Hey kamu… Kalo takut musyrik kenapa dilakukan, pake embel-embel ‘bukan maksudnya musyrik ya” it’s nonsense!
Kalo kamu bilang kamu hanya ‘menghormati budaya/tradisi setempat’, kenapa kamu gak tau sesajen itu buat siapa?
Karena secara Logika Supranatural, kalo kamu takut musyrik JANGAN LAKUKAN! Kalo kamu menghormatin tradisi, TANYAKAN “untuk siapa sesaji itu” karena kamu harus tau tujuanmu dan ini logis!!
Jadi berhentilah membiasakan diri melakukan ritual dan memberi sesaji hanya berdasarkan “menghargai orang tua” atau “menghargai tradisi lokal”, tanpa tau tujunnya… karena kamu gak akan tau pilihan itu akan memberi konsekuensi apa!

Sebenernya aku pingin membicarakan soal podcast ini:
Dari sisi Ritual Sesajinya ya bukan dari sisi Santet-nya, kalo soal Santet aku gak perduli wkwkwkk…
Aku akhirnya berfikir, banyak banget orang yang salah ‘menghadapi’ ritual dan sesaji dengan menganggap itu sebagai perilaku “menghargai budaya/tradisi lokal” atau hanya karena “gak enak ama orang tua”.
Ku kasih tau yaa… Ritual memberi Sesajen itu = kamu membuka komunikasi, kamu menerima semua persyaratan yang ada disitu tanpa ada bargaining position**, kamu dianggap menerima semua resikonya secara otomatis.**
Ini bukan soal Agama, bukan soal Tradisi… ini soal LOGIKA SUPRANATURAL! Jangan biasain berpegang teguh sama “katanya-katanya orang lain” ya! Karena itu akan membahayakan diri kamu sendiri! Yang harus paham soal itu adalah diri kamu sendiri, bukan pake apa “kata orang”!
.
KARENA NIAT DAN TUJUAN ITU PENTING!!
Membuat ritual dan bikin sesajen itu, secara spiritual, bukan cuma sekadar taro sajen di tempat tertentu. Itu adalah tindakan mengirimkan energi. Kita HARUS punya niat yang jelas. Kita tahu energi apa yang mau kita kumpulkan dan ke mana arahnya. Sesajen pun begitu. Setiap item, dari bunga, buah, makanan, minuman, hingga rokok, punya vibrasi dan makna simbolisnya sendiri. Jadi, kalau seseorang melakukannya tanpa tahu recipient-nya siapa atau niatnya apa, itu sama aja kayak kita kirim paket ke alamat yang gak jelas. Energinya jadi random, dan bisa nyasar ke entitas yang mungkin gak se-frekuensi sama kita, atau bahkan yang niatnya kurang baik, seperti yang terjadi mapa si Teh tika di podcast ini.
KITA GAK PERNAH TAU ENERGI APA YANG AKAN KITA HADAPI!!
Kita semua setuju ya kalo kita semua punya energi. Iya kan!
Kita masing-masing bisa merasakannya saat lagi grounding dengan alam, atau saat terkoneksi dengan seseorang atau sesuatu. Nah, sesajen itu memanfaatkan energi kita, energi niat dan tindakan yang kita alirkan.
Kalau kita gak tahu mau dikasih ke siapa, energi itu bisa jadi “panggilan” yang terbuka untuk siapapun bahkan yang negatif sekalipun. Dalam dunia supranatural, ini bisa jadi riskan. Entitas di sekitar kita itu banyak, dari yang netral, positive, sampai yang punya agenda sendiri. Dengan niat yang gak jelas, kita bisa menarik perhatian yang gak kita inginkan. Ini bukan soal takhayul atau horor, tapi lebih ke prinsip fisika energi, bahwa setiap aksi spiritual punya reaksi, dan setiap niat menciptakan magnet.
Menghargai tradisi atau mengikuti kata orang tua itu bagus, tapi menghargai tidak sama dengan mengikuti tanpa pemahaman. Menghormati tradisi seharusnya memotivasi kita untuk belajar, bertanya, dan memahami filosofi di baliknya. Kenapa kakek-nenek kita dulu melakukan ini? Apa makna di balik setiap persembahan? Itu bukan pertanyaan yang musyrik, tapi justru pertanyaan yang mencerminkan rasa ingin tahu dan keinginan untuk terhubung lebih dalam dengan akar budaya kita. Dengan bertanya, kita bukan hanya menjadi pewaris tradisi, tapi juga penjaga kearifan yang ada di dalamnya. Ini membuat praktik spiritual kita lebih otentik dan bermakna.
Terakhir, semua ini balik lagi ke kesadaran diri!
Oke misalkan kamu seorang Muslim atau Beragama apapun dan kamu percaya bahwa sesajen bisa mengarah ke musyrik, atau kamu seorang spiritualis yang memahami konsep energi, KUNCINYA TETAP SAMA!! Kamu harus tahu apa yang kamu lakukan dan KENAPA kamu melakukan itu!
Gak perlu sok-sok-an autopilot saat kamu menjalani ritual dengan label “tradisi” atau “menghargai doang”. Gunakan akal logis dan intuisi spiritualmu. Pilihan untuk memberi sesajen, sama seperti pilihan hidup lainnya, akan membawa konsekuensi. Maka, pastikan konsekuensi itu adalah hasil dari niat yang sadar dan terarah, bukan karena ketidaktahuan.
Jadi, masih mau bilang ‘menghormati tradisi’ tanpa tahu apa-apa? Pikirin lagi lah! Karena dalam dunia astral… energi adalah kunci dari semuanya, ketidaktahuanmu bukanlah alasan, tapi justru undangan terbuka untuk hal-hal gaib lain yang mungkin bisa sangat berbahaya buat kamu, apa lagi kalo kamu kosong, gak tau apa-apa!
Kita harus jadi generasi yang cerdas secara spiritual. Yang berani bertanya, yang enggak perlu malu menggali, dan yang memilih dengan sadar. Karena warisan terbaik bukanlah tradisi yang diwariskan buta, melainkan kearifan yang dihidupkan kembali dengan kesadaran penuh.
“Tradisi tanpa pemahaman adalah fosil. Tapi tradisi yang dihidupkan dengan kesadaran adalah energi.” — Lovelie Light 2025
✧ ——— °˖✧◝(⁰▿⁰)◜✧˖° ——— ✧
Be kind and respectful, and I will do the same for you!
Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.
Makasih, Lovelie Light~🍀
