Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

Keseimbangan karakter manusia dari sisi Cakra dan Aura. Dan toleransi terhadap hal itu.

Hai Kawans Sekala Niskala, hari ini mau cerita sedikit mengenai beban hidup yang dipikul. Tapi ini bukan dari sisi ekonomi, bukan dari sisi status sos...

lovelie-light 4 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel Keseimbangan karakter manusia dari sisi Cakra dan Aura. Dan toleransi terhadap hal itu.

Hai Kawans Sekala Niskala, hari ini mau cerita sedikit mengenai beban hidup yang dipikul. Tapi ini bukan dari sisi ekonomi, bukan dari sisi status sosial, melainkan hanya dari sisi penilaian dan ekspektasi orang lain terhadap diri.

Memang kok, manusia itu hidup mencari sebuah kesempurnaan, sebuah kondisi dimana semuanya serba ideal menurut pemikiran dan persepsi dirinya. Ada sebuah ide di dalam kepalanya, mengenai ekspektasi yang diharapkan dari karakter seseorang. Seperti ketika memilih teman, mencari jodoh, mencari teman bisnis, mencari pegawai, dan sebagainya.

Karena banyak beredar di luar sana, sebuah kondisi yang ideal seluruhnya, tanpa memikirkan prosesnya. Misalnya untuk seorang pegawai, kriterianya harus yang rajin, pintar, tapi minta gaji kecil, mau kerja lembur, bisa memimpin di suatu hari nanti, tapi juga nurut kepada atasan. Atau seorang jodoh yang ideal, harus rupawan (cantik / ganteng), banyak duitnya, banyak ilmunya (pintar), punya pekerjaan tetap, punya banyak waktu pada keluarga, perhatian kepada pasangan, dan lain sebagainya.

Tentu saja sekilas melihat kriteria-kriteria itu, kita bisa langsung mendapatkan sebuah gambaran bahwa hal itu tidak mungkin. Bukan hanya berlindung di balik alasan bahwa tidak ada yang sempurna, melainkan lebih dari itu. Semua orang akan bertumbuh dan berkembang sesuai dengan pengalaman dan ilmu yang didapatnya, sehingga semua pasti akan berubah pada waktunya. Ini salah satu alasan lainnya.

Nah, sampai di bagian ceritanya nih..

Jadi awal join di Quora, banyak pertanyaan mengenai cakra dan aura yang saya jawab. Dan memang sengaja, dm saya buka, sehingga banyak pertanyaan-pertanyaan personal yang datang. Kala itu, masih ada niat untuk sebuah tirakat / nazar, untuk banyak bantu orang, sehingga apapun dan siapapun yang datang pasti saya jawab. (Kalau sekarang sudah selesai masa tirakat setahun full itu, dan sudah lebih pilih-pilih dalam menjawab. Itupun paling hanya kulit luarnya saja).

image

Yang bisa saya ceritakan di sini adalah, bahwa fenomena sebuah kondisi ideal itu ternyata ada di dalam benak hampir setiap orang.

Seperti misalnya, ada yang bertanya,

“Gimana caranya saya mau bisa bergaul dengan banyak orang ? Karena saya cenderung introvert dan menikmati sendiri. ”

Dalam diri saya menerjemahkan hal itu dari sisi sudut pandang cakra dan aura menjadi, “berarti dirimu tidak nyala cakra solar plexus yang di perut, sehingga aura kuning nggak punya”. Berarti pertanyaannya adalah, bagaimana cara menyalakan cakra kuning ?

Jadi saya berikan nasihat untuk lebih banyak berolah raga, dan coba untuk dirutinkan.

Tapi…

Nanti kalau sudah nyala aura kuningnya, dan jadi mudah bersosialisasi, itu akan jadi kebutuhan loh. Jadi butuh ada orang lain dan butuh bersosialisasi dengan orang. Ketika kebutuhan itu tidak terpenuhi, badan akan merasa kekurangan dan kesepian yang sangat.

Jawabannya, yaaah jangan dong…saya masih ingin menikmati kesendirian dan sisi introvert saya ini.

Nah loh..gimana dong jadinya…

Atau ada yang bertanya lebih ke arah klenik lagi seperti..

“Bang gimana caranya bisa lihat makhluk halus ? ”

Terjemahan dalam pemikiran saya, dari sisi cakra dan aura, berarti cakra ajna nya nggak nyala, sehingga aura ungu nya tidak berpendar. Dan ingin untuk menyalakan cakra ajna.

Ini prosesnya panjang, karena 3 cakra teratas di tubuh manusia (aura biru, ungu dan putih), itu sangat exclusive. Tidak semua orang bisa nyala, karena memang butuh energi yang sangat besar untuk menyalakannya. Mengingat hal itu, saya tanyakan kembali, kepada orangnya, buat apa mau dinyalakan.. ?

“Ya pengen aja sih, pengen tau dunia itu seperti apa..”

Boleh sih, tapi ada konsekuensinya. Pertama pasti jadi ansos, kedua pasti jadi males cari duit karena pola pikirnya akan jadi berbeda jauh dari pola pikir orang biasa. Berikutnya yang ketiga adalah akan dijauhi oleh banyak orang, ya karena itu tadi, pola pikirnya jadi berbeda dengan orang biasa.

Jawabannya, “Ya jangan dong…gak jadi deh, belum siap kayaknya..”

Atau pertanyaan yang lain..

“Bagaimana saya bisa jadi pemimpin, tapi tidak sombong. ”

Nah loh, yang ini bagian yang susah dan sulit nih. Kalau mau jadi pemimpin, minimal cakra di leher harus bisa menyala, yang bikin jadi punya aura warna biru, dan ini bikin orangnya punya karakter yang berwibawa. Tapi…setiap karakter yang didapatkan itu tidak hanya satu, tidak hanya yang positif-positif melulu, tapi pasti ada sisi negatifnya. Kalau pada cakra biru, adalah dianggap sombong.

Ya mau nggak mau, kalau sudah punya wibawa, berarti otomatis akan mengintimidasi banyak orang. Reaksi orang-orang yang terintimidasi adalah akan dicap sebagai orang yang sombong dan dijauhi. Oleh karena itu aura biru itu akan jadi introvert, penyendiri, punya wibawa dan dianggap sombong oleh orang lain.

Masih banyak kok ternyata yang “ingin menjadi orang lain.” Alih-alih merangkul dan memahami dirinya sendiri dengan lebih baik lagi.

Diri sendiri itu unik kok, karena memang semua orang diciptakan berbeda, dan punya peran masing-masing di dunia ini. Lebih baik memahami diri sendiri dulu, sebelum bercita-cita ingin menjadi orang lain.

Yuk kita bahas tuntas dan detil mengenai hal ini di SN Hajatan - Menyambut ulang tahun Sekala Niskala. Dengan topik “Cara sederhana membaca aura temanmu..”

Kita akan diskusi di Channel Voice Discord, dan bahas ini lebih dalam. Baik dari sisi konsep, maupun metode sederhana dalam membaca aura.

Monggo, yang mau ikutan diskusi dan ngobrol-ngobrol, ditunggu di

Hari Sabtu, 23 Agustus 2025 Jam 20.00 sampai selesai Di Discord Sekala Niskala

Jangan lupa, sebelum tanggal dan jam nya, daftar dulu ke Cindy Delviana

image

Sampai bertemu di hari Sabtu.

Cheers,

Quorahttps://qr.ae/p2jzpm

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar