Kawans, di sini seperti biasa saya mengingatkan ada spoiler lho didalam tulisan ini, jadi yg blom nonton dan gak suka spoiler, gak ush dibaca tulisan ini. Tapi kalo yg belom nonton tapi ga masalah ama spoiler, silakan baca. Sudah saya peringatan dari awal jadi jangan tantrum kaya bocah!
Film horor yang kita tonton malam ini di acara NEMENIN CINDY NONTON HOROR (NCNH) kali ini berjudul “DI AMBANG KEMATIAN” dimana film bercerita tentang keluarga yang harus menanggung akibat dari Pesugihan yang dilakukan sang kepala keluarga, Pesugihan Iblis Berkepala Kambing yang kalo dari ciri-ciri yang dilihat dari Film-nya ini kaya Pesugihan Kandang Bubrah.
Nadia (Taskya Namya) adalah satu-satunya anggota keluarga yang selamat dari tragedi mengerikan yang menimpa keluarganya. Ibunya Mirna (Kinaryosih) meninggal pada tahun 2002 karena menjadi tumbal dari Pesugihan yang dilakukan oleh ayahnya Pak Suyatno (T. Rifnu Wikana). Sepuluh tahun kemudian, kakak laki-laki Nadia, Yoga (Wafda Saifan Lubis) mengalami nasib yang sama. Karena itu semua, sekarang Nadia harus berjuang dengan ancaman menjadi tumbal pesugihan sang ayah yang mulai menghantuinya.
Kalo ngomongin Pesugihan tuh saya mau sharing dikit dari yg saya temukan kasus dilapangan dulu dan mungkin banyak orang lain gak tau… banyak Pesugihan tuh yang punya SKB pake kode (*) yg kecil banget di pojokan yang kalo gak “dibaca” orang gak akan tau syaratnya puanjaaaaang dan lamaaaaaaa buat di pahami. Namanya orang kegilaan pingin cepet-cepet kaya, mereka melewati tanda SKB () itu, dan akhirnya bukan cuma tepi jurang lagi, tapi masuk jurang, dan gak sendiri… bakalan nyeret semua orang yang “makan” hasil pesugihan itu, terutama keluarga inti dan nati orang-orang yg sedikit banyak “nyicipin” kekayaan itu.*

9 tahun berlalu sejak kematian sang Ibu, Nadia menemukan sang kaka Yoga, semakin bersikap aneh dan selalu memberontak, sehingga hubungannya dengan sang ayah menjadi buruk. Sampai suatu malam Yoga mengajak Nadia untuk mengintip sang ayah yang sedang melakukan ritual yang sama seperti yang pernah dilihatnya 9th lalu.
Konflik semakin memanas, ketika Nadia histeris melihat sang ayah melakukan ritual, dan disini semuanya terbuka, alasan sang ayah melakukan pesugihan “katanya” demi keluarga. Dan ternyata sang istri mengetahui bahwa selama ini suaminya melakukan Bubrah. Sang istri bersedia menggantikan putranya Yoga untuk menjadi tumbal di 10th pertama. Dan sekarang 9th sudah berlalu… teror itu dimulai lagi… Dan sekarang Yoga kembali diincar.
Pesugihan itu gak ada yg ga di bayar di endingnya, bahkan jika embel-embel awalnya bilang “Pesugihan Putih” sekalipun, kalo ga ditumbalin nantinya, ya paling anda di tipu… itu aja sih. Dan Pesugihan Kandang Bubrah ini, jangan percaya kalo ada yang bilang “gak ada tumbal-nya”. Pesugihan ini adalah pesugihan paling jorok yg pernah saya temui. Ada ritual tidak mandi dan tidak mengganti baju berhari-hari sebelum ritual penyembahan yang biasanya dalam waktunya 3 purnama atau 100 hari sekali. Kemudian ritual besarnya 10th sekali ketika saatnya ngambil Tumbal.
Setelah Yoga meninggal… Nadia mulai mengalami pengalaman menakutkan, sama seperti Yoga. Di sekolah Nadia pun mengalami banyak hal aneh, sampai akhirnya Bastala (Giulio Parengkuan), teman sekolah Nadia meliat keanehan yg terjadi pada Nadia dan berusaha untuk membantunya.
Malam itu Nadia menyaksikan tubuh Yoga yang dicabik-cabik dan dimakan oleh Iblis Kambing. Sang ayah yang mulai menyadari bahwa sekarang Nadia lah yg menjadi target selanjutnya, membawa Nadia untuk bertemu seseorang, Mbah Jerat (Andi Bersama) untuk menanyakan cara supaya bisa melepaskan kontrak Pesugihan itu. Sampai akhirnya mereka bertemu dengan Mbah Unjuk (Elly D Luthan) yang memberi tahu bahwa apa yag sudah terjadi ini ga ada jalan baliknya, perjanjian yang dilakukan Pak Suyatno yang menyebabkan si Iblis Kambing ini bisa leluasa masuk dimansi manusia untuk menjemput tumbal setiap 10th sekali, yg disebut dengan “Pertemuan”.
Nadia pasrah, dan meminta Pak Suyatno untuk berhenti mencari bantuan, dan ingin hidup normal sebelum ajal menjemputnya. Di momen ini Nadia memberikan buku hariannya pada Bastala, sebagai uscapan terima kasih dan kenang-kenangan. Nadia meminta sang ayah untuk pergi dari rumah, alasannya agar sang ayah tidak perlu melihat hari akhirnya yang tersiksa. Setelah Nadia meninggal… sang ayah yang tersisa, dan dia melanjutkan hidup dalam penyesalan dan kegilaannya, tapi apa iya dia akan hidup… masalahnya dia adalah pokok hutang, sementara keluarganya hanya bunga yang harus dibayar~😁🤭
.
Terus gimana dengan tumbal yang bukan keluarga? Tetep bisa, terutama juka tumbal itu diambil dari orang-orng yang ada hubungannya dengan Pesugihan yang dilakukan, misal seorang pengusaha pabrik memiliki perjanjian pesugihan,kemudian uang yang di dapatkan digunakan untu keberlangsungan usaha pabriknya maka, wajar kalo karyawannya jadi tumbal. Begitu juga bidang usaha lainnya. Ada kasus orang kaya raya karena pesugihan, memelihat anak yatim di tempat lain yg kemudian nantinya akan di jaring jadi Tumbal, ini trick yg sudah biasa di jalankan juga.

Jadi kata King Of Alit gini nih,
Jangan nanggung kalo mau Pesugihan itu! Pesugihan itu jangan mikir “mau bikin hidup kamu bahagia saat ini” tapi gimana caranya “cucu-cicit dan keturunanmu seterusnya nanti bahagia”, generasi sekarang biarin aja abis, mau meninggal atau cacat yang penting semua keturunan selanjutnya nanti bahagia…
Filosofinya, harus jangka panjang… trik nya adalah jangan mikirn jangka pendek kalo niatnya emang beneran pingin Pesugihan. Kalo jangka pendek kaya film ini dimana mereka pingin berhenti di tengah-tengah, karena keburu takut dan cape, yaa akhirnya malah abis semua, gak ada yang kaya, keturunan juga abis sia-sia.
Ini adalah kenyataan yang terjadi sebenarnya kalo berurusan sama Pesugihan.
.
Oh btw… siapa bilang tumbal pesugihan ga bisa ditolong, semua bergantung sama karmanya, tesnya apakah kamu jadi nurut, atau jadi serakah.
Biasanya manusia memilih jalan SERAKAH. Kalo udah serakah yaa jangan nyalahin Iblis mau nagihnya kaya gimana juga.
.
Film ini saya rasa tipenya sama seperti Jagat Arwah, kalo orang yg gak paham sama alur Kontrak Pesugihan akan menganggap film ini membosankan, lambat dan sulit di ikuti/dipahami. Kalo yg paham, film ini cukup relate sama kejadian yang sesungguhnya.
Quorahttps://sekalaniskala.quora.com/GHIBAHIN-FILM-SETELAH-NOBAR-6-KISAH-TANAH-JAWA-POCONG-GUNDUL-2023?ch=10&oid=219570773&share=1a174fc4&srid=hr8YU0&target_type=post Quorahttps://qr.ae/pAo7KE
——— ⋆ ˚。⋆୨>0<୧⋆ ˚。⋆ ———
Be kind and respectful, and I will do the same for you!
Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.
Makasih, Lovelie Light~🍀
