Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

[LVL-51] — KENA PELET, BAYAR KARMA, ATAU UPGRADE BLUEPRINT? — MEMAHAMI 'KORBAN' DARI KACAMATA SPIRITUAL.

Pagi ini tiba tiba Ruang Discord Meditasi Sekala Niskala diguncang oleh pertanyaan dari "Bayik 30" kita, Aura… Dia bertanya berdasarkan tulisan ku seb...

lovelie-light 9 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel [LVL-51] — KENA PELET, BAYAR KARMA, ATAU UPGRADE BLUEPRINT? — MEMAHAMI 'KORBAN' DARI KACAMATA SPIRITUAL.

Pagi ini tiba-tiba Ruang Discord Meditasi Sekala Niskala diguncang oleh pertanyaan dari “Bayik 30” kita, Aura… Dia bertanya berdasarkan tulisan ku sebelumnya di SNU FILES yg ini:

Teteh, aku mau nanyak doonkkss, itu yang jadi ‘korban pelet’ takdirnya jadi berubah secara paksa dong oleh pelet itu?? Ahh kasian ya

Itu yang Aura tanyakan…

Dan pertanyaan ini bikin aku mikir, “Owh gak bisa nih, aku gak bisa biarin Aura dan orang lain berfikir ‘kasian’ jadi semudah itu”

Lalu kau jawab begini:

“kadang orang kena musibah gak selalu “korban” lho Aura.”

Mungkin Kawans sekalian bingung, kenapa aku menjawab seperti ini, dan inilah awal bagaimana aku menjabarkan jawaban yang lumayan rada panjang pada Aura supaya paham konsep “pemikiran”ku.

Jadi ini yang aku terangkan sama Aura:

Jadi kalo kita liat ‘korban pelet’ atau musibah lain gitulah, itu kayak kita lagi lihat satu adegan di film Aura, saat itu di momen itu. Kita cuma lihat dia jadi ‘korban’, tapi gak tahu naskah lengkapnya dari awal. Gak selalu ada ‘korban’ yang beneran cuma apes. Kadang, itu semua bagian dari skenario yang lebih besar, bagian dari sistem balasan.

Aku percaya banget kalau kesadaran kita itu gak cuma sekali mampir (hidup) di Bumi. Jadi, peristiwa yang kayak pelet atau musibah kaya pembnhan sekalipun bisa jadi karena:

▫ Penebusan Karma atau Hutang Masa Lalu: Ibaratnya, ini kayak dia lagi bayar cicilan dari kehidupan sebelumnya. Mungkin dia pernah melakukan sesuatu yang bikin orang lain merasa kehilangan kendali atas dirinya, dan sekarang dia harus mengalami hal yang sama. Ini bukan hukuman, tapi lebih ke pelajaran biar semua rasa yang dialami jiwanya seimbang.

Mungkin saja di kehidupan sebelumnya, jiwa kita pernah bikin orang lain kehilangan kontrol atas dirinya. Nah, di kehidupan ini, semesta ‘kasih’ skenario serupa. Tujuannya bukan buat nyakitin, tapi buat ngajarin kita empati, kebijaksanaan, dan yang paling penting, supaya kita bisa melunasi ‘hutang rasa’ dari momen itu. Ketika kita sadar dan berhasil melewatinya, kita jadi pribadi yang utuh.

Volunter untuk Pembelajaran Kolektif: Ada jiwa-jiwa yang super berani, yang secara sadar memilih jalan yang sulit ini. Mereka kayak aktor yang ngambil peran antagonis atau peran yang bikin sedih. Tujuannya? Buat kasih pelajaran buat orang-orang di sekelilingnya, kaya si pelaku sendiri, keluarga, atau bahkan semua orang yang dengerin ceritanya. Mereka mengorbankan kenyamanan pribadinya demi evolusi kesadaran banyak orang termasuk dirinya.

Mereka mau jadi pemicu yang menggerakkan orang lain. Mungkin ‘korban’ pelet ini sebenarnya punya misi untuk mengajarkan orang-orang tentang bahaya ilmu hitam, atau tentang pentingnya menjaga boundary energi. Atau bahkan, mereka ada di sana untuk mengajarkan kita semua untuk lebih peduli dan berempati.

Merubah Blueprint atau Realitas: Nah, ini yang paling next level. Peristiwa-peristiwa tragis ini seringkali punya kekuatan buat merombak cetak biru (blueprint) kehidupan. Gara-gara peristiwa itu, bisa jadi ada rantai kejadian baru yang memicu perubahan besar di keluarga, komunitas, atau bahkan dunia. Misalnya, dari kasus itu, muncul peraturan baru, gerakan sosial, atau kesadaran baru yang sebelumnya gak pernah ada. Si ‘korban’ ini justru jadi kunci buat bikin realitas baru yang lebih baik.

Jadi, bisa dibilang, ‘korban’ itu gak selalu pasif. Kadang mereka ini adalah agen perubahan yang sangat powerful dengan misi penting, meski jalannya gak mudah. Mereka membiarkan diri mereka jadi bagian dari cerita yang lebih besar, demi mempercepat pertumbuhan kolektif kita semua.

Aku bahkan menemukan beberapa kasus tentang Volunter ini, dan satunya kasusnya cukuo dekat dengan ku…

→ Seorang anak lahir sebagai Volunter blueprint baru kedua orang tuanya, walau ga selalu berakhir baik sesuai harapan semesta.

→ Dan sebagai penyeimbang ada jg orang tua yg Volunter juga untuk anak²nya, endingnya sama… ada yg berhasil hingga kehidupan semuanya proposional, ada yg berakhir naas entah dr pihak orang tua atau anak.

Tapi intinya sama, semua untuk pembelajaran, bahkan dr awal kehidupan individu, semuanya ttg pembelajaran.

image

BING ID: lovelie_light

Selain itu aku juga menambahkan sebuah konsep, yang di sebut dengan “Hukum Resonansi dan Getaran”. Bukan, ini bukan soal fisika, ini masih tetap tentang Spiritual.

Ini merupakan sebuah teori yang bilang bahwa kita menarik apa yang setara dengan getaran energi kita. Jadi, mungkin si ‘korban’ ini punya frekuensi energi yang ‘klop’ sama energi pelet. Bukan berarti dia orang jahat, tapi mungkin ada luka batin, ketakutan, atau keinginan yang tidak stabil yang membuat dia terbuka terhadap energi eksternal seperti pelet. Ini bukan salah dia, tapi lebih ke kesempatan buat dia mengidentifikasi dan menyembuhkan celah energi itu.

Kemudian adanya kemungkinan setiap Jiwa itu bisa berperan sebagai Desainer Realitas.

Sebelum kita lahir, jiwa kita ini kayak desainer yang lagi bikin mood board untuk kehidupan yang akan datang. Kita milih pelajaran apa yang mau kita ambil, siapa aja aktornya, dan challenge apa yang mau kita hadapi. Pelet, atau musibah lainnya, bisa jadi salah satu elemen desain yang kita pilih sendiri. Ini semua demi pertumbuhan dan evolusi jiwa kita.

Buat aku Aura, ini bukan cuma soal ‘kasihan’, tapi soal melihat keterkaitan yang lebih dalam, yang seringkali tersembunyi. Semenjak aku belajar Spiritual, aku jadi menyadari banyak hal Aura, aku jadi gak gampang kasian juga ama orang krn yaitu tadi, orang mengalami kemalang pasti ada penyebabnya dan sedikit banyak itu biasanya terikat dengan Karmanya sendiri.

Mungkin terdengar kaya aku gak punya Hati ya, tapi Aura… Aku EMPATH lho… inget itu, dan ini bikin aku lebih sadar akan apa yg terjadi sebenernya lebih dari siapapun.

King Of Alit juga bilang seperti ini:

“kadang orang kena musibah gak selalu “korban” lho Aura.” Setujuuu banget yg ini…gak ada akibat yg tanpa sebab. Istilah yang kita alami ketika lagi apes, sering kita terjemahkan jadi “musibah”. Yang arti umumnya adalah : Saya nggak ngapa-ngapain, ya lagi apes aja, atau ujian dari Yang Maha Kuasa.. Padahal nggak gitu… gak ada akibat yg tanpa sebab.. 🙏

.

Kemudian di tengah percakapanku dengan Aura, ada anak dari Negara Api menyerang Luthfi , dia nanya kek gini:

Maksudnya menciptakan blueprint/realitas baru itu untuk kehidupan selanjutnya / yg sekarang? Atau untuk timeline yg baru?

Lalu aku jawab aja lah sekalian Pertanyaan Lupi Upi ini…

Maksudnya gini Lupi, baca baek-baek yaaaa…

Jadi, soal “menciptakan blueprint atau realitas baru,” itu sebenarnya mencakup ketiganya, tapi dalam skala dan dimensi yang berbeda. Ini kayak efek domino yang gak cuma jatuh di satu garis lurus, tapi juga menyebar ke samping dan ke bawah, kaya petir kalo nyambar dia nyebar ke segala penjuru gitu. Nah, aku jelasin satu per satu, biar makin jelas, kamu Lupi buka matanya lebar-lebar, dan baca pelan-pelan…

Untuk Kehidupan Sekarang (Timeline yang sama)

Peristiwa ‘korban pelet’ atau musibah lainnya itu bisa jadi pemicu perubahan instan dalam timeline sekarang. Contohnya:

▫ Si ‘korban’ yang awalnya pasif dan penuh keraguan, setelah lepas dari pelet, jadi lebih kuat, lebih sadar, dan punya boundary yang tegas. Realitas pribadinya berubah. Dia menciptakan blueprint baru untuk dirinya sendiri, yang tidak lagi menerima energi negatif.

▫ Orang-orang di sekitarnya yang melihat kejadian itu jadi sadar. Mereka mungkin mulai belajar spiritual, mencari perlindungan, atau lebih peduli sama orang lain. Peristiwa itu menciptakan realitas sosial baru di komunitas mereka.

Jadi, kejadiannya memang bisa jadi “kunci” yang membuka pintu ke realitas yang lebih tinggi dan lebih sadar di kehidupan sekarang ini.

.

Untuk Kehidupan Selanjutnya

Nah, ini yang berhubungan dengan karma dan evolusi jiwa yang kita bahas kemarin. Setiap pelajaran yang kita ambil, setiap trauma yang kita sembuhkan, itu semua tercatat di level jiwa.

▫ Saat jiwa berhasil melewati tantangan seperti ini, dia naik level. Blueprint untuk inkarnasi selanjutnya jadi berbeda. Dia gak perlu lagi mengalami pelajaran yang sama karena sudah lunas.

▫ Misalnya, jika di kehidupan ini dia berhasil keluar dari energi pelet dan jadi pribadi yang kuat, di kehidupan selanjutnya blueprint-nya sudah otomatis terhindar dari skenario serupa. Jiwanya akan mendekorasi kehidupan baru dengan tema yang berbeda, mungkin tentang pencapaian besar atau pelayanan tanpa batas.

Jadi, peristiwa di kehidupan sekarang ini bisa jadi penentu cetak biru kehidupan masa depan yang lebih luas lagi.

.

Untuk Timeline yang Baru

Ini bagian yang paling tinggi levelnya dari POV spiritual. Konsepnya itu menerangkan bahwa realitas itu gak cuma satu, tapi ada banyak timeline paralel yang berjalan bersamaan.

▫ Ketika kamu membuat pilihan yang signifikan, kamu bisa melompat ke timeline yang berbeda. Misalnya, ketika si ‘korban’ memutuskan untuk tidak pasrah dan berjuang, dia sebenarnya secara sadar (atau tidak sadar) melompat ke timeline di mana dia adalah pemenang, bukan korban.

▫ Peristiwa ini bisa jadi semacam glitch in the matrix (tolong jangan nanya “itu teh apa teh” plzzzzz, cari aja di google atau tanya ChatGPT yaaa….) yang mengalihkan alur cerita. Skenario yang tadinya akan berakhir tragis di timeline A, bisa jadi berujung pada kebahagiaan di timeline B.

Jadi, ketika sebuah peristiwa besar terjadi, ia bukan cuma mengubah nasib di satu jalur, tapi bisa jadi menggeser seluruh alur cerita kolektif ke arah yang lebih baik atau sebaliknya.

Intinya, Lupi semua itu saling terhubung. Perubahan di level individu (blueprint kehidupan sekarang) akan memengaruhi level jiwa (blueprint kehidupan selanjutnya) dan bahkan bisa menciptakan jalur baru (timeline baru) untuk semua yang terhubung. Ini semua bagian dari desain kosmis yang super rumit tapi ya emang udah gitu dari sononya, itu keunikan cara kerja Alam Semesta.

Jadi, ketika kita melihat seseorang yang ‘tertimpa musibah,’ cobalah lihat dari kacamata yang berbeda. Jangan cuma kasihan, tapi kagumi kekuatan jiwanya yang berani mengambil peran sulit ini. Kagumi kemampuannya untuk mendesain ulang blueprint-nya, dan kagumi perannya sebagai katalis perubahan.Mungkin, dia bukan korban, tapi seorang desainer realitas.

—.—.—.—.—.—.—.—.—.—.—.—.—.—.—.

Ada tambahan yang menurutku EPIC dari teh Riska H.

Tehh ini mirip penjelasannya dari utas seseorang yg pernah ku baca. Tapi penulisnya itu menyebut “quantum jump”. Layaknya sebuah teori quantum, dimana ketika memilih sebuah pilihan maka ia akan menciptakan realitas alternatif. Dan hal ini terjadi di masa kini, yg kemudian banyak yg menyebutnya dunia paralel.

Maka dari itu kita bisa berlatih melatih kesadaran, untuk bisa melompat ke realitas dimana kehidupan yang kita inginkan. Begitulah kuatnya kesadaran dan afirmasi. Makanya sejak dulu kita diajarkan bahwa Tuhan ada sesuai prasangka hambanya. Selalu ber husnuzon pada takdir. Ucapkanlah yg baik” 🙏

Makasih teteh, dengan penjelasan teteh diatas jd makin paham, tadinya ini mau aku tanyakan di question voice, tapi maju mundur susah aku menyusun kata” untuk nanya”nya 🤣

Ungkapan Teh Riska ini membuat aku ingin menambahkan sesutau yg kurasa juga penting,

Masalahnya teh… realitas buat kita itu dah diciptakan banyak dan bercabang, selama realitas itu gak kita pilih dia akan disebut “realitas semu” ini akan masuk kategori “realitas baru” kalo dia aktif karena pilihan spontan yg keluar dari timeline awal.

Dan “Tuhan ada sesuai prasangka hambanya.” <— ini senjata pamungkas aku teh, yg bikin aku gak takut apapun hehe… 🙏

Tuhan selalu jaga, Tuhan selalu cinta, dan Tuhan selalu memberkahi.

✧ ——— °˖✧◝(⁰▿⁰)◜✧˖° ——— ✧

Be kind and respectful, and I will do the same for you!

Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.

Makasih, Lovelie Light~🍀

image

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar