Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

[LVL-34] — MENULIS ULANG CERITA HIDUP: DARI TRAUMA KE TRANSFORMASI ENERGI

Kita semua pastinya tuh pernah mengalami masa masa sulit, trauma, kekecewaan, gagal atau bahkan dikelilingi oleh orang orang yang membawa vibe negatif...

lovelie-light 4 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel [LVL-34] — MENULIS ULANG CERITA HIDUP: DARI TRAUMA KE TRANSFORMASI ENERGI

Kita semua pastinya tuh pernah mengalami masa-masa sulit, trauma, kekecewaan, gagal atau bahkan dikelilingi oleh orang-orang yang membawa vibe negatif yang sempat menjerumuskan kita pada sesuatu yang ternyata bukan hal yang baik setelah kita menyadarinya. Rasanya seperti terjebak dalam lingkaran setan, di mana setiap langkah yang diambil hanya semakin dalam menjebak kita dan membiarkan kita terperosok kedalam comberan yang kotor.

Tapi, kawans jangan khawatir, ketika kita tau cara dan waktu yang tepat untuk melepaskan diri dari hal yg membelenggu seperti itu, kita tidak hanya mengubah energi kita menjadi lebih positif, tetapi juga menulis ulang cerita hidup kita.

Kali ini saya mau coba sedikit berbagi gimana caranya kita untuk move-on dari semua itu dengan cara yang asik dan penuh makna sehingga meninggalkan kesan yang mendalam, bukan lagi trauma atau kesedihan.

Saya akan awali dengan pemahaman bahwa melepaskan itu susah. Ibarat mencoba melepaskan pegangan dari sesuatu yang sudah terlalu lama kita genggam, rasanya berat dan juga takut. Tapi ya… dalam dunia spiritual, melepaskan adalah langkah pertama menuju kebebasan. Energi negatif yang kita pegang hanya akan menghalangi kita dari jalan menuju potensi diri kita yang sebenernya.

image

BING ID: lovelie_light

Jadi, pertanyaannya adalah: bagaimana cara kita melepaskan?

Satu cara yang efektif adalah dengan melakukan refleksi. Kita bisa mulai dengan cari nyisihin waktu bentar untuk duduk dan menulis semua perasaan yang sedang mengganggu pikiran. Apakah itu rasa sakit dari hubungan yang buruk, kekecewaan yang mengendap, atau bahkan ketakutan akan masa depan? Dengan menuangkan semua itu ke dalam tulisan, kita memberi suara pada emosi yang selama ini terpendam. Ini adalah langkah penting untuk mulai merelakan.

Setelah menuangkan semua perasaan kita, saatnya untuk mengubah narasi. Jadi, alih-alih kita ngeliat pengalaman buruk sebagai akhir dari segalanya, kita bisa coba melihatnya sebagai pelajaran. Apa yang bisa kita ambil dari sumua kejadian itu?

Dalam psikologi, ada konsep yang disebut “growth mindset,” di mana kita percaya bahwa kita bisa tumbuh dan belajar dari setiap pengalaman. Dengan mengubah perspektif, kita mulai mengambil kembali kontrol atas cerita hidup kita sesuai dengan tema yang kita mau.

Berbicara tentang kontrol, mengatur energi juga penting. Balik lagi ke beberapa ritual mindfulness yang selalu saya sarankan, apa lagi kalo bukan dengan cara meditasi, jurnaling dan sejenisnya. Waktu kita berlatih, fokuslah pada pernapasan dan bayangkan setiap hembusan napas membawa pergi energi negatif. Ketika kita melakukan ini, kita gak cuma membersihkan pikiran, tetapi juga menyelaraskan tubuh dengan energi positif. Ini adalah cara yang paling aman dan seru untuk menemukan kembali diri kita.

Setelah kita mulai merasakan energi positif dan bisa menjaga kestabilannya, saatnya untuk kita memilih untuk dikelilingi hal-hal yang mendukung. Lingkungan kita sangat mempengaruhi energi yang kita bawa. Jadi, pilihlah teman yang memberikan vibrasi baik, musik yang mengangkat semangat, dan buku yang memberi inspirasi. Ini adalah langkah untuk menciptakan “bubble” positif di sekitar kita, atau saya lebih suka menyebutnya “My Territory.”

Nah sekarang, kita balik ngomongin soal ritual. Dengan membiasakan ritual sederhana, seperti menyalakan lilin aroma terapi saat merenung, lalu jurnaling atau membuat vision board, bisa jadi cara-cara yang simple tapi nyenengin untuk melepaskan hal-hal atau pengalaman yang buruk dan membuat rencana untuk pengalaman baru yang lebih positif. Ritual ini berfungsi untuk mambantu kita berkomitmen dalam project perubah menjadi lebih baik. Karena setiap langkah kecil adalah bagian dari perjalanan besar, nikmati setiap prosesnya ga perlu terburu-buru atau memaksakan diri.

Ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan, biasakan memberi diri kita ijin untuk merasakan apa yang sedang terjadi, menangislah jika itu sakit atau sedih! Kita sering kali berpikir bahwa harus kuat dan tidak boleh lemah, tapi itu salah besar! Dalam dunia spiritual, merasakan adalah bagian dari proses penyembuhan. Jangan takut untuk menangis atau merasa kecewa, itu adalah bagian dari menjadi manusia. Dengan merasakan, kita belajar untuk melepaskan. Tapi jangan terlalu berlarut-larut, beri batas waktu pada diri kita untuk merasakan, agar bisa move-on sesuai dengan rencana.

“Sehingga energi tidak menjadi emosi, lalu emosi tidak menjadi belenggu”

Setelah kita mulai merelakan untuk melepas semua kenangan lama itu, saatnya untuk menetapkan niat baru kita. Apa yang ingin kita capai?, Apa yang ingin kita rasakan?, Apa yang ingin kita kerjakan? Menetapkan niat dengan jelas adalah cara kita membangun mindmaping untuk masa depan. Ini adalah saat kita bertransformasi dari “saya yang lama” menjadi “saya yang baru” dengan lebih percaya diri.

Nah, sampai disini kita kudu inget juga kalo yang namanya perjalanan itukan proses yaa… bukan tujuan. Kalo ada kalanya kita ngerasa mundur atau stuck. Itu hal yang normal! Yang penting adalah gimana kita berusaha untuk bangkit kembali dan terus bergerak maju dengan tetap positif. Semua pengalaman yang kita hadapi dalam pelajaran dan pembelajaran hidup adalah bagian dari cerita yang sedang kita tulis.

Kawans, kita manusia memiliki kekuatan untuk mengubah energi kita dan menulis ulang cerita hidup kita. Dengan cara melepas kenangan lama menyakitkan dan menggantinya dengan pengalaman baru yang lebih seru, dari situ kita ngasih diri kita kesempatan untuk berkembang. Fingers-Crossed kita bisa memulai perjalanan ini dengan penuh semangat dan rasa percaya kalo masa depan kita bisa lebih cerah dari yang kita bayangkan.

Cuss ahh, saatnya kita melepaskan, lalu melangkah, dan menulis ulang kisah hidup kita, menjadi versi terbaru yang lebih baik~ .✨

——— ⋆ ˚。⋆୨>0<୧⋆ ˚。⋆ ———

Be kind and respectful, and I will do the same for you!

Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak menjawab pertanyaan yang berhubunan dengan konsultasi hal-hal gaib, dan sejenis itu.

Makasih, Lovelie Light~🍀

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar