Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

Ini tentang sebuah komunitas

Hai Kawans, gimana bulan purnama tadi malam ? Sudah menikmati kah ? Atau nanti malam ya bulan purnamanya ? Masih bulet dan masih bisa dilihat dan dini...

lovelie-light 4 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel Ini tentang sebuah komunitas

Hai Kawans, gimana bulan purnama tadi malam ? Sudah menikmati kah ? Atau nanti malam ya bulan purnamanya ? Masih bulet dan masih bisa dilihat dan dinikmati kok nanti malam..

Hari ini mau cerita sedikit mengenai arti sebuah “komunitas” nih…

Pengalaman dan share berawal jauh 5 tahun lalu, sejak masa Pandemi COVID yang “menyeramkan”.

Pada masa itu kebetulan saya sedang merintis sebuah usaha kuliner. Baru buka setahun, sudah dilanda badai pandemi, yang tentu saja pada waktu itu bukan industri kuliner saja yang menderita. Tetapi juga banyak industri dan usaha yang lain.

Tapi terjadi fenomena yang menarik pada masa itu, yaitu semua orang merasakan penderitaan yang sama. Ini dampaknya buruk sekali, banyak yang kehilangan anggota keluarganya pada masa itu, banyak yang kehilangan mata pencahariannya, banyak yang kehilangan arah dan motivasi lagi. Tapi satu hal menyatukan banyak orang, yaitu penderitaan dan kehilangan.

Di berbagai sektor industri pada masa itu terjadi fenomena yang lebih wow lagi, yang kelihatan banget (paling nggak di mata saya) adalah sebuah rasa yang sama. Melalui rasa yang sama, dimana pada masa itu adalah rasa pendertiaan, menimbulkan sebuah kesatuan yang lebih solid lagi.

Banyak brand pada waktu itu yang tidak lagi menganggap brand serupa menjadi kompetitor (pesaing). Seperti Burger King misalnya, pada masa itu, melakukan sebuah strategi yang menjadi Goodvertising, dengan menawarkan sebuah campaign untuk memesan dari McDonalds.

image

Atau Brand Kuliner lain Gokana, yang mengeluarkan campaign serupa dengan mengetengahkan kecerdasan mereka dalam berempati.

image

Maafkan contohnya yang berkutat di industri kuliner, mungkin karena saya pada waktu itu sedang di industri itu, jadi banyak fokus ke dalamnya.

Fenomena “convey a message of kindness” ini yang sangat menarik.

Karena merubah sebuah persepsi bahwa persaingan itu ternyata berbuntut baik buat kepentingan diri sendiri, tapi tidak buat orang lain. Sementara kolaborasi, akan menimbulkan efek yang baik, ke segala penjuru.

Di mata saya pribadi, ini bukan hanya tentang meniadakan kompetisi dan membuat kolaborasi saja. Tapi ini tentang berbagi sebuah rasa yang sama, yang ternyata bisa menyatukan, tidak membuat semakin lemah tapi justru menguatkan.

Ini tentang sebuah komunitas.

Sekumpulan orang yang memiliki rasa yang sama, dimana pada masa pandemi pada waktu itu , lingkaran kumpulan orang nya menjadi semakin meluas. Menjadi lebih memiliki empati dan concern tidak hanya terhadap orang yang ada di dalam circle nya, tetapi di luar circlenya juga karena satu hal saja, sebuah rasa yang sama. Itu yang menyatukan.

Setelah menyadari hal itu, baru deh mulai baca-baca mengenai community marketing. Baru sadar kalau, ternyata ada ilmunya ya untuk menyatukan sebuah komunitas itu. Ada approachnya, ada strategi nya, ada interaksinya, sehingga anggota komunitas lebih banyak berkontribusi dan berinteraksi dengan sebuah brand.

Dan ternyata..ini bukan hanya soal marketing…

Melainkan juga soal energi, karena bisa menjadi sesuatu yang besar karena penyatuan energi dari lebih banyak anggota, dari interaksinya, dari kontribusinya, terutama dari rasa yang sama. Boleh dibilang secara garis besar, penyatuan energi ini ada karena ada koneksinya.

Sehingga dalam membuat sebuah komunitas, ada koneksi yang terjalin dari interaksi, komunikasi dan kontribusi. Karena melalui koneksi-koneksi tersebut di atas, terjalin juga sebuah bagi-bagi energi yang semakin merata, sehingga kumpulan dari energi-energi tersebut menjadi sesuatu yang besar.

Soal komunitas ini pun menjadi sebuah fenomena lagi akhir-akhir ini..yaitu komunitas besar yang namanya “Stand Up Comedy”.

Iya kan ? Gitu kan ya ?

Sekarang ini mau content Youtube, Podcast, film, open mic, isinya orang-orang yang hampir sama semua, dari komunitas Stand Up Comedy. Fenomena ini yang menarik, karena akhirnya sebuah komunitas dengan “rasa yang sama”, bisa sama-sama menjadi besar dengan menyatukan, selain visi dan misinya, tetapi juga energinya.

Itu makanya banyak agama yang menganjurkan untuk beribadah bersama-sama, mau di mesjid, pura, gereja, vihara atau tempat ibadah lainnya. Karena memang energi kolektif dari koneksi dan perpaduan berbagai aliran energi, akan menjadi sesuatu yang besar.

Itulah komunitas…

Senang sekali di kesempatan ini saya masih ada umur dan kemampuan untuk bisa berdiri dan bergerak, serta menyaksikan bergulirnya sebuah komunitas di Sekala Niskala ini.

Secara pribadi, saya mau mengucapkan terima kasih, sebagai bentuk penghargaan yang saya bisa berikan kepada teman-teman di sini, yang sudah mulai bisa membagi energi dan bergerak, serta bergulir. Yang awalnya hanya sebuah komunitas berbasis tulisan di media online, yang kemudian bergulir membuat beberapa acara, sampai akhirnya menjadi sebuah interaksi yang dinamis berbasis online dan offline juga.

Terus bergulir teman-teman, karena bagi-bagi energi melalui sebuah rasa yang sama tidak hanya akan membuat diri lebih baik, tetapi juga akan semakin membesar suatu hari nanti dan berdampak ke lingkungan di sekitar, yang lebih luas dari diri sendiri.

Terima kasih atas kontribusi dan partisipasinya.

Cheers,

Quorahttps://qr.ae/p2jzpm

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar