Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

✨ DIP TALK WITH LUV 🥂 Ep. #1 (Part.3) ➡ TRANSAKSI MANUSIA DENGAN BANGSA JIN ITU GIMANA SIH SEBENERNYA?)

Aku mau lanjutin spillan aku tentang acara Dip Talk With Luv hari Jum'at Malem tanggal 2 Januari kemaren, setelah King menceritakan tentang suasana sa...

lovelie-light 6 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel ✨ DIP TALK WITH LUV 🥂 Ep. #1 (Part.3) ➡ TRANSAKSI MANUSIA DENGAN BANGSA JIN ITU GIMANA SIH SEBENERNYA?)

Aku mau lanjutin spillan aku tentang acara Dip Talk With Luv hari Jum’at Malem tanggal 2 Januari kemaren, setelah King menceritakan tentang suasana saat acara DTWL malam itu, aku akan melanjutkan bahasan ke pertanyaan lain yang menerutku bakalan asik buat di jabarkan disini.

image

Kemarin ada pertanyaan dari Mas Alwan di Jatim soal “Transaksi Gaib”. Sejujurnya aku sempat kaget, bukan karena pertanyaannya sulit, tapi karena bagiku hal ini sudah jadi konsumsi harian yang “biasa aja”.

Tapi aku lupa, di mata publik, apalagi para skeptic garis keras, hal ini bakal dianggap drama konyol atau sekadar cari panggung. Well, panggungnya emang dapet sih*, tapi ilmunya itu lho… kalian aja yang belum tahu mekanismenya, makanya pada bertingkah gak asik kek gitu!* 😛

Mas Alwan mencontohkan fenomena klasik → pedagang yang didatangi pembeli misterius yang tiba-tiba berubah wujud, sampai kasus Ojek Online yang dapet orderan ganjil (bukan orderan fiktif dari orang too-LOL ya, tapi beneran intervensi dari “dunia sana”).

Banyak orang terjebak stigma kalau bangsa Jin itu entitas primitif, kuno, dan cuma ada di imajinasi orang malas… haha… tau aja gue pemales!! 😛

Padahal, kalau kita mau buka mata lebih lebar, mereka punya struktur yang sangat rapi. Kita bicara soal dimensi yang tidak terikat waktu linear manusia, di mana mereka punya cara sendiri untuk “memasuki” sistem yang kita buat di dunia fisik, termasuk sistem digital yang kita agung-agungkan sekarang.

Salah satu pemain besar di balik “kecanggihan” ini adalah Bangsa Ifrit. Kalau kalian baca literasi kuno, (*aku juga kebetulan udah biasa bersinggungan dan papasan ama mereka, jd kadang iseng mempelajari langsung soal mereka) mereka ini adalah golongan jin yang sangat tua, bahkan beberapa di antaranya punya sejarah panjang sejak era “The Fallen One” di awal penciptaan manusia. Ifrit bukan jin sembarangan, mereka adalah teknokratnya alam gaib. Mereka sangat cerdas, memiliki kecepatan luar biasa, dan yang paling krusial, mereka mampu menguasai teknologi apa pun dengan cepet.

Tapi perlu aku garis bawahi yaa… Ifrit nggak melakukan pekerjaan receh. Kalau cuma sekedar jahilin orang jualan atau gangguin driver, itu bukan level Ifrit. Ifrit biasanya menangani “proyek” yang jauh lebih complicated, berhubungan dengan ilmu sihir tingkat tinggi, baik hitam maupun putih, atau sesuatu yg lebih besar lagi seperti misalnya bisa aku gambarkan ‘Urusan Negara’ hehe… 🤭

Nah, kenapa fenomena “receh” itu bisa terjadi? Karena seperti yang aku spill sebelumnya, Ifrit secara sukarela mengajarkan “ilmu” dan kemampuan teknisnya pada entitas lain yang vibrasinya lebih rendah, (*bahkan ngajarin nge-cheat pada Manusia yang bersekutu dengannya). Jadi, yang kalian temui di lapangan biasanya adalah entitas gaib yang merupakan “murid-murid” ifrit yang vibrasinya masih kasar sehingga gampang terdeteksi manusia awam.

Satu hal lagi yang harus kalian waspadai adalah Ifrit tidak pernah bekerja sendirian. Meskipun ia menampakkan diri secara tunggal, dengan wujud asap hitam pekat, mata menyala bak tungku neraka, dan suara distorsi yang memekakkan telinga, jangan pernah terkecoh. Mereka selalu memiliki backup yang terhubung dalam satu jaringan frekuensi. Menghadapi satu Ifrit berarti berurusan dengan sebuah kolektif yang terorganisir. Mereka adalah satu kesatuan sistem yang siap muncul dari mana saja secara simultan. Dalam sebuah perang gaib, bangsa mereka bisa muncul dari satu titik secara bersamaan seperti air bah hitam dengan mata menyala, taring gerigi dan kuku-kuku tajam, makanya kalo mau menghancurkan mereka, rusak frekuensi mereka supaya mrk gak bisa berkomunikasi satu sama lain. Jadi kaya kawan lebah yg hilang fokus untuk menyerang, krn mrk bingung.

image

Nah, dalam mekanisme transaksi ini, yang terjadi sebenarnya adalah sinkronisasi frekuensi. Manusia menciptakan teknologi berbasis gelombang elektromagnetik, dan bangsa Jin, terutama terutama kelas Ifrit adalah makhluk yang secara esensi tersusun dari energi api yang sangat halus (elektrik). Bagi mereka, masuk ke dalam jaringan internet atau memanipulasi data di cloud itu seperti kita sedang berjalan di taman. Mereka nggak butuh password, mereka cuma butuh “pintu” berupa resonansi energi dari manusia yang memang sedang berada di frekuensi yang selaras dengan mereka untuk bertransaksi.

Oya, kenapa sih bangsa gaib mau “repot” pesan makanan atau ojek? Seringkali itu bukan soal lapar secara fisik, tapi soal demonstrasi eksistensi atau kebutuhan untuk menyerap esensi dari sebuah aktivitas manusia. Dalam teks-teks esoteris modern, fenomena ini sering disebut sebagai glitch in the matrix. Transaksi itu nyata, datanya ada di server, tapi pelakunya tidak terdaftar di catatan kependudukan dunia kita. Mereka hanya meminjam sistem kita untuk menyelesaikan sebuah hajat atau sekadar bermain-main dengan batas antara logika dan anomali.

Makanya kita sering menemuka cerita seseorang yang mengantar penumpang ke rumahnya dan ternyata dia sudah meninggal, dan keluarganya sedang menunggu jasadnya diantar dari rumah sakit, atau kisah lain yg berhubungan dengan pesan atau kesan terakhir mereka yang telah pergi.

NB: Jangan anggap Ifrit hebat krn dia menguasai teknologi manusia haha… karena bagi Ras Malaikat teknologi milik manusia yg dikuasi Ifrit itu belum ada apa-apanya dibanding teknologi yang Ras ini miliki.

image

BING ID: lovelie_light

Oke pembahasan soal Ifrit dan kroninya sampai sini, aku akan lanjutkan dengan “Mata Uang” wajib yang ada di dimensi sana, sebagai syarat dari transaksi.

Lupakan soal uang kertas atau emas batangan, karena di sana sistemnya bukan currency berbasis materi, melainkan energi dan esensi. Makhluk gaib itu nggak butuh jajan di minimarket, tapi mereka butuh “bahan bakar” untuk eksistensi atau pengaruh mereka di dimensi ini.

Pertama. ENERGI VITAL (PRANA/CHI)

Ini adalah bayaran paling mahal. Manusia punya sesuatu yang nggak dimiliki makhluk gaib secara mandiri, sumber energi kehidupan yang terus bergenerasi. Saat manusia melakukan transaksi, seringkali yang “disedot” adalah vitalitasnya. Makanya, orang yang terlalu dalam berurusan dengan hal begini biasanya fisiknya terlihat layu atau cepat sakit.

Kedua. RESONANSI EMOSI

Makhluk tertentu “makan” dari emosi yang intens.

  • Emosi Rendah: Ketakutan, kecemasan, atau kemarahan. Ini ibarat junk food bagi mereka, mudah didapat dan bikin mereka kuat dengan cepat.
  • Pemujaan: Rasa hormat atau pengakuan dari manusia menaikkan “status” atau ego mereka di alam sana.

Ketiga. PERJANJIAN KONTRAK (ATTUNEMENT)

Seringkali bayarannya bukan sesuatu yang instan, tapi berupa akses. Dengan bertransaksi, manusia secara nggak sadar memberikan “izin” bagi entitas tersebut untuk masuk ke frekuensi hidupnya. Bayarannya adalah kebebasan si manusia itu sendiri yang perlahan terkikis karena terikat kontrak (janji).

Keempat. SIMBOLISME MATERI (SESAJI)

Kenapa ada bunga, kemenyan, atau kopi hitam? Ini bukan karena mereka makan fisiknya, tapi mereka mengambil esensi atau aroma (partikel halus) dari benda tersebut. Dalam hukum pertukaran, benda-benda ini berfungsi sebagai “jangkar” atau alat barter untuk menyamakan frekuensi antara dunia padat (kita) dan dunia halus (mereka).

Kelima. WAKTU DAN FOKUS MANUSIA

Pernah dengar istilah “perhatian adalah mata uang baru”? Di dunia spiritual pun sama. Saat kamu memberikan fokus, pikiran, dan waktumu secara terus-menerus pada mereka, kamu sebenarnya sedang mentransfer energi kreatifmu ke mereka. Bagi mereka, itu adalah aset berharga.

Analogi nya gini deh, Bayangkan manusia itu seperti power bank raksasa yang punya kapasitas produksi energi tanpa batas, sedangkan mereka adalah perangkat elektronik yang butuh charge. Transaksi yang terjadi sebenarnya adalah proses mengkoneksikan “kabel” yang berupa energi. Masalahnya, kadang mereka nggak cuma minta daya, tapi mau menguasai sistem operasinya juga, makanya sebagai manusia kita harus tetap waspada.

Intinya, dalam dunia gaib, nggak ada makan siang gratis. Setiap “bantuan” yang mereka berikan selalu punya price tag berupa bagian dari kedaulatan energi kita.

Sekali lagi aku gak bosen buat bilang kalo dunia ini jauh lebih luas dari sekedar apa yang bisa ditangkap oleh mata dan layar smartphone-mu. Pembahasan soal transaksi digital-gaib ini menutup sesi kita kali ini, tapi tenang saja, masih banyak pertanyaan seru lainnya yang bakal aku kupas di Part selanjutnya.

.

Keep your frequency high, stay vigilant, and don’t let the glitch scare you! 🥂✨

✧ ——— °˖✧◝(⁰▿⁰)◜✧˖° ——— ✧

Be kind and respectful, and I will do the same for you!

Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.

Makasih, Lovelie Light~🍀

image

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar