(part 1 dari 7)
Pada jaman dahulu kala, tersebutlah sebuah kerajaan dengan nama Sangkan Nenggala, yang berarti asal nya dari akar. Semua terjadi karena di jaman sebelum kerajaan berdiri, seluruh tanah berupa tanah kosong yang hanya berisi akar-akar saja, tanpa pepohonan. Namun ketika pendiri Kerajaan Sangkan Nenggala memutuskan untuk mendirikan kerajaan di sana, tiba-tiba dari akar-akar tersebut tumbuh dengan subur pepohonan yang tanpa sengaja membentuk sebuah kerajaan.
Alkisah, hiduplah seorang Begawan di Kerajaan tersebut, dengan nama Begawan Balawan. Beliau adalah seorang pemuka ajaran kebaikan yang hidup di Kerajaan tersebut, dipercaya sejak jaman raja pertama dan menjadi tumpuan kerajaan Sangkan Nenggala dalam perannya untuk mengajarkan kebajikan bagi seluruh rakyat.

Sang Begawan dipanggil oleh Raja terdahulu, sebelum tutup usia, dan melalui kata-kata terakhirnya, Sang Raja menitipkan pesan kepada Sang Begawan, untuk mencari orang yang paling cocok untuk menggantikannya sebagai Raja baru. Akhirnya Sang Raja pun tutup usia dan Sang Begawan menyandang sebuah tugas untuk menemukan raja baru bagi kerajaan Sangkan Nenggala.
Alkisah mulailah Sang Begawan untuk melakukan sebuah perjalanan dalam mencari pengganti Raja Kerajaan Sangkan Nenggala. Dari kuilnya, Sang Begawan berjalan kaki dengan berbekal makanan secukupnya yang dibungkus dalam sebuah kantung kecil yang dipanggul. Sang Begawan menyusuri seluruh negri wilayah Kerajaan Sangkan Nenggala, berpindah dari satu desa ke desa lainnya, dari sebuah kademangan ke wilayah berikutnya, dari desa menyusuri jalan kecil hingga sampai ke pelosok hutan.
Dalam perjalanannya, Begawan Balawan bertemu dengan Prabu Alit, seorang kepala Desa kecil di pinggiran Kerajaan Sangkan Nenggala.

“Prabu Alit, mau kah kau jadi penguasa dan Raja di Kerajaan Sangkan Nenggala ini ? Karena dirimu sudah memimpin sebuah desa kecil. ”, Tanya Begawan Balawan.
“Begawan, sudah peranku hanya untuk memimpin sesuatu yang kecil, tidak mengincar sebuah kebesaran karena itu adalah peran yang lain dalam menjalankannya. Kekhawatiran utamaku adalah tidak bisa menjalankan peran di luar peran diriku dalam kehidupan ini. ”, Jawab Prabu Alit dengan menunduk.
“Baik lah, kalau begitu, akan kuteruskan perjalanan mencari Raja Baru di Kerajaan Sangkan Nenggala ini. ”, Ucap Sang Begawan sambil berpamitan.
“Begawan, ku bisa menawarkan tenagaku untuk membantu dalam pencarian, sebagai teman, support dan pendukung. ” , Kata Prabu Alit.
Sejak itu, perjalanan Sang Begawan Balawan ditemani oleh Prabu Alit, dan mereka berdua berjalan bersama dalam pencariannya.
Suatu hari, mereka tiba di sebuah gunung tertinggi di Kerajaan Sangkan Nenggala, dan Prabu Alit pun berkata, ” Begawan, di gunung ini tinggal sesosok Danyang penjaga, yang memiliki kekuatan besar. Begawan mau berkenalan kah dengan nya ?”
Sang Begawan pun menganggukkan kepala sambil berkata, “Barangkali dari Beliau kita bisa mendapatkan petunjuk mengenai Raja berikutnya di Kerajaan ini. ”
Prabu Alitpun memanggil Danyang penguasa alam di sekitar gunung tertinggi itu, dan memanggil namanya “Angkerani Gayatri”. Lalu muncullah sesosok makhluk penghuni Gunung, dengan getaran energi yang besar dan terasa mengintimidasi kedua orang tersebut.

“Ada apa kamu memanggilku ? ”, Tanya Angkerani Gayatri.
“Angkerani Gayatri, perkenalkan, ini adalah Begawan Balawan, seorang Brahmana Kerajaan Sangkan Nenggala. Beliau sedang dalam perjalanan mencari Raja baru untuk memimpin kerajaan ini. ”, ujar Prabu Alit sambil memperkenalkan Sang Begawan.
Sang Begawan pun menundukkan kepala sambil menghaturkan salam, “Salam Angkerani Gayatri, saya adalah Begawan Balawan, yang sedang mendapatkan amanat dan tugas untuk mencari Raja berikutnya di Kerajaan Sangkan Nenggala. Bisakah Angkerani Gayatri memberikan petunjuk mengenai arah mana yang harus kami tuju dan di mana kami bisa menemukan Raja baru ini ? ”
Angekerani Gayatri berdiam termenung sejenak, lalu berkata..
“Ketika kalian berjalan menuju Timur atau Barat, maka kalian akan berjalan searah dengan matahari terbit lalu terbenam, atau berlawanan arah. Ini nanti yang membuat hari-hari perjalanan kalian terasa lebih pendek maupun panjang dari seharusnya. Sehingga pilihan terbaik adalah arah Utara atau Selatan, agar hari terasa seimbang lamanya.”
“Yang harus kalian cari itu seorang calon pemimpin dengan energi dominasi yang cukup besar, sehingga mampu untuk membagikan perhatian dan energi nya ke segenap rakyat Sangkan Nenggala ini. Bukan hanya energi dirinya yang kalian cari, tapi energi pendampingnya juga harus besar. ”
Begawan Balawan pun bertanya, “Bisa kah Angkerani Gayatri memberikan penjelasan kepada kami…seperti apakah ciri orang yang memiliki energi tinggi tersebut ?”
“Saya pun memiliki peran untuk menjaga keseimbangan dan keberlangsungan alam dalam kerajaan ini, jadi kalau diijinkan oleh Begawan, saya akan ikut dalam pencarian ini, membantu kalian mencari seorang Raja Baru ”, Kata Angkerani Gayatri.
Alhasil, mereka bertiga pun berjalan bersama dalam pencarian itu.
Hingga suatu hari, ketika mereka melewati pematang sawah di pinggiran desa, mereka kehabisan tenaga dan memilih untuk beristirahat sejenak di sebuah saung di tepi sawah. Saat itulah muncul seorang gadis muda berjalan dengan gaya ceria mendekati mereka.
“Hai, kalian lagi istirahat ya ? Kenalkan, namaku Dewi Ana, aku tinggal di dekat sini..itu rumahku.”, sambil menunjuk atap sebuah rumah yang terlihat dari kejauhan. “Kalian haus ya ? Kuambilkan minum sebentar ya ? Tapi tunggu di sini sebentar, kuambilkan dulu dari rumahku. Nggak lama kok, aku bisa berlari cepat ke rumah dan kembali ke sini dalam sekejap mata. ”

Tidak lama gadis itu pun langsung berlari meninggalkan mereka, dan terlihat semakin kecil menjauh, menuju rumahnya.
Sang Begawan, Prabu Alit dan Angkerani Gayatri pun hanya bisa saling memandang, dan tertawa bersama, tanpa perlu berbicara hal yang sama. Tubuh mereka seakan dipenuhi lagi dengan energi dan semangat ceria dalam menjalankan amanat yang dipikul, hanya dengan keceriaan dan energi dari gadis tadi.
Tidak lama gadis tersebut pun kembali dengan membawa air minum untuk dibagikan.
Setelah meminum air pemberian gadis itu, Sang Begawan pun berkata kepada gadis itu, ” Hai Dewi Ana, keceriaanmu membawa energi kepada kami dan itu yang kami butuhkan dalam perjalanan ini. Mau kah kamu ikut dengan kami ? Kami sedang dalam misi…”
“Mau dong..aku boleh ikut sama kalian ? ”, tiba-tiba Dewi Ana langsung memotong pembicaraan Begawan Balawan.
Saling melihat pun di antara ketiganya terjadi lagi, dan pecah tawa riang sekali lagi mendengar jawaban singkat dan cepat dari Dewi Ana.
Akhirnya perjalananpun dimulai, dengan beranggotakan empat makhluk dengan peran dan tugas masing-masing, tapi semua menuju kepada tujuan yang sama, yaitu pencarian Raja Baru yang akan dinobatkan dalam memerintah Kerajaan Sangkan Nenggala.
“Setelah hening, aku belajar: bukan dunia yang harus tenang—tapi jiwaku yang harus pulang.”
Hai Kawans Sekala Niskala, kali ini kami haturkan serangkaian tulisan berbentuk sebuah cerita yang menggambarkan perjalanan kami dalam sebuah kelas meditasi Advance. Kalau biasanya dalam kelas Meditasi Advance, setiap peserta pada akhirnya akan mendapatkan raport / report mengenai kondisi dan analisanya setelah mengikuti kelas dalam bentuk sebuah dokumen digital.
Tapi kali ini kami ingin sesuatu yang berbeda, kami akan mencoba menceritakan mengenai perkembangan dari setiap peserta kelas meditasi advance, melalui sebuah cerita. Dengan berbalur latar belakang cerita jaman dahulu kala mengenai “Perjalanan seorang Begawan mencari Raja baru”.
Selamat menikmati ceritanya, dan sampai jumpa di cerita berikutnya.
(yang sudah bisa menebak orangnya siapa, please jangan dispill ya orangnya siapa, biar aja jadi misteri di pemahaman teman-teman di sini dan di analisa kami, terima kasih).
Cheers,
artworks by : Lovelie Light (LVL)
writing by : King Of Alit
Analysis & Quotes by : Wisanggeni
Energy by : Cindy Delviana
All rights reserved at another dimension, feel free to read, but all kind of replication or use of any materials without permissions, will have consequences in another dimension (not this one).