikapi dan diputus, karena dengan “tidak memanggil” saja, maka makhluknya tidak akan datang.
Kedua, makhluknya ada di dalam sebuah benda, yang diletakkan di dekat orangnya. Entah itu bentuknya sebuah pusaka, tosan aji, jimat, batu, apapun bentuk wadahnya. Yang ini juga metode memutusnya lebih mudah, tinggal diberikan saja benda nya kepada orang lain, atau lebih mudah lagi dibuang atau dilarung ke sungai / laut.
Ketiga, makhluknya menyambungkan simpul energinya kepada orangnya. Di dalam tubuh manusia, ada beberapa titik simpul energi, yang dimiliki. Dan itu biasanya menjadi jalan masuk utama energi seseorang. Dengan menyambung simpul energi orangnya dengan makhluknya, proses sinkronisasis energi akan lebih cepat dan lebih stabil. Sementara itu, dalam hal ingin melepaskannya, ini lebih sulit lagi, karena harus melepaskan simpul energi yang sudah tersambung dulu, baru bisa lepas.
Tapi yang paling sulit adalah tipe ke empat, makhluknya dimasukkan ke dalam tubuh oleh orangnya sendiri. Biasanya praktek ini dijumpai dalam sebuah praktek susuk, menelan sebuah benda untuk sebuah keilmuan tertentu, atau meminum air putih untuk memperoleh kemampuan tertentu. Ini yang paling sulit untuk dilepaskan, bukan tidak bisa, tapi tingkat kesulitannya lebih tinggi dan lebih butuh waktu. Karena sudah menyatu di dalam tubuh oranngya, tidak lagi berada di luar tubuh.
Kira-kira demikian isi perbincangan acara kami di DIP TALK With LUV ini, dan diakhiri dengan sebuah penutup dan kesimpulan bahwa :
“Nggak apa-apa kok cerita-cerita klenikan sekali-sekal.. Tapi harus ada kesimpulan dan pemahaman yang bisa dibawa pulang, bukan hanya sebuah sensasi atau excitement yang timbul di awal semata, yang nantinya akan turun lagi. ”
Cheers,