Selamat hari Jumat Kawans Sekala Niskala, udah beberapa waktu ini saya jarang nulis di Ruang ini yaa… Kenapa sih? Sebenernya lebih ke belum dapat ide tulisan yang pas untuk di bagikan aja hehe… bukan, bukan karena saya ga kangen ama ruang ini. Oke, kita mulai aja, dari pada makin random nanti kelakukan saya~😝
Pernah ga Kawans Sekala Niskal mengeluh sama kondisi lingkungan dimana orang-orang seolah memperlakukan Kawans berbeda? Pasti pernah lah ya, manusiwi kan ga ada manusia yang sempurna. Tapi bukan berarti ga bisa menjadi manusia versi terbaik dari diri kita lho, inget itu!
Jadi, sebelum Kawans sekalian mengeluh dan mengeluh tentang perlakuan orang lain terhadap Kawans, ada baiknya sedikit menengok ke dalam diri. Bagaimana sebenarnya sikap Kawans di hadapan mereka? Karena Energi yg kurang baik aja bisa membuat orang lain males lho deket-dekat ama kita, apa lagi sikap, kelakuan dan perkataan yang ga baik.
Sadar ga sih sering banget, kita tuh kejebak dalam pikiran bahwa orang lainlah yang bersalah, padahal mungkin kita sendiri yang kurang peka terhadap kehadiran mereka. Mari kita introspeksi: Seberapa menganggu sikap kita sehingga orang lain merasa jengah sama keberadaan kita?

BING ID: lovelie_light
*“Sebelum menyalahkan orang lain, lihatlah ke dalam diri. Apa yang sudah kamu berikan untuk membuat orang lain peduli dan menghargaimu?” —*LVL 2025
Kita semua ingin diperhatikan, betul?!
Tetapi ingat nih yaa… Perhatian bukanlah hak yang otomatis kita dapatkan! Di dunia di mana manusia hidup penuh dengan kesibukan dan kepentingan masing-masing, gak realistis untuk menganggap bahwa kita adalah pusat perhatian. Kalo kamu ngerasa diabaikan, mungkin saatnya untuk bertanya pada diri sendiri, “Apa yang bisa saya tawarkan, dan bernilai bagi orang lain?” Ini bukan tentang mencari validasi, tetapi tentang menciptakan nilai positif (value) pada diri kita.
Dan bagi para penggemar hal logis, tentunya sangat paham kalo Menciptakan nilai positif bukanlah hal yang instan, kecuali pake oplosan dan ini jadi ga logis lagi, tapi oplosan juga ga akan bekerja pada semua orang~😁*.*
Tapi secara normal menciptakan nilai positif pada diri kita itu memerlukan waktu dan usaha. Kita bisa mulai dengan memperbaiki pola pikir. Alih-alih berfokus pada apa yang orang lain pikirkan tentang kita, cobalah untuk menemukan apa yang bisa kita kontribusikan. Apakah itu melalui keterampilan, kebaikan, atau bahkan hanya dengan menjadi pendengar yang baik. Jadi nih ya kalo kita memberikan nilai yang baik, udah bisa dipastiin perhatian akan datang dengan sendirinya.
Kalo dari pandangan saya, menjadi orang yang “menyebalkan” bukanlah identitas yang harus kita pegang berlama-lama. Kalo kita cuma fokus ama perhatian yang kita inginkan doang, kita gak bakalan sadar kalo kelakuan kita itu bisa aja ngebuat orang lain ngerasa gak nyaman. Dalam konteks psikologi, ini disebut sebagai ego sentris. Mengubah fokus dari diri sendiri ke orang lain bukan hanya membuat kita lebih menyenangkan, tetapi juga memperkaya hubungan kita. Dilatih deh, bisa koq!
Dan tau gak kalo Spiritualitas juga berperan penting banget dalam proses ini. Kalo kita berusaha untuk memahami diri sendiri dan orang lain di sekitar kita, kita mulai menyadari bahwa setiap individu memiliki cerita, beban, dan tujuan masing-masing. Kalo udha paham soal ini, kita bisa lebih empatik dan menghargai keberadaan orang lain dalam hidup kita. Dan kalo karena itu kita mampu memberikan nilai, kita juga akan lebih mudah menerima orang lain apa adanya.
Kalo semisal kita udah ngerasa berusaha, tetapi tetep saja sulit untuk diterima. SABAR! Coba deh buat gak keburu-buru. Proses ini memerlukan waktu, coba pikir udah berapa lama kita bersikap “menyebalkan”, itu tanpa sadar udah jadi kebiasaan dan merubah kebiasaan itu ga mudah. Makanya saya mau bilang lagi perubahan tidak selalu terlihat secara instan. Tapi orang akan merasakan perubahan itu kalo kita melakukannya dengan tulus dan konsisten. Kalo gak sabaran, dicuekin dikit langsung komplen dan playing victim… gagal deh, makin males orang sama kita nantinya.
Kawans, kita ini adalah arsitek dari pengalaman hidup kita sendiri. Kalo kita pingin diperlakukan dengan baik, mulailah dengan memperlakukan orang lain dengan baik.
Minimal dengan cara ini, kita gak cuma menciptakan nilai dalam hidup kita, tetapi juga membangun komunitas yang saling mendukung. Jadi, sebelum menyalahkan orang lain, yaa introspeksi diri dan berusaha menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri dulu aja.
MINDFULNESS.
Nah, kira-kira cukup sekian dulu obrolan kita hari ini, sampai jumpa kapan-kapan deh kalo ada ide nulis lainnya ya, makasih udah mau mampir dan baca-baca di Ruang ini.
“Kamu bukan pusat alam semesta. Jika ingin diperhatikan, ciptakan nilai positif yang membuat orang lain tertarik, ingin mendekat dan merasa nyaman denganmu.” — LVL 2025
——— ⋆ ˚。⋆୨>0<୧⋆ ˚。⋆ ———
Be kind and respectful, and I will do the same for you!
Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak menjawab pertanyaan yang berhubunan dengan konsultasi hal-hal gaib, dan sejenis itu.
Makasih, Lovelie Light~🍀