Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

[LVL-NCNH-06] — GHIBAHIN FILM SETELAH NOBAR: SAKARATUL MAUT (2024)

> Kawans, di sini saya mengingatkan ada spoiler lho didalam tulisan ini, jadi yg blom nonton dan gak suka spoiler, gak ush dibaca tulisan ini. Tapi ka...

lovelie-light 9 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel [LVL-NCNH-06] — GHIBAHIN FILM SETELAH NOBAR: SAKARATUL MAUT (2024)

Kawans, di sini saya mengingatkan ada spoiler lho didalam tulisan ini, jadi yg blom nonton dan gak suka spoiler, gak ush dibaca tulisan ini. Tapi kalo yg belom nonton tapi ga masalah ama spoiler, silakan baca. Sudah saya peringatan dari awal jadi jangan tantrum kaya bocah!

Film horor diacara NEMENIN CINDY NONTON HOROR (NCNH) kali ini berjudul “Sakaratul Maut” dimana film ini punya tema yg cukup relate khususnya untuk saya dan King Of Alit dimana berfokus pada teror mencekam yang dialami oleh sebuah keluarga di sebuah desa terpencil ketika salah satu anggota keluarga mereka menghadapi sakaratul maut yang tidak lazim dan penuh dengan gangguan gaib yang mengerikan, dan semua itu berhubungan sama “pegangan” atau Jin Nasab orang tersebut.

Kenapa saya bilang relate?

Karena saya dan juga King, pernah berhadapan dengan kasus yang tipenya sama dengan ini, Sakaratul Maut nya susah karena masih terikat dengan Jin Nasab.

Makanya kalo punya pendamping, jangan dimasukin ke dalam tubuh. Suruh mereka mendampingi diluar tubuh, kalo mereka gak mau, tolak, putuskan kontraknya.

image

Pak Wiryo (José Rizal Manua) dan Bu Wiryo (Retno Soetarto) merupakan sepasang suami istri terpandang di Desa Umbul Krida. Keluarga mereka terlihat bahagia dan baik-baik saja. Namun, sebuah kecelakaan lalu lintas yang menimpa mereka menyebabkan Bu Wiryo tewas dan Pak Wiryo koma. Sementara putri mereka Retno (Indah Permatasari) mendapatkan pertanda mimpi kedua orang tuanya tewas, sebelum kecelakaan itu terjadi.

Banyak orang desa beranggapan keluarga ini adalah keluarga yg harmonis, tapi mereka menyembunyikan ketegangan didalamnya. Pak Wiryo yang memutuskan menikahi istri kedua adalah awal dari kekacauan ini. Kekacauan semakin menjadi ketika Pak Wiryo diam-diam menghamili pembantunya sendiri, Indah (Claresta Taufan Kusumarina) yang akhirnya hamil dan melahirkan seorang putri bernama Ismi (Nayla Sakhi). Selain itu Wati (Della Dartyan) kakak perempuan Retno juga sedang mengalami masalah keluarga, di mana sang suaminya Bagus (Rendra Bagus Pamungkas) adalah orang yang pasif dan selalu kesulitan untuk mencari pekerjaan, sehingga menyebabkan pertengkaran yang gak pernah usai dengan Wati. Jadi bisa dibilang keluarga ini… full of bullshit.

Kecelakaan yang dialami Pak Wiryo dan istrinya membuka tabir misteri lebih mengerikan dari sekedar drama keluarga berantakan. Berawal dari Retno menerima informasi tentang kematian orang tuanya lewat mimpi, sudah menandakan Retno adalah anak yang dipilih. Pak Wiryo pun tampak memiliki perhatian khusus pada Retno ketimbang anak-anaknya yg lain.

Btw selain Wati dan Ismi, Pak Wiryo punya anak lain dari istri keduanya Bu Giyem (Maryam Supraba), bernama Tarjo (Aksara Dena) dimanananti Wati dan Tarjo akan berebut warisan Pak Wiryo sementara Retno bersikeras untuk merawat Pak Wiryo karena Bapaknya itu masih hidup, tidak etis baginya membicarkan warisan sementara Bapaknya masih hidup.

Saya pribadi semakin paham kenapa akhirnya Retno yang dipilih, dipilih disini maksudnya, Jin Nasab turunan ga bisa diwariskan sembarangan pada anak cucu, mereka biasanya memilih sendiri manusia yang mereka mau dampingi dengan kesepakatan yg dilakukan kedua belah pihak. Tanda-tanda sudah terlihat dari awal koq kalo Retno yang akan mendapatkan Jin Nasab turunan dari bapaknya.

Oke, lanjut… Yang seru lagi, film ini selain dibumbui drama keluarga ada juga bumbu-bumbu suspense karena banyak petunjuk ambigu yang bikin orang jadi salah sangka. Adegan yang paling saya ingat adalah saat Wati pulang malam dan ditemukan terbunuh di pagi harinya. Ada adegan Wati berlari lalu khodam sang bapak menyergapnya. Semua orang yang menonton pasti menganggap bahwa Wati di bunuh Khodam bapaknya. Tapi kemudian polisi menggeledah rumah Tarjo dan menemukan sebilah pisau yang dipakai untuk menusuk Wati. Apa ini manipulasi Khodam. Tidak! Bangsa Jin ga bakalan se detail itu, kecuali yg melakukannya adalah manusia yang kesetanan.

Yaa… Wati ataupun Tarjo adalah korban kemunafikan Indah, pembantu yang dihamili Pak Wiryo, yang tinggalnya masih sama-sama keluarga itu dan diijinkan membesarkan Ismi dalam lingkup keluarga itu. Karena beberapa waktu terakhir ini Ismi menderita penyakit aneh yang diditeksi sebagai santet. Pak Wiryo kemudian berjanji dia akan menurunkan Jin Nasab peliharaannya itu pada Ismi agar Ismi sembuh dari santet, namun sebelum semua itu terjadi, Pak Wiryo dan Istrinya malah mengalami kecelakaan.

Maka sebelum Pak Wiryo meninggal, Indah membuat skema menyingkirkan semua anak Pak Wiryo untuk memastikan Jin Nasab Pak Wiryo turun langsung ke Ismi, dan Ismi bisa sembuh. Bukan kenapa-napa Indah melakukan semua ini, usut punya usut pelaku santet yang sebenarnya adalah almarhum Ibu Wiryo. Dimana Bu Wiryo ini ingin membalas sakit hati akibat pengkhianatan Pak Wiryo, tapi karena Jin Nasab penjaga Pak Wiryo sangat kuat, dukun yang bekerja untuknya tidak sanggup, maka Bu Wiryo meminta kehancuran Pak Wiryo malalui Ismi.

Dan yaa… Bu Wiryo berhasil, kehancuran yang dia inginkan terjadi, bahkan sampai merenggut kehidupan putri kandungnya sendiri. Wati ditikam Indah, Tarjo diracun Indah dan terakhir Retno di kejar-kejar dengan pisau hendak ditikam oleh Indah. Pasalnya Retno diam-diam meminta bantuan guru ngajinya Pak Syafaat (Landung Simatupang) untuk meruqyah Pak Wiryo agar bisa meninggal dengan tenang. Pak Syafaat awalnya meminta Retno untuk terkoneksi dengan Jin Nasab sang Bapak, sambil memberinya doa-doa atau mantra dan tata-cara ritual.

Tidak butuh waktu lama setelah melakukan ritual dan membaca mantra di kamar sang Bapak, Jin Nasab itu muncul bersama Pak Wiryo yg tiba-tiba bangun. Ketika Retno bertanya terbata-tapa tentang siapa sosok itu, dia mengaku sebagai Wiryo, “Aku Wiryo!… Wiryo kui Aku!” begitu katanya. Lalu Retno kembali bertanya, apa sebenarnya yang diinginkan sosok itu dan dengan tegas sosok itu berkata “KOWE!” atau KAMU!. Disini semakin jelas bahwa sejak awal memang Retno lah pewaris sesungguhnya dari Pak Wiryo.

Setelah ritual tersebut berhasil, Retno kembali menemui Pak Syafaat dan merekapun menyusun rencana untuk melepaskan Pak Wiryo dari Jin Nasab-nya agar bisa meninggal dengan tenang.

image

Indah takut usahanya menyelamatkan Ismi gagal. Akhirnya saat Indah dan Pak Syafaat hendak mengobati Pak Wiryo, Ismi berteriak kesakitan, sekujur tubuhnya muncul benjolan2 kecil dan berdarah, Indah panik dan keluar dari kamar mengambl pisau dan memburu Retno serta Pak Syafaat, pisau yang dihunusnya mengenai Pak Syafaat yang berusaha melindungi Retno. Setelah Pak Syafaat tumbang pun Indah tidak berhenti, dia terus mengejar Retno kedalam rumah, dan pada akhirnya Indah berhasil menikam perut Retno, mereka bergumul dan sekali lagi Indah menikam dada Retno, Retnopun terkapar tidak berdaya, Indah menangis sejadi-jadinya, meminta maaf pada Retno karena dia melakukan ini semua demi Ismi.

Di sisi lain tubuh Pak Wiryo tiba-tibar getar dan melayang, matanya terbuka dan tampak putih, suara parau keluar. Retno yg tadinya terpejam, tiba-tiba membuka mata, dia melihat sosok Jin Nasab sang Bapak yang sebelumnya pernah dia temui. Sementara Indah tertegun melihat kejadian itu, Jin Nasab itu menawarkan bantuan kalo dia bisa membantu Retno, asalkan Retno ridho membuat kontrak dengannya.

“katakan!…katakan kau rela menerimaku dan aku akan meyelamatkanmu!” kata Jin Nasab.

Dalam kesakitan dan kekecewaan Retno berkata “aku rela” dan seketika tubuh Pak Wiryo yang malayang jatuh ke tanah, dan tubuh Retno yg tadinya tidak berdaya menggeliat-geliat dan diselimuti kekuatan yg besar. Di berdiri di hadapan Indah, dengan seringai yang menakutkan dia perlahan mendekati Indah, Indahpun lari. Kejar-kejaranpun terjadi, penghancuran set rumah yang kata King Of Alit sangat ganggu karena terlalu minimalis itu pun dimulai. (**akhirnya kita tau kenapa tuh set rumah “kosong” banget, terlalu minimalis buat set rumah sedehana di kampung, karena tujuan akhirnya buat diancurin King*~😛)

image

Sudah puas ngerusak set rumahnya sambil mengejar-ngejar Indah dan menyiksanya, tiba-tiba terdengan suara Ismi menangis kesakitan, suara tangisan Ismi mengalihkan perhatian Retno yang sedang kesetanan itu, sambil memberikan serangan terakhir pada Indah dengan membenturkan kepalanya, Retno menghampiri Ismi. Indah merangkak sebisanya, berusaha memohon pada Retno untuk tidak menyakiti Ismi.

Saat melihat Retno berdiri di depan kamarnya Ismi merengek, “Mbak Retno… sakit mbak… sakit mbak…

Saat Indah yang sambil merangkak tiba di depan kamar Ismi, adagan ini yang dilihatnya:

Di bawah ini adegan epik yang secara pribadi paling saya suka, sangat relate sama apa yg suka saya lihat, itu Retno sedang menggendong Ismi yang sakit karena Santet, sementara dibelakangnya ada sang Jin Nasab yg sedang membantu mengobati Ismi. Pas liat adegan ini saya berdebar-debar kaya liat cowok ganteng karena, kondisnya se-relate itu ama yg sering saya temui.

image

Retno sambil memeluk Ismi bilang “ini bakal sakit, tapi aku janji… kamu akan sembuh!” Retno lalu menyayat bagian tangan Ismi dan memcoba mengeluarkan sesuatu. Benda yang berhasil dikeluarkan dari tangan Ismi itu diserahkan kepada Jin Nasab yang kemudian memakannya. Seketika Ismi pun sembuh, dia yg tadinya lemah bisa berlari menghampiri Indah yang terduduk di lantai.

Jin Nasab yg tadi merangkul Retno pergi, dan kesadaran Retno kembali, lukanya sembuh sama dengan penyakit Ismi yang sembuh, Retno kebingungan mencari Jin Nasab-nya tapi tidak dapat menemukannya. Yang ditemukannya hanya Indah yang menangis sejadinya sambil memeluk Ismi. Retno terdiam dengan tatap tajam penuh amarah pada Ismi.

Lalu Polisi datang mengamankan rumah Retno, mereka menangkap Indah atas tiga pembunuhan dan satu percobaan pembunuhan yang dilakukannya.

.

Gimana… masih pingin punya banyak istri atau wanita simpanan? 😛

Wkwkwkwkkw…. karena bagi saya ini bukan tentang Jin Nasab, ini tentang manusia yg ga bisa melawan hawa napsunya dan kehendak bebasnya diliarkan seenak jidat, lalu Jin Nasab yang jadi kambing hitam.

Padahal disini Jin Nasab itu berusaha melindungi trahnya sendiri. Kalo Indah bisa menjadi egois demi menyelamatkan Ismi, kenapa Jin Nasab Pak Wiryo gak boleh melakukan hal yang sama jadi egois karena ingin melindungi anak-anaknya Pak Wiryo. Wati kakaknya Retno di sergap Jin Nasab untuk dijauhkan dari Indah yg sudah siap menghadangnya dengan pisau, tapi tidak berhasil, krn Wati panik ketakutan dan akhirnya terbunuh. Begitu juga dengan Tarjo, yang sudah di takut-takuti supaya pergi dari tempat persembunyiannya, eh malah bersikeras sembunyi dan malah ketemu Indah dan terbunuh.

Thanks to Retno yang aslinya memang baik, secara emosi dia lebih stabil lebih subtle dibandingkan saudaranya yang lain, dia ga punya ambisi neko-neko dan diakhir lebih mengutamakan menyelamatkan Ismi ketimbang menghabisi Indah, walau dibawah pengaruh Jin Nasab.

Ini kenapa kesadaran manusia itu penting agar tidak ancur-ancuran dimanipulasi oleh Jin Nasab atau Khodam pegangannya. Kita manusia yg harus kendalikan mereka, bukan sebaliknya malah kit ayang dikendalikan Jin Nasab. Jangan Lemah!

image

“Tuhanmu tidak meninggalkan engkau, pun tidak membencimu.” Qs Ad-Duha, Ayat 3.

Kamu pernah meninggalkan Tuhan karena kamu marah, Wajar. Kamu manusia, dan marah itu manusiawi. Tapi, Tuhan itu Ar-Rahman Ar-Rahim, Maha Pengasih Maha Penyayang. Dia tidak pernah meninggalkan kamu.

(Pesan yang diberikan Pak Syafaat pada Retno, saat Retno akhirnya datang menemui Pak Syafaat setelah sekian lama Retno berhenti mengaji karena marah pada Tuhan atas kondisi keluarganya yg berantakan.)

Quorahttps://qr.ae/pAsKi8 Quorahttps://qr.ae/pAs6jC

——— ⋆ ˚。⋆୨>0<୧⋆ ˚。⋆ ———

Be kind and respectful, and I will do the same for you!

Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.

Makasih, Lovelie Light~🍀

image

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar