Kemah Terlarang - Kesurupan Massal yang rilis 2024 ini menjadi cikal bakal terbentuknya acara NEMENIN CINDY NONTON HOROR di Sekala Niskala. Dan ya gegara ini pula lah kita udah mengadakan acara Nobar 5x. Karena film ini adalah penyebab dari segala kekacauan saat NOBAR dan review-review film, maka saya putuskan kalo film ini juga berhak di review. 😅😅
seperti biasa saya ingatkan ada spoiler ya dari konten ini, jadi yg blom nonton dan gak suka spoiler, gak ush baca. Tapi kalo yg belom nonton tapi ga masalah ama spoiler, silakan baca. Udah ada peringatan ini jadi jangan tantrum!

Kesurupan Massal adalah film horor Indonesia yang diangkat dari kisah nyata perkemahan Pramuka di Yogyakarta pada tahun 2016. Film ini disutradarai oleh Ginanti Rona dan tayang pada 10 Oktober 2024.
Film ini berpusat pada sekelompok siswa SMA yang mengadakan acara perkemahan sekolah di sebuah kawasan hutan yang dikenal memiliki reputasi angker dan menyimpan berbagai cerita mistis di kalangan penduduk sekitar.
Rini (Callista Arum), seorang siswi yang dikenal pemberani namun memiliki sisi sensitif terhadap hal-hal gaib, kemudian Heru (Derby Romero) sebagai pembina Pramuka, Nayla (Nayla D. Purnama) yang adalah teman Rini, Mah Sonto (Landung Simatupang) kuncen penjaga Hutan Wana Alus, Roro Putri (Nihna Fitria) sumber dari segala kekacauwan di acara kemah ini.

Menurut saya diawal saja sudah terjadi hal aneh, ada yang lepas dari pengamatan, ini tentang Heru pembina Pramuka yang mendampingin Dewan Ambalan di kegiatan ini, rupanya dia punya rencana lain mengadakan acara kemah di Hutan Wana Alus, bahkan rencana melakukan pementasan tentang Roro Putri pun bukan tanpa sebab. Semuanya adalah skenario yang sudah disiapkan Heru.
Pada awal percarian tempat kemah mereka (Miko, Heru dan Chandra) survei dan foto-foto lokasi di Hutan Wana Alus, mereka akhirnya menemukan spot yang cocok di tengah hutan dimana ada sebuah pohon rindah dan pendopo tua terbengkalai, juga lokasi tempat ini yang ada di daerah Selatan. Mereka akhirnya menemui Mbah Sonto sebagai kuncen hutan untuk meminta ijin melakukan kegiatan perkemahan di hutan itu.
Tidak jauh dari area itu ada sendang yang terlarang untuk dimasuki oleh siapapun dan sudah menjadi peraturan yang di miliki werga desa sekitar sejak jaman lalu. Ini kenapa sejak awal Mbah Santo bersikeras melarang mereka, “Ora oleh… pisan ora oleh ki yo ora oleh!” Mbah Sonto menegaskan. Tapi kemudian Heru menegaskan bahwa dirinya akan bertanggung jawab dan membantu untuk menjaga semuanya sampai acara itu selesai. Akhirnya Mbah Santo mengijinkan dengan banyak syarat.
Kenyataan lainnya terungkap kalo tahun 2004 pun sudah pernah terjadi kesurupan masal yang menyebabkan akhirnya tempat ini akan ditutup untuk tempat berkemah.
Semua mempersiapkan barang bawaan untuk berkemah, kemudian lanjut pada latihan pementasan drama “Rembulan Wungu” yang ada kaitannya dengan legenda Roro Putri, Kiki (Callista Mercy) yang kebagian memerankan Roro Putri tiba-tiba mimisan dan lemas kemudian di bawa ke UKS. Sambil merencanakan mencari pengganti pemeran Roro Putri, Heru melihat tanggal lahir Rini yang jatuh pada Selasa Kliwon.
“Disini yang mas liat yang wetonnya pas selain Kiki, itu kamu… kamu mau ya gantiin Kiki” itu kata Heru.
Akhirnya setelah di bujuk oleh Nayla dan mas Heru, Rini bersedian untuk jadi cadangannya Kiki dalam memerankan Roro Putri.
Sebelum acara perkemahan dimulai, Miko dan beberapa Dewan Ambalan duluan datang, untuk mendampingi Mbah Sonto melakukan ritual dan pembacaan mantra untuk perlindungan sebelum semua anak-anak peserta datang.
“Untuk wong Jowo, kulo nuwun itu penting…” ujar Mah Sonto seusai melakukan ritual. Selain itu Mbah Sonto juga mengingatkan ada tempat yang ga boleh dijadikan tempat berkegiatan karena itu bukan tempatnya manusia.
Malamnya Miko dan teman-temannya tidur di lokasi, tanpa menyadari ada yang merusak formasi perlindungan yang tadi di buat Mbah Sonto… siapa lagi pelakunya… yaa… Heru! Dan penampakan sosok misterius dimulai.
Selama perkemahan berlangsung, mereka bakal melakoni berbagai kegiatan, termasuk lomba-lomba hingga pementasan drama. Rini bergabung dalam pementasan drama yang mengangkat legenda bernama Roro Putri. Ia bahkan memerankan sosok Roro Putri yang telah meninggal dunia ratusan tahun lalu.
Namun, menjelang acara pementasan, keanehan mulai terjadi di antara peserta. Beberapa pelajar bahkan mengalami kejadian di luar nalar yang sulit dijelaskan. Hingga kemudian, waktu pementasan drama itu tiba. Rini yang memerankan Roro Putri tiba-tiba kesurupan arwah asli makhluk tersebut.
Arwah Roro Putri itu begitu kuat hingga tak hanya Rini, sebagian besar siswa juga ikut kerasukan. Kesurupan massal lantas terjadi hingga membuat situasi kacau.
Banyak orang yang terluka, sulit disembuhkan, bahkan ada pula yang nyawanya terancam. Mbah Sonto yang bertugas menjaga ketenteraman Wana Alus akhirnya turun tangan mencoba mengatasi semua persoalan itu.
Disaat genting, Heru malah menghilang. Padahal dia berjanji untuk menjaga kegiatan perkemahan ini. Mbah Sonto bersama beberapa warga desa dan Dewan Ambalan mergerak mengatasi kesurupan yang terjadi pada peserta kemah, secara berkelompok mereka yang sudah sadar dipindahkan.
Saat Heru kembali, Mbah Soto memarahinya karena mulai sadar bahwa semua kekacauan ini adalah ulah Heru. Tapi Heru berkelit, dia melakukan semua ini untuk melepaskan kutukan yang ada di Hutan Wana Alus dengan membantu Roro Putri membalaskan dendam masa lalunya, supaya Hutan Wana Alus tidak wingit lagi. Tapi semua itu berakibat fatal untuk para peserta kemah terutama Rini yang akhirnya sampai sekarang “katanya” masih dirasuki sosok Roro Putri, yang mengaku ingin menjaganya.
Bagi saya pribadi… itu hanya alasanRoro Putri atau demit apapun itu namanya untuk terlepas dari sesuatu yg lebih besar yang membelenggunya, Rini hanya wadah yang bisa di manfaatkan… Melindungi? Omong kosong, manusia punya Tuhan, ngapain minta perlindungan demit!
Di momen ini, ada detail yang sama yang pernah muncul di film “Santet Segoro Pitu”, sosok-sosok bekulit hitam yang mengenakan pakaian prajurit yang mengejar para peserta kemah. Entahlah Hutan Wana Alus ini berhubungan dengan Kerajaan Pantai Selatan atau Roro Putri yang berhubungan dengan Kerajaan Pantai Selatan, ini yang belum jelas. Yang jelas biasanya Kerajaan Pantai Selatan, suka menahan demit-demit tertentu di satu wilayah karena kesalahan tertentu.
Kisah Roro Putri sendiri ga terlalu jelas, dia terbunuh karena konflik kerajaan dimasa lalu, tapi kemudian dia jadi demit yang menguasai Hutan Wana Alus dan ingin mengusir semua demit yg bukan berasal dari Wana Alus, ini tipikal perang teritori antara etitas astral aja kalo kata saya, dengan menggunakan legenda tragis yang ada sebagai alasan agar manusia tidak menggangu wilayah mereka. Dari semua itu saya bahkan sedikit ragu sosok ini adalah sosok nyata, maksudnya Roro Putri adalah sosok nyata bukan berarti gak ada, hanya saja dia punya identitas lain, sama halnya seperti Badarawuhi yang kisah aslinya gak banyak orang tau, hanya di claim nyata kemudian jadi diyakini dan ditakuti banyak orang.
Keyakinan komunal pada sesuatu bisa menciptakan energi, dan energi ini bisa memberi pengaruh pada entitas tertentu, entah dia semakin kuat atau semakin lemah. Semakin terkenal dia dan ditakuti, semakin memiliki esempatan untuk menjadi lebih kuat. Entitas-entitas seperti ini membutuhkan pengakuan seperti itu karena itu satu-satunya cara mereka bertahan dalam ekosistem.
Begitu kira-kira review-nya, walau kisah ini di claim kejadian nyata, tapi saya ga bisa percaya begitu saja tentang “identitas” dari entitas astralmya. Bangsa mereka kebanyakan bokis soalnya wkwkwkw… Bisa aja dia ngaku bernama Roro Putri atau siapapun itu, aslinya bukan. Dan ikut campurnya manusia bikin konflik bangsa astral makin kacau, manusia biasanya jadi bulan-bulanan tanpa bisa melakukan apa-apa, taunya jadi tumbal aja kaya Rini.
Saya tau Kawans sekalian adalah orang-orang modern, merasa sangat rasional tapi, larangan pada sesuatu dibuat bukan tanpa sebab, terutama larangan yg bersifat wingit ya. Bukan… saya bukan menyuruh Kanwas untuk tunduk dan menyembah para demit-demit itu, emang siapa mereka harus di sembah-sembah, saya hanya menyarankan Kawans untuk waspada. Manusia yg terlihat saja bisa membawa kesialan bahkan bencana buat kita, apa lagi mereka yang gak terlihat, dan ini logis.
Jadi, minimal hargai saja kebiasaan yg ada di suatu wilayah, dan tidak perlulah menunjukkan keangkuhan hanya karena Kawans ga percaya pada hal macam itu. Jangan nyusahin orang dengan bikin gara-gara dan mengusik hal-hal yang udah ada tatanannya diawal dan dipercaya secara turun temurun.
Mungkin hal-hal gaib gak akan mencelakakan Kawans, tapi karma dari orang-orang yang sudah Kawans buat susah, tetap harus dibayar.
Berhati-hatilah dalam melangkah, bertindak dan bicara!
*“Tempat yang dihormati, takkan membalas menyakiti. Tempat yang dinista, akan mengundang murka. Karena penasaran dapat membunuh, dan melanggar yang terlarang bisa merenggut.” —*LVL2025
Quorahttps://qr.ae/pAKwaO Quorahttps://qr.ae/pAsFrc
——— ⋆ ˚。⋆୨>0<୧⋆ ˚。⋆ ———
Be kind and respectful, and I will do the same for you!
Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.
Makasih, Lovelie Light~🍀
