Hai Kawans Sekala Niskala, hari ini mau diskusi sebentar mengenai perbedaan antara meditasi dan kontemplasi. Karena di luar sana suka banyak yang kebolak balik antara keduanya.
Suka ada yang bertanya dan bicara, kalau meditasi itu, tanyakan kepada diri sendiri mengenai hal tertentu. Tanyakan kepada dirimu, tentang sesuatu hal, nanti ada jawabannya. Sementara kontemplasi dianggap sebagai kegiatan bengong dan mengosongkan pikiran.
Padahal faktanya nggak begitu.
Meditasi itu pada dasarnya adalah sebuah ketidaksadaran. Jadi jangankan untuk bertanya, untuk merasakan secara fisik aja sebenarnya tidak bisa. Dalam melakukan meditasi, kita akan masuk ke dalam sebuah kondisi meditatif atau kondisi nol. Dimana semua emosi dan reseptor turun menjadi nol, dan kita memasuki sebuah kondisi ketidaksadaran.
Kira-kira nanti ujungnya adalah menemukan sebuah kontrol dalam ketidaksadaran itu. Atau bisa disebut juga dengan menemukan kesadaran dalam ketidaksadaran.
Sementara dalam kontemplasi, basisnya adalah kesadaran. Kondisi sadar dimana kita memutar balik rekaman kejadian-kejadian terdahulu di diri sendiri. Mengapa kita sampai pada sebuah keputusan, apa latar belakang keputusan yang diambil, apa peristiwa yang sudah dialami, bagaimana sebuah peristiwa mempengaruhi keputusan yang kita ambil, apa emosi dan rasa yang kita miliki ketika memasuki sebuah momen terdahulu di kehidupan kita. Kejadian apapun itu, merangkai pola pemikiran yang ada di dalam benak kita sendiri dan akhirnya akan mempengaruhi keputusan-keputusan yang kita buat.
Ini bukan kegiatan bengong loh ya. Karena pikirannya nggak kosong, melainkan memutar rekaman peristiwa terdahulu yang sudah kita lewati.
Tapi memang kegiatannya adalah berdiam diri berdiam diri, membuka mata, melihat ke depan, tapi di dalam diri memutar dan mengingat kembali peristiwa-peristiwa yang kita lalui.
Kadang dalam kontemplasi, kita tidak sadar bahwa ada sebuah peristiwa yang begitu penuh emosi, sehingga meskipun sudah belangsung lama, masih selalu diingat di dalam memory kita.
Kadang dalam kontemplasi, kita tidak sadar bahwa ada sebuah petuah atau saran dari seseorang yang tidak kita duga, yang masih kita ikuti sampai saat ini.
Kadang dalam kontemplasi kita tidak sadar betapa sulitnya melupakan seseorang, move on dan melanjutkan hidup tanpa dirinya.
Itu semua karena ada emosi yang masih melekat di dalam nya.
Singkatnya, dalam kontemplasi, kita menemukan ketidaksadaran diri kita melalui sebuah kesadaran.
Keduanya memiliki sebuah benang merah, yaitu deal with the emotions - berurusan dengan emosi.
Bedanya adalah…
Dalam meditasi, kita berlatih untuk menurunkan emosi kita dengan selalu meredam dan menghilangkannya. Latihan ini akan membuat diri menjadi lebih tenang dan lebih kalem dalam menghadapi sebuah persoalan yang butuh keputusan hidup di dalamnya.
Sedangkan dalam kontemplasi, kita berlatih untuk berdamai dengan emosi besar yang melekat dari kehidupan kita terdahulu.
Secara umum, aktivitas keduanya akan memberikan wadah kosong yang baru bagi diri ini. Dan biasanya kalau sudah ada wadah kosong, maka anugrah, berkah, nasihat, saran atau apapun itu bentuknya, akan lebih mudah masuk ke dalam diri.
Kontemplasi bisa dilakukan sendiri, kalau sudah mengerti caranya.
Tapi bisa juga dibantu oleh orang lain melalui sebuah panduan kata-kata, ataupun sebuah tanya jawab.
Di Sekala Niskala, kita coba share keduanya, dalam sebuah skala yang permulaan atau entry point. Bukan soal menunjukkan sebuah ilmu, tapi ini soal ajakan untuk belajar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Karena yang bisa dishare adalah sebuah metode dan pengertian, sedangkan perjalanannya tetap harus dilakukan sendiri.
Teman-teman yang sudah ada di Discord Sekala Niskala, kita bertemu nanti malam ya, dalam sebuah simulasi kecil tentang kontemplasi. Sebuah acara 1 jam bersama, yang mengenalkan sebuah simulasi awal tentang kontemplasi diri.

Cheers,