Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

✨ DIP TALK WITH LUV 🥂Ep. #2 (Part 2 -> CERITA SUASANA)

Sebelum baca ini, pastikan dulu udah baca yang ini : Jadi, cerita nya begini... image https://qph.cf2.quoracdn.net/main qimg a3a24c989f59a690b13f3d7d7...

lovelie-light 2 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel ✨ DIP TALK WITH LUV 🥂Ep. #2 (Part 2 -> CERITA SUASANA)

Sebelum baca ini, pastikan dulu udah baca yang ini :

Jadi, cerita nya begini…

image

Mau menyambut datangnya 2026, Sekala Niskala bikin ngobrol-ngobrol awal tahun. Awalnya sih dari sebuah keresahan, yang udah lama nggak ngobrol-ngobrol klenikan. Gpp kok sekali-sekali, mumpung koneksinya udah pada bagus juga di Sekala Niskala kan ?

Pembicaranya Teteh Lovelie Light (LVL) , diriku hadir sebagai fungsi moderasi aja, yang utamanya adalah menengahi apabila ada diskusi yang keluar jalur terlalu jauh, cari kesimpulan dari obrolan dan pertanyaan yang panjang lebar. Tapi mungkin juga sebagai host ya, memenuhi ruang dengan tanda tanya yang ada di dalam kepala.

Untungnya ada Cindul Cindy Delviana , yang mau mewakili POV dan rasa ingin tahu dari teman-teman semua.

Acaranya sih berjalan rame, partisipannya sampai 40 lebih, tapi cuma 13 orang sih yang orang…eaaaaa…😁

Bentuknya sih sebenarnya ngobrol-ngobrol biasa, cuma implementasi sederhana nya sebagai bentuk tanya jawab. Yang kemudian bergerak ke cerita-cerita kecil, lalu kemudian membentuk sebuah community wisdom pada akhirnya.

Kenapa dengan community wisdom ?

Karena seringkali pertanyaan yang muncul itu menggambarkan pola pemikiran orangnya. Semakin rumit pola pikirnya, akan semakin rumit pertanyaan yang diajukan. Semakin overthinking, akan semakin micro dan detil bentuk pertanyaannya. Semakin tidak peduli, akan semakin minim pertanyaan yang muncul.

Pola pemikiran ini lah yang kadang-kadang perlu untuk sedikit di”challenge”, untuk kemudian digeser dengan sendirinya. Biar tetap ada di koridor yang enak dan yang pas. Karena kadang, pertanyaan itu timbul dari pola pemikiran yang berlebihan. Sehingga dengan challenge pola pikirnya, justru akan menghilangkan pertanyaannya. Pertanyaannya hilang, bukan karena sudah mendapatkan jawaban, tapi karena sudah mengerti bahwa tidak perlu-perlu banget terlalu overthinking dan terlalu rumit.

Contohnya kemarin itu ada pertanyaan tentang kondisi yang membawa benda pusaka keluar pulau dan menyeberang samudra.

Ada teman yang bercerita, bahwa ada teman nya yang punya “pegangan”, berupa cincin pusaka. Entah apa itu bentuknya. Tapi dalam ceritanya adalah bahwa ia bepergian ke sebuah tempat menyebrang lautan. Tapi karena takut jadi masalah di tempat baru itu, cincin pusakanya diuntal alias ditelan, karena ketakutannya. Sehingga menjadikan dirinya ada di luar kesadaran selama di tempat tujuan di seberang lautan itu.

Pertanyaannya adalah : kenapa begitu ?

Akhirnya setelah tahu proses dan metodenya, pertanyaan itu hilang sendiri, karena utamanya adalah soal ketakutannya. Orang mana yang segitu takutnya sampai harus menelan sebuah cincin ? Udah nggak logis sih tindakannya, dan turunnya logika pasti disebabkan karena emosi yang berlebihan, dalam hal ini rasa takutnya. Rasa takut yang berlebihan, akan semakin menyebabkan tindakan-tindakan aneh dan di luar nalar pastinya ke depannya, karena logika orangnya sudah turun.

Ya kira-kira begitulah suasana ngobrol-ngobrol kemarin. Disertai dengan sedikit jokes dan ketawa-ketawa kecil di tengah malam.

Monggo, silahkan dilanjut Teh Lovelie Light (LVL) ceritanya.

Cheers,

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar