catatan: ada spoiler ya dari konten ini, jadi yg blom nonton dan gak suka spoiler, gak ush baca. Tapi kalo yg belom nonton tapi ga masalah ama spoiler, silakan baca. Udah ada peringatan ini jadi jangan tantrum!
Udah di spill di episode sebelumnya kenapa ngebut amat sampe film ke #4 ini kan, oke jadi saya udh gak perlu jelasin apa-apa ya.
GHIBAHIN FILM SETELAH NOBAR, kali ini dari judul filmnya “WAKTU MAGHRIB,” yang lagi-lagi merupakan rekomendasi dari King Of Alit , dimana beliau bilang, “film ini tuh kerennya bisa bikin anak kecil senyum sinis (menyeringai), tapi bisa keliatan serem,” nah lho masa testimoni kaya gitu doank dari King bisa bikin kita semua penasaran dan nurut aja disuruh nonton film ini?!

Film ini ratingnya 5.8/10 di IMDb. Dari sini akhirnya saya mikir… Rating IMDb ini ga bisa ngasih penjelasan yg signifikan apakah film ini bagus apa enggak dari aspek supranatural kususnya buat saya wkwkwkkw… jadi saya akan kesampingkan lah rating-ratingan ini, berkaca dari pengalaman nonton JAGAT ARWAH, ratingnya gak bagus bukan karena jelak, tapi karena orang ga ngerti aja.
Dilihat dari jalan cerita Waktu Maghrib ini, tiba-tiba aku nyeletuk ditengah NOBAR, “King ini kok mirip kaya film Jeeper Creepers yaa… yang iblisnya bangun 23th sekali buat cari berburu anggota tubuh manusia, bedanya film Waktu Maghrib ini iblisnya bangun 30th sekali untuk makan anak-anak”.
Buat yang gak tau Jeeper Creepers, adalah film horor jadul (tahun 2001) yg menceritakan tentang makhluk aneh terkutuk yang akan bangkit 23th sekali untuk memburu manusia dan di ambil salah satu organ tubuhnya untuk dijadikan pengganti dari organ tubuh dia, kalo dia butuh mata, dia akan memburu orang yg matanya cocok untuk dia lalu dibnh dan diambil matanya saja. Kalo dia butuh kulit, dia akan memburu manusia untuk dibnh dan diambil kulitnya saja, dan dia punya waktu 23 hari untuk perburuan itu sebelum dia kembali dalam tidur panjangnya dan bangun 23th lagi. Ini poster filmnya.

Kenapa saya bilang “IBLIS”? Karena Jin ga akan sekuat ini kalo dia tidak bersekutu dengan Iblis, maka ada istilah “Iblis Kecil” yaitu Jin-jin atau penyihir dari bangsa manusia yang energinya menggunakan energi bosstingan dari bangsa Iblis.
Oke, balik ke Waktu Maghrib lagi ya… tapi sebelumnya saya mau berterima kasih sama salah satau teman Meditasi kami di Sekala Niskala bernama Lupi Upi, yang menceritakan spoiler film Waktu Maghrib ini sepanjang Nobar dari Awal sampai akhir~🤣😅
“Waktu Maghrib” membawa kita ke Desa Jatijajar, sebuah desa terpencil di Jawa Tengah yang kaya akan mitos dan kepercayaan. Cerita ini berfokus pada tiga remaja, Adi (Ali Fikry), Ayu (Anisa Rahma), dan Saman (T. Rifnu Wikana), yang terjebak dalam tradisi yang mengaitkan waktu Maghrib dengan pertemuan dunia nyata dan gaib. Pada saat azan berkumandang, masih banyak warga yang meyakini bahwa makhluk halus bebas berkeliaran.
Setelah tiga dekade tragedi yang mengguncang desa, cerita ini di mulai oleh Saman dan Adi menjalani hari-hari mereka yang ceroboh. Terlambat ke sekolah adalah rutinitas mereka, dan kemarahan Bu Woro (Aulia Sarah… ya ya ya dia Badarawuhi) pun tak terhindarkan. Saman, yang harus mengurus neneknya yang sakit, sering kali terlambat dan jadi sasaran amarah kakaknya, Mas Samiun (Kevin Abani), yang sibuk berburu madu untuk dijual dan pekerjaan serabutan lainnya. Konflik ini menambah beban emosional Saman, apalagi saat ia melupakan titipan madu di sekolah.
Kisah semakin menegangkan saat Saman dan Adi merencanakan untuk menonton wayang di desa sebelah. Sebuah insiden misterius muncul ketika mereka dalam perjalanan, ditambah dengan semburan sumpah serapah yang meluncur dari Saman yang ingin Bu Woro mati saja, hal ini adalah awal mula kesengsaraan mereka. Di sisi lain, ketegangan meningkat saat Bu Woro mengalami kejadian aneh di rumahnya, sebelum akhirnya dia terjebak dalam situasi yang fatal dan ditemukan meninggal di depan rumanya oleh warga.

Ini ceritanya Arwahnya Bu Woro.
Setelah tragedi kematian Bu Woro, Saman merasakan ketakutan yang mendalam. Ia percaya bahwa sumpahnya telah menjadi kenyataan. Kejadian aneh mulai menghantuinya, termasuk saat melihat jenazah Bu Woro bangkit. Rasa takut membuatnya berdiam diri di rumah, bahkan enggan ke sekolah, meski sahabatnya, Adi berusaha menghibur namun tak berhasil.
Ketika Saman mengurus neneknya yang sakit, ia mengalami kejadian menyeramkan, pintu rumahnya terbuka dengan sendirinya. Kecemasan semakin meningkat ketika sosok misterius yang pernah dilihatnya mendekatinya dan merasuk ke dalam tubuhnya, sementara neneknya hanya bisa terdiam menyaksikan kejadian itu. Di sisi lain, kehadiran guru baru, Bu Ningsih (Taskya Namya), menambah ketegangan, terutama bagi Karta (Andri Mashadi), paman Ayu, yang masih trauma dengan legenda Demit yang berkaitan dengan insiden 30 tahun yang lalu.
Setelah dirasuki, Saman berubah menjadi sosok aneh dan menakutkan. Tak hanya absen dari sekolah, ia juga melewatkan tugas mengantar madu ke Pak Marto. Ketika kakaknya, mas Samiun (Kevin Abani), datang hendak mengambil uang penjualan madu ke toko Pak Marto, Samiun terpaksa menghadapi omenan dari Pak Marto yang kesal bahwa Madu yang harusnya dikirim, tidak pernah datang. Dalam keadaan bingung dan marah, Samiun pulang kerumah untuk menghukum Saman, konflik semakin serius hingga Saman dengan kekuatan gelapnya membunuh kakaknya.
Ada detail unik pada kejadian ini, Setalah serangannya di tangkis sang adik, Samiun bisa melihat ada sosok menyeramkan di belakang sang adik, ketika Saman berkata “akan membunuh” Samiun, sosok menyeramkan itu langsung menyerangnya membabi buta, sementara sang nenek yg terbaring tidak berdaya melihat Saman lah yang menyerang sang kakak dengan membabi buta, kemudian setelah puas mengonyak sang kakak, Sama meninggalkan sang nenek dengan jenazah Samiun.
Keadaan semakin mencekam saat Saman membantai ayam warga dan mengubah darah ayam menjadi prank untuk ditambahkan ke botol madu! Tindakan ini membuat warga marah dan melaporkan insiden tersebut ke pihak berwenang desa. Saat semua orang datang ke rumah Saman, mereka menemukan Samiun tergeletak tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan.

Saman (T. Rifnu Wikana)
Di balik ancaman yang membayangi Desa Jatijajar, Karta yang mencurigai akan adanya bencana dan mulai mengambil tindakan preventif dengan membuat jimat-jimat kecil untuk melindungi warga. Namun, niat baiknya ini nanti malah disalahartikan, dan ia dicurigai sebagai penyebab kekacauan yang terjadi. Setelah Saman amankan warga, situasi semakin parah ketika ia ditemukan mengakhiri hidupnya di dalam tahanan, meninggalkan misteri yang lebih besar.
Kematian Saman memicu perubahan aneh pada Adi, membuat Bu Ningsih jadi perhatian sama Adi, tanpa ada yang tau bahwa perhatian itu palsu, karena Bu Ningsih-lah penyebab dari semua kekacauan ini. Sementara itu, Ayu mulai sering melihat penampakan arwah Bu Woro, yang terlihat berusaha memperingatkannya tentang bencana yang mungkin terjadi sebagai ungkapan kasih sayang kepada murid-muridnya. Karta juga memperingatkan Ayu untuk lebih berhati-hati dengan Bu Ningsih dan memberikan jimat sebagai pelindung.
Ketika Adi mulai menunjukkan perilaku aneh dan beberapa anak hilang, panik menyelimuti desa. Puncaknya, seorang anak ditemukan dalam keadaan meninggal tercabik-cabik dalam bedug masjid, hal ini memicu kecemasan warga untuk membawa anak-anak mereka pulang sebelum maghrib. Dalam ketegangan tersebut, Ayu melihat Adi berjongkok di tengah jalan, tapi penampilannya yang berlumuran darah dan bersejata celurit membuatnya ketakutan.
Setelah berlari menyelamatkan diri, Ayu mendapatkan perlindungan dari warga, tetapi serangan Adi terus berlanjut. Beruntung, Pak Hansip (Sadana Agung) berhasil melumpuhkan Adi, dan menyelamatkan Ayu dari ancaman mengerikan itu.
Di tokonya Pak Marto yang khawatir Ayu belum sampai rumah setelah maghrib, dia keluar dari toko menunggu Ayu di depan tokonya dengan cemas, sampai sesuatu di samping tokonya menarik perhatian Pak Marto. Ketika di dekati sebuah bungkusan putih tergeletak di bangku di samping toko, ketika Pak Marto memu bungkusan itu, dia terkejut karena didalam bungkusan ada jenazah Saman. Ya… Adi menggali kembali makam Saman, dan mengangkut jenazah sahabatnya itu ke toko Pak Marto.
Pada momen ini saya pribadi menangkap ada kesan sentimentil, entah kenapa saya teringat Adi selalu jadi saksi ketika Pak Marto memarahinya karena keterlambatan mengirim madu, kemudian Adi juga selalu jadi teman curhat dan berkeluh kesah setiap Saman di marahi sang kakak, karena terlambat mengirim madu. Apakah mungkin Adi berfikir bahwa apa yang terjadi pada Saman adalah kesalahan Pak Marto? Entahlah, saya koq merasa ada pesan tersirat dari aksi Adi ini…”Mungkin alam bawah sadar Adi menyalahkan kematian Saman pada Pak Marto”.

Adi (Ali Fikry)
Setelah kejadian mengerikan, Adi dibawa pulang dan terlihat dalam keadaan kerasukan, memuntahkan cairan hitam yang mencerminkan kondisi kerasukan yang parah. Saat ia sadar, warga merasa lega, tetapi ketegangan belum berakhir. Mereka mulai mencurigai Karta, yang diam-diam memasang jimat untuk melindungi desa, dan tanpa memperhatikan penjelasannya, warga menyerangnya secara brutal. Meskipun dia berhasil dilindungi oleh Kepala Desa, langkah tersebut membuat situasi semakin rumit.
Saya ga bisa melewatkan momen kersukan Adi ini untuk diskusi dengan teman-teman di Sekala Niskala. Jadi darah manusia yg kerasukan itu bisa terkontaminasi, ini kenapa kadang orang yg beneran kerasukan pembuluh darahnya akan tampak membesar dan menonjol, dan saya menyebut itu dengan “terinfeksi oleh semacam miasma yang datangnya dari entitas lain”.
Ayu (Anisa Rahma), yang trauma setelah dikejar Adi, mendapatkan perawatan dari Pak Marto. Namun, ketika Bu Ningsih menjenguk, arwah Bu Woro memperingatkannya agar melepaskan Ayu. Bu Ningsih dengan sinis mengancam Ayu untuk tidak ikut campur jika tidak ingin bernasib sama dengan Saman dan Adi. Tak mau hanya diam, Ayu merancang rencana untuk membebaskan Karta dan berhasil kabur bersamanya.
Karta menghadapi sosok menyeramkan yang terus menghantui anak-anak desa, sosok ini ternyata adalah bagian dari masa lalu yang menyakitkan, ya insiden traumatis 30th lalu. Dalam usahanya yang beranu untuk mengalahkan si penyihir itu, Karta menggunakan semua jimat dan dan membaca semua mantra untuk melawan penyihir berambut putih yang menakutkan. Sementara itu, Ayu berusaha menyelamatkan Adi saat dia terjebak di pinggir sungai karena pengaruh si penyihir berambut putih.
Karta membakar pohon tua itu dan bersimpuh sambil mengumandangan adzan. Penyihir yang tadinya hampir menggapai Adi, perlahan menjauh dan menghilang. Sementara Adi yang kerasukan perlahan kembali kesadarannya dan dibantu oleh Ayu, untuk ayak Adi cepat datang dan membopong Adi keluar dari Sungai.
“Waktu Maghrib,” disutradarai oleh Sidharta Tata dan tayang perdana pada 9 Februari 2023, menggabungkan elemen horor dan drama keluarga dengan apik. Film ini menggugah penonton tentang keberanian menghadapi kegelapan, serta mendalami nilai persahabatan dan perlindungan dalam suatu komunitas. Sebuah pengalaman yang menggugah pikiran dan menegangkan.
✨
LALU KOMENTAR KAMI DI SEKALA NISKALA APA NIH TENTANG FILM INI?
Kita gak bisa jawab dan menyimpulkan banyak hal karena keterbatasan informasi. Buat kami yang terbiasa dengan hal-hal supranatural akhirnya hanya bisa mempertanyaakan penyebab dari ini semua, kenapa penyihir rambut putih itu meneror desa. Lalu pohon tua di tengah hutan itu apa, kenapa jadi sakral dan kok bisa cuma gara-gara pohon itu di bakar si penyihir bisa hilang?
Justru banyak sekali pertanyaan yang muncul.
Karena dari pengalaman menghadapi entitas gaib, akan selalu ada sebab dan akibat, ga ada suatu kejadian yg terjadi begitu saja tanpa ada penyebabnya, nah ini yg belum diceritakan secara gamblang di film Waktu Maghrib ini.
Mungkin ini kenapa dalam waktu dekat akan tayang ini: (*enggak ini ga diendors koq!)
WAKTU MAGHRIB 2

.
Di bawah ini bukan tentang review film “Waktu Maghrib” tapi hanya perbincangan santai kami di Sekala Niskala tentang doktrin-doktrin yang melekat pada waktu maghrib itu sendiri dan energi apa yang sebenernya dimiliki oleh waktu Maghrib.

Quorahttps://qr.ae/pAyx5T Quorahttps://qr.ae/pAsKi8
——— ⋆ ˚。⋆୨>0<୧⋆ ˚。⋆ ———
Be kind and respectful, and I will do the same for you!
Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.
Makasih, Lovelie Light~🍀
