Gara-gara Cindy Delviana tadi ngasih pengumuman di discord bahwa acara NEMENIN CINDY NONTON HOROR di Discord channel Sekala Niskala minggu ini ditiadakan, karena dia ada tugas negara ke Cirebon, akhirnya saya “halan-halan” sendiri dan menemukan ini…
Setelah saya ulik kisahnya ternyata cukup seru ceritanya, jadi saya putuskan menulisnya saja, EX-STASIUN KALIWEDI, di Cirebon. Disini mari kita “liat” ada apa….
Stasiun Kaliwedi dibangun pada tanggal 3 Juni 1912 dan dinonaktifkan pada tanggal 6 Januari 2002 karena minimnya penumpang. Meskipun bangunan stasiun ini merupakan peninggalan zaman Staatsspoorwegen (SS), kondisinya saat ini sangat memprihatinkan dengan atap roboh dan sebagian dinding hancur. Stasiun ini dulunya adalah stasiun kereta api kecil yang terletak di jalur kereta api Cirebon-Arjawinangun. Kereta api yang melaju dari Jakarta ke Surabaya melalui jalur utara atau selatan pasti akan melewati bekas lokasi Stasiun Kaliwedi meskipun tidak berhenti di sana.
Sejarah tentang Stasiun ini mungkin biasa saja tapi yg akan membuatnya menarik adalah tentang mitos angker yang disematkan oleh penduduk setempat pada area ex-Stasiun Kaliwedi yang sekarang hanya tinggal reruntuhan bangunan, apa lagi ditambah banyaknya kejadian kecelakaan yang sering terjadi di perlintasan tersebut sampai kejadian supranatural lain disekitar ex-stasiun ini.

Daerah tersebut memiliki sejarah kecelakaan tragis, termasuk tabrakan antara kereta api dan mobil pada tahun 2011 yang menghilangkan 5 nyawa dalam 1 mobil. Insiden lain melibatkan iring-iringan pemakaman dimana 14 orang menjadi korban terlindas kereta. Bahkan warga sekitar bercerita bahwa area tersebut sering meminta tumbal setiap tahunnya bahkan bisa lebih dari. Soal ini gak bisa di claim gitu aja beneran tumbal sih, karena kasus perkasus kan kejadiannya beda yaa…

*kalo ada pesta buyut, ke kuburan, pasti itu gak sedikit ‘mereka’ ngambilnya” kata salah satu warga yang aktif berkegiatan di sekitar Ex-Stasiun. Maksudnya para menunggu di sekitar Ex-Stasiun dan rel kereta api tersebut tidak tanggung-tanggung dalam mengambil korban (tumbal). Walau tidak setiap hari tapi selalu ada, paling sering kejadian di akhir tahun.
*Pesta Buyut atau Ngunjung Buyut di Cirebon adalah tradisi tahunan yang dilakukan masyarakat Cirebon untuk mengunjungi dan menghormati makam leluhur, terutama di tempat-tempat yang dianggap suci. Acara ini seringkali disertai dengan berbagai kegiatan, seperti ziarah kubur, arak-arakan, dan pertunjukan seni tradisional.

Dua entitas yang dianggap arwah paling eksis disini adalah, Siti Zaenab dan Kentrung Budeg, diyakini sebagai penyebab dari terjadinya banyak gangguan dan tragedi di sekitar Ex-Stasiun tersebut. Katanya penghuli bangunan terbengkalai itu sering meminta tumbal.
Dari banyak situs onlen yang sering di bicarakan adalah dua entitas ini, Siti Zaenab… Ceritanya tipikal lah ya… wanita cantik yang dilecehkan kemudian meninggal dengan cara mengenaskan. Familiar ya dengan kisah modelan gini. Tapi oke lupakan karena ini kepercayaan yang ingin dipelihara masyarakat. Soal entitas aslinya apa itu betul-betul Siti Zaenab, saya ga jamin. Sosok ini selalu muncul dengan penampakan seperti seorang sinden, kebaya brokat hijau dengan kain jarik kadang cantik kadang berantakan… dan dia dipercaya menyimpan dendam sama pria-pria berbaju merah, karena yang dulu melecehkan dan membunuhnya adalah pria berbaju merah, tipikal juga lah ya dasar ceritanya.
Sosok lain ada yg namanya Kentrung Budeg, ini mirip sama mitos Setan Budeg kalo di daerah saya, dia suka nutupin mata dan telinga orang yg lewat seolah-olah jadi tidak bisa melihat dan mendengar kalo ada kereta dan akhirnya mereka tertabarak… wilayah kerjanya Kentrung Budeg ada di jembatan ini:

Dan warga ada yang berkisah juga, gak jarang kalo Kentrung Budeg sering main sampai ke Ex-Stasiun Kaliwedi, karena masih ada di bawah kekuasaan dari pemimpin teritori di Ex-Stasiun Kaliwedi.
Kalo ada Setan Budeg di daerah Rel Kereta api biasanya emang ada yang sengaja nyaring tumbal di sekitar situ, bukan sekedar kecelakaan biasa bukan sekedar angker biasa tapi kemungkinan dimanfaatkan untuk menyaring tumbal dan demit-demit khas penyaring tumbal di rel Kereta biasanya emang nutupin mata dan telinga supaya korban tidak bisa mendengar dan melihat nyata bahwa ada kereta mendakat kearahnya. Tumbalnya tumbal apa? PESUGIHAN biasanya… ini sekalilagi biasanya lho yaaaa… blom tentu juga.
Buset dah luas juga teritorinya, bagi gua dikit napah wkwkwkkkk….😁

Dari cerita warga sekitar juga, pada jaman dulu waktu petugas kereta masih sering kecolongan dan ada orang gelantungan sampe naik ke atap kereta, di jembatan ini lah banyak meminta ‘tumbal”, banyak orang jadi korban ke sabet palang atas jembatannya. Makanya bagian palang atas jembatan ini di bongkar sehingga loss tanpa palang atas.
Tapi ada juga warga yang percaya Setan Budeg yang di maksud adalah mereka-mereka yg berada di teritori disekitar Ex-Stasiun Kaliwedi ini, tapi memang yg paling dominan adalah sosok Siti Zaenab dan Kentrung Budeg tadi. Ya udah lah yaaa…. masa kita mau ribut ama warga asli sana, biarkan saja mereka percaya apa yg mereka percayai.
Warga lain yang bekerja di sawah sekitar Ex-Stasiun menceritakan wahwa entitas yang sering dilihatnya adalah perempuan berkebaya putih dan kain batik iris, bernama Zaenab. Nah ini ga singkron nih ama yg diceritakan sama warga lainnya, kalo Zaenab itu pake kebaya hijau wkwkwkk… Lalu mana yg benar?
Dua-duanya benar sih, bahkan ada yg sosoknya “berkebaya merah” (*saya yang liat kalo ini wkwkwkwkk)… Apa yg bisa diharapkan kalo ada di sekitaran teritori kampung gaib sih? Semua bisa aja terlihat, dan gak aneh kalo tiap orang “penglihatan” nya berbeda, karena proses interaksi dengan entitas-entitas itu tergantung sama energi masing-masing orang juga. Ada yang beneran ga sengaja ngeliat ada yg cuma halu karena terlalu tersugesti dengan ketakutan-ketakutan yg didasari cerita dan mitosnya.
Dan saya juga bisa bilang, semua penampakan-penampakan itu bukan dari 1 entitas yang sama, bukan cuma si “Zaenab”, bisa ganti-anti entitasnya mah, cuma masyarakat femiliernya ama sosok Zaenab aja. Jadi kalo ada sosok ngambil wujud wanita berkebaya, makan “dianggap” Zaenab.
Dan warga percaya kalo kalo Siti Zaenab dan Kentrung Budeg ini bukan sosok terkuat di wilayah ini, ada “bos” nya lagi yang menyuruh kedua memedi ini untuk mencari “makan” yang nanti akan disetorkan ke sang bos, makan disini bukan makan kaya manusia ya tapi pengumpulkan energi kehidupan saja, dan jiwa-jiwa yg jadi tumbal ini bisa menjadi penghuni di wilayah itu juga, jadi seperti ada sebuah kerajaan kecil disekitar wilayah Ex-Stasiun Kaliwedi ini…. menarik kan ceritanya, eh sugestinya. 😁🤘
Udah ah segitu aja plesiran saya kali ini, ke salah satu wilayah yang terkenal angker menurut warga sekitarnya.
Ex-Stasiun Kaliwedi, Cirebon… CHECK ✅

BING ID: lovelie_light
King Of Alit dan A Wisanggeni gimana, mau lanjut pelesirannya, saya butuh tour guide soalnya buat Aspro wkwkwkwkk… 😜
——— ⋆ ˚。⋆୨>0<୧⋆ ˚。⋆ ———
Be kind and respectful, and I will do the same for you!
Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.
Makasih, Lovelie Light~🍀