Sebelum saya menjawab pertanyaan ini, saya mau Kawans sekalian kesampingkan dulu informasi yang disampaikan oleh Agama yaa, bukan apa-apa sih, cuma supaya netral dulu aja pikirannya.
Walau ada di salah satu kitab suci menyebutkan “semua makhluk yang hidup, akan menemui kematian”. Yang dimaksud “makhluk yang hidup” bukan hanya yang memiliki raga fisik aja kan berarti, yang tidak memiliki raga fisik tapi hidup di tiap layer dimensi pun termasuk “makhluk hidup.”
Dan walau banyak kisah-kisah Jin yang di bunuh, terutama dalam konteks hubungannya dengan kisah para Nabi dan Rosul.
Saya akan ceritakan pengalaman pribadi saya saja sebagai patokan saya dimana bangsa Jin bisa dibunuh dan bisa mati, Entah itu di bunuh oleh manusia dalam konflik seperti perang gaib yang disebabkan sihir atau dibunuh oleh sesamanya dari bangsa Jin, atau bahkan oleh bangsa Iblis.
Karena alam atau dimensi yang ada di Alam Semesta ini kan banyak dan berlayer ya, setiap layernya di huni entitas-entitas tertentu dengan kemampuan-kemampuan tertentu dan konflik kepentingan yang menyertainya. Sama kaya manusia, Bangsa Jin juga menghadapi Konflik kepentingan, di mana tentu saja fenomena gak tidak terhindarkan dalam interaksi sosial, baik di antara individu maupun kelompok.
Salah satu yang akan dibahas disini kan Bangsa Jin yaa… Walau bangsa Jin memiliki perhitungan usia yang lebih panjang dari manusia, tapi sebagai makhluk hidup mereka juga punya kesadaran dan kebutuhan dimana biasanya ini yang menyebabkan terjadinya konflik satu sama lain. Nah kalo udah ada konflik, ga jarang ada yang mati juga. Kebanyakan mereka duel untuk mempertahankan diri atau mempertahankan teritorinya.
Biasanya karena apa sih mereka berkonflik?

BING ID: lovelie_light
Mereka berkonflik biasanya karena beberapa hal sih, misalnya kaya Keterbatasan Sumber Daya, ya sama kaya manusia juga… mereka membutuhkan sumber makanan, tempat tinggal atau wilayah kekuasaan, makanya ga jarang suka ada drama rebut-rebutan teritori. 😅
Selain itu, banyak sekali bangsa jin yg menjual jiwa mereka pada Iblis, sama kaya manusia gitu, untuk tujuan-tujuan tertentu, dan endingnya akan di klaim sama bangsa Iblis. Kalo udh di claim jiwa yang ada pada Jin dan manusia akan dimanfaatkan demi kepentingan iblisnya, biasanya yg berhubungan dengan energi gitu sih.
Perbedaan Tujuan dan kepentingan politik juga bisa jadi penyebabnya. Kedengarannya lucu kan ya, tapi saya kasih tau, ada perang gaib yang didasari ama perbedaan tujuan dan kepentingan politik kaya gini lho, kalo manusia biasanya pake black campaign ya, kalo bangsa Jin mereka terjun ke medan perang, duel satu lawan satu atau sekalian perang nurunin prajurit terbaik mereka, dan perang kaya gini sering kejadian ga jauh-jauh dari kita koq. Makanya kadang kalo saya lagi nonkrong tiba-tiba langit jadi memerah nah itu biasanya ada perang gaib, dan FYI kondisi langit memerah ini bukan krn senja ya, dan kejadiannya bukan cuma disiang hari aja, tapi di malah hari juga.
Dan kerennya walaupun konflik kepentingan dapat menjadi sumber ketegangan, mereka juga membuka peluang untuk negosiasi dan diskusi. Proses ini biasanya menghasilkan solusi yang saling menguntungkan dan memperkuat tatanan sosial. Menurut Kawans sekalian, emang kenapa beberapa Kerajaan Jin punya mentri dan utusan mereka sendiri untuk membicarakan perdamaian dengan Kerajaan Jin lainnya, ya untuk ini, perdamaian dan kerjasama yang saling menguntungkan.
Ga percaya? Padahal ada contoh yang terpampang nyata, eeaaa… Kerajaan Pantai Selatan bisa punya Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong dan Mbok Bereng di Parangtritis… mereka itu mentri-mentri yg ngurusin urusan dalam negri dan luar negrinya Kerajaan Pantai Selatan. 😁😊
Belum lagi ada juga Duta Besarnya yg berkuasa di Utara, Timur dan Barat, jeng jjeng jengggg…
Makanya, kalo ngomongin bangsa Jin, jangan soal klenikannya doang, pelajari hal lainnya tentang mereka yang lebih menarik lagi, karena dari pengalaman saya pribadi, mereka hidup sama kok sama manusia, ada lah plek-ketiplek-nya, bedanya dikit aja, mereka ga punya raga fisik, dan tentu dimensi tempat mereka hidup juga punya perbedaan dengan dimensi manusia, ini kenapa perlu sedikit penyesuaian diri kalo sedang berada di dimensi mereka, terutama tentang suasana dan energi yang bergerak dan berputar di dalamnya.
Karena bangsa jin hanya punya raga astral, maka setelah mati sosok mereka bersatu dengan alam semesta, seperti melebur gitu menjadi sisa-sisa aliran energi yg menipis dan menyatu sama aliran energi alam semesta, tanpa meninggalkan sampah seperti mayat yang tergeletak begitu saja seperti manusia yang punya raga fisik.
Makanya kalo ada yang nanya tentang “Kuburan Jin” nah saya ga relate dengan ini.
Apa lagi kalo saya mengambil catatan tentang adanya beberapa kelompok Jin yang memakan Jin lain entah itu diburu saat masih hidup atau dimakan saat sedang sekarat misal sekarat karena peperangang gaib yang saya jelaskan di atas, jadi ya mereka memang kanibal kaya burung-burung nazar yang mengawasi hewan-hewan sekarat di arena peperangan, atau ada yang sengaja bertarung untuk memakan lawannya yang kalah.
Dan kelompok Jin yang memburu sesamanya untuk dimakan biasanya melakukan ini untuk untuk menambah energi dan kekuatan mereka karena mereka sedang mempelajari ilmu tertentu, ilmu yang biasanya berhubungan dengan sihir atau diajarkan langsung oleh bangsa Iblis. Dan Jin-jin tipe ini biasanya disebut juga sebagai Siluman.
Selain konflik dengan sesama, gak jarang bangsa jin juga berkonflik dengan manusia, dalam kasus ini biasanya dikarenakan adanya campur tangan sihir. Banyak kasus sihir yang membenturkan manusia dengan bangsa Jin, endingnya kalo bukan manusianya yang mati, ya Jin-nya yang mati.
Bangsa Jin itu bergantung pada usia dan energi yang mereka miliki, biasanya semakin tua usianya maka semakin besar energinya, dan biasanya makin milih-milih tuh dalam bertindak, mereka cenderung menghindari konflik. Walaupun sebenernya kalo energinya besar makin susah untuk di singkirkan, tapi bukan berarti gak bisa.
Minimal kalo ga di bunuh biasanya ada metode untuk meng-absorb energi mereka sampai mereka jadi lemah, lalu setelah itu bisa disingkirkan dengan mudah. Nah jin-jin dengan energi besar tau resiko ini, kalo energi mereka di absorb maka mereka harus mulai lagi dari awal untuk mengumpulkan energi itu. Bangsa Jin yg melemah karena energinya di absorb, biasanya jadi buruan empuk para kanibal yang tadi saja ceritakan di atas, karena walau energinya melemah, tapi ilmu dan pengetahuan yang dimiliki si jin ini tetap ada dan bisa jadi incaran untuk di miliki oleh jin lainnya.
Energi versus Energi.
Ini konsep paling aman yang digunakan ketika berurusan dengan bangsa Jin. Kalo energi kita sebagai manusia besar dan mendominasi maka secara logika, jin-jin yang energinya lebih kecil dari manusia akan menghindar dan menjauh, *(walaupun yang bego banyak dan petantang-petenteng nantangin sih, sama juga lah kaya manusia banyak yg ga tau diri), sementara jin-jin dengan energi besar biasanya akan lebih wise dan menghindari konflik karena mereka sadar akan banyak hal yang dipertaruhkan kalo mereka gegabah dalam bertindak, kalo mereka ga tau apa dan siapa yang akan mereka hadapi tapi energinya udah ketracing gede mereka akan milih untuk jauh-jauh aja.
Menggunakan doa-doa tentu juga bisa membantu, tapi harus diingat doa itu harus dimanifestasikan dengan tindakan dan keyakinan kita, kalo doa hanya dijadikan tools tanpa keyakinan penuh pada Sang Maha, akan dull doanya.
Emang gimana cara atau ciri-ciri manusia yang energinya besar?
Saya dan King Of Alit pernah nulis soal ini;
Dan soal manifestasi doa:
Jadi, APAKAH BANGSA JIN BISA MATI ATAU DIBUNUH?
Jawaban dari saya adalah… BISA! 😁🤘
——— ⋆ ˚。⋆୨>0<୧⋆ ˚。⋆ ———
Be kind and respectful, and I will do the same for you!
Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.
Makasih, Lovelie Light~🍀