Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

[LVL-NCNH-09] — GHIBAHIN FILM SETELAH NOBAR: KKN DESA PENARI EXTENDED CUT - LUWIH DOWO, LUWIH MEDENI (2022)

> Kawans, di sini seperti biasa saya mengingatkan didalam tulisan ini, isinya adalah dikusi dari sudut pandang kami para member Meditasi Sekala Niskal...

lovelie-light 8 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel [LVL-NCNH-09] — GHIBAHIN FILM SETELAH NOBAR: KKN DESA PENARI EXTENDED CUT - LUWIH DOWO, LUWIH MEDENI (2022)

Kawans, di sini seperti biasa saya mengingatkan didalam tulisan ini, isinya adalah dikusi dari sudut pandang kami para member Meditasi Sekala Niskala, kalo semisal terasa absurb…. yah mau gimana lagi kalo gak absurb berarti gak jadi diri sendiri dan berarti gak asyik donk. Soal spoiler kynya engak lah yaaa… ini film udh 3th lalu kalo anak saya udah jadi ghost hunter umur segitu. Jadi sudah saya peringatan dari awal, jangan tantrum kaya bocah ngeributin spoiler atau perbedaan sudut pandang.

Yaaa…. Kawans sekalian gak salah baca, di acara NEMENIN CINDY NONTON HOROR (NCNH) kali ini kami akan nobar film “KKN DESA PENARI, Extended Cut (Luwih Dowo, Luwih Medeni)” Soalnya banyak yg penasaran sama cerita ini kalo dari sisi supranya. Buat saya sih penting buat meluruskan banyak hal wkwkwkwk…. yang uncut ini lebih menjelaskan banyak hal yang akhirnya memerikan pemahaman baru ttg dari film.

Tapi seperti biasa gak semua hal yang bisa saya spill di Forum Discord Sekala Niskala bisa saya Spill di Forum Quora ini, terlalu sensitive ngespill hal-hal mendalam tentang supra di forum sebesar Quora, makanya saya pribadi sih bersyukur bisa ada di Forum SN ini.

Sedikit lebih bebas lah cocotku di discord mah! 😛

image

Salah satu kekuatan utama film ini adalah kemampuannya dalam membangun atmosfer horor yang kuat dan mencekam sejak awal. Penggunaan sinematografi yang gelap, suara-suara yang mengganggu, dan setting desa terpencil yang misterius berhasil menciptakan rasa takut dan tidak nyaman bagi penonton.

Kita mulai aja dengan memperkenalkan mereka, para mahasiswa utama di film ini, ada Nur (Tissa Biani), Widya (Adinda Thomas), Ayu (Aghniny Haque), Bima (Achmad Megantara), Anton (Calvin Jeremy), dan Wahyu (Fajar Nugra). Yaa… mereka adalah sekelompok mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa terpencil di kota B dekat Sebuah hutan yang dikenal dengana mama Alas (piiiipppp) yang misterius. 😁😎

Nur dan Widya, diperkanalkan sebagai individu yang memiliki kepekaan lebih terhadap hal-hal mistis. Semua itu dikarenakan Nur memiliki seorang penjaga gaib yang cukup disegani dan Widya di ketahui memiliki “Getih Anget”, yg merupakan sebutan bagi seseorang yg memiliki kepekaan spiritual yang tinggi dan daya tarik mistis. Getih Anget memiliki intuisi yang kuat dan seringkali dapat merasakan hal-hal di luar nalar atau indra biasa, termasuk kehadiran makhluk halus atau energi tertentu. Aura atau pesona alami Getih Anget ini juga sangat kuat, khususnya bagi makhluk halus.

Nah karena hal ini dari awal Nur dan Widya sudah merasakan keanehan didesa ini seperti kehadiran entitas gaib yang makin lama makin brutal.

Tapi di awal-awal jujur saja kami merasa heran karena ada hal yang gak sesuai logikan kami, sehingga kami sambil nobar ini melakukan diskusi panjang. Gara-gara ada adegan Nur yang mau mandi dan di datangi Gendruwo, kemana Mbah Dok (Dewi Sri), sosok nenek-nenek yang merupakan Khodam penjaga Nur?

Ternyata menilaian ini kami berikan beradarkan pengalam pribadi kami yang sebagian besar sudah terkoneksi dengan pendamping gaib kami masing-masing, sehingga masih bisa diganggu makhluk asing menjadi ga relevan. Tapi akan berbeda hasilnya jika kondisinya seperti Nur, yang belum memiliki koneksi yg baik dengan Mbok Dok, bahkan tidak ada kesadaran ttg keberadaan Mbok Dok itu sendiri.

Paran khodam pendamping memiliki keterbatasan bertindak ketika manusianya tidak memiliki koneksi yang aih atau tidak sadar dengan keberadaannya, ini kenapa kadang banyak khodam yg kualitasnya bagus malah wasted.

Dasar pemikiran kami saat nonton adalah seseorang dengan khodam aktif akan memiliki batas teritori dimana manusia yang dijaganya harusnya gak bisa didekati oleh makhluk lain, apa lagi yng niatnya gak baik. Badarawuhi sendiri masih ada sungkan pada Mbah Dok, masa Gendruwo bisa mendekati Nur dalam jarak sedekat itu? Mengingat kami akhirnya tau Mbok Dok ini siapa dan dari mana.

Tapi ada adegan Kopi yang di suguhkan Mbah Buyut (Didin Boneng) untuk Nur yang sebenernya untuk channeling ke Mbah Dok itu dapet logikanya karena emang seperti itu caranya channeling/mediumship, membuka koneksi lewat apapun, dalam adegan ini lewat secangkir kopi.

image

Mbah Dok (Dewi Sri)

Diawal-awal film kami menganggap banyak adegan yg gak relevan. Tapi seiring berjalannya waktu sambil menonton dan berdiskusi akhirnya kami bendapatkan benang merah yang akhirnya membuat kami berfikir bahwa cerita ini menjadi relevan. Dimana bangsa Demit seperti Badarawuhi (Aulia Sarah) memiliki metode soft-spoken, bisa memanipulasi manusia dengan banyak cerita-cerita indah. Kemudian bagaimana Ayu dan Bima yang memilik kepentingan bisa di kendalikan mengunakan manipulasi rasa.

Makanya kenapa Ayu dan Bima melakukan “ke-bodohan” mereka, disini lah Badarawuhi punya alasan untuk “menghukum”, padahal semua manipulasi itu datangnya ya dari Badarawuhi sendiri. Hal yang sama yang selalu dia lakukan sejak dulu sehingga dia akhirnya terkurung dia dalam desa itu tanpa bisa kemana-mana. Yng bisa dia lakukan hanya memanipulasi warga dengan cerita dan ketakutan-ketakutan yang akhirnya soalah membuat manusia lah yg salah makan Badarawuhi berhak “mangambil” mereka semua.

Badarawuhi memanipulasi Bima agar bisa menolong Widya, wanita yang disukainya. Sementra Ayu yang menyukai Bima dimanipulasi supaya dia bisa memiliki Bima dan keduanya akhirnya malah jadi sial. Setelah Ayu dan Bima melanggar pantangan desa dengan melakukan perbuatan asusila di area hutan keramat yang dikenal sebagai “Sendang Waluyo”. Banyak yang bilang kalo tindakan mereka ini membangkitkan kemarahan penunggu desa, terutama Badarawuhi. Makanya kemudian Badarawuhi mulai meneror mereka melalui mimpi, penglihatan, dan kejadian-kejadian di luar nalar, padahal jelas-jelas semua kejadian itu berawal dari manipulasi Badarawuhi sendiri.

Bangsa Demit seperti Badarawuhi itu, tau kelemahan manusia apa lagi kalo urusannya dengan birahi, gampang kecium ama mereka. Gak pake lama udah “khilaf” aja. Makanya yang paling gampang dipake adalah manipulasi “rasa” disisi syahwat itu. Makanya hati-hati kendalikan diri, jaga adab, banyakin istigfar dan bedoa meminta perindungan Tuhan, biara pandangan tidak dibutakan oleh ilusi.

.

Kemudian dari salah satu teman SN kami, Mas Ryo Damha yang kebetulan daerah nongkrongnya ada di wilayah timur Jawa, beliau menceritakan bahwa jaman beliau masi KKN, memang tempat-tempat yang di jadikan tempat KKN ini adalah desa-desa terpencil seperti yang ada di Film ini, kemudian emang desa-desa ini memiliki banyak kearifan lokal yang harus di patuhi jika ingin kegiatan KKN nya berjalan lancar. Dan pada jaman itu udh bukan hal aneh kalo disetiap kegiatan KKN selalu ada kasus-kasus diluar nalar yg melibatkan kekuatan tidak kasat mata.

Dan film ini juga punya kekuatan unik dimana berani menyentuh tema tentang pentingnya menghormati kearifan lokal dan pantangan yang berlaku di suatu daerah, yang sering kali dianggap g apenting ama para pendatang. Katanya butuh tapi gak mau menghargai, aneh. Pelanggaran terhadap aturan adat menjadi pemicu utama dari teror yang dialami para mahasiswa KKN. Apa sushnya berprilaku baik dan hilangkan keangkuhan sebagai orang yg merasa moden atau berpendidikan tinggi, hal ini masuk ke Dimensi Moralitas lho!, Masa kalah sama warga kampung yg bisa lebih bijaksana memelihara alam dan budayanya!

.

King Of Alit juga menambahkan betapa enaknya kami di Sekala Niskala bisa melihat dan merasakan kalo ada energi makhluknya yang “ikut” dalam sebuah karya sperti film ini dan beberapa film yang kami pernah nonton bersama sebelumnya. Kalo kita mau lihat secara normal dari awal film sampai akhir nih film tuh biasa aja, nrmal-normal aja, tapi kenapa bisa sampai 9 juta lebih penoton, kenapa coba…

Silakan anda jelaskan dengan cara logis… tapi kami gak perduli sama itu semua. Kami melihat ada energi lain mempengaruhi kesuksesan ini dan itu kalo diceritakan akan gak Logis, dan bukan hal yang bisa di spill semua dengan gamblang juga hahahahaa…

Kami membicarakan tantang film ini dan hal-hal supra lain yang terlibat didalamnya sampai jam 1 malam, dan berakhir NGANTUK! Wkwkwkwkw… 🤣

Banyak hal supranatural yang lebih aman tidak diketahui orang banyak, karena sifat kepo manusia bisa merusak banyak hal termasuk regulasi alam semesta. Jadi anggap saya film ini sukses karena promosinya bagus, dahh…

image

*Binatang itu tau teritori dan batasan yang ga boleh dilanggar, kalo mereka ada dikawasan yg bukan kawasannya, bahkan mereka tidak akan berburu mangsa di wilayah berburu yg bukan wilayahnya. Bangsa Jin juga begitu, mereka tau diri gak akan melanggar batasan kalo itu bukan teritori dia, sama seperti Mbah Dok yang hanya melakukan apa yg wajib dilakukannya yaitu melindungi Nur, tanpa melakukan tindakan berbahaya yang bisa mencelakakan seperti prilaku offensive atau menantang walaupun sebenarnya dia bisa melakukan itu. (ini bedanya khodam yg energinya tinggi, mereka lebih memiliki perhitungan dalam bertindak, beda ama khodam ecek-ecek yg hobi petantang-petenteng nyari musuh kaya manusianya yg labil) 😅😛

image

Nah, sekarang nih… masa manusia yang katanya makhluk paling sempurna malah ga tau diri, nggak tau tata krama dan adab, lalu seenak jidatnya bertindak, merusak tatanan kebaikan dan ekosistem di daerah atau desa orang lain, yang jelas-jelas bukan teritori dia dan bukan tempat tinggal dia?

Yakin makhluk paling sempurna… atau cuma makhluk reject kali~😅😁

Secara keseluruhan sih ya… “KKN di Desa Penari” adalah film horor yang berhasil menghibur dan menakutkan banyak penonton, terutama Cindy Delviana , makanya ngajak Nobar wkwkwkwkk… Kekuatan utamanya terletak pada atmosfer yang mencekam, kisah yang udah familiar, dan visualisasi sosok Badarawuhi yang di bikin ikonik. Meskipun ga bisa kit apungkirin punya beberapa kekurangan, film ini tetap menjadi kontribusi yang signifikan dalam genre horor Indonesia dan membuktikan daya tarik cerita horor berbasis internet. Film ini cocok bagi penonton yang menyukai film horor dengan unsur mistis Jawa yang kuat dan tidak terlalu mempermasalahkan beberapa kekurangan dalam penceritaan.

Film “KKN di Desa Penari” diadaptasi dari cerita horor viral dengan judul yang sama karya SimpleMan. Untuk versi filmnya, skenario ditulis oleh Lele Laila dan Gerald Mamahit.

Film ini disutradarai oleh Awi Suryadi. Versi Asli (PG-13 cut): Dirilis pada tanggal 30 April 2022 di Indonesia. Versi Uncut (17+ uncensored): Juga dirilis pada tanggal 30 April 2022, tayang secara paralel dengan versi yang disensor di bioskop. Versi Extended Cut (“Luwih Dowo, Luwih Medeni”): Dirilis pada tanggal 29 Desember 2022, dengan durasi yang lebih panjang.

Quorahttps://qr.ae/pAAgVa

——— ⋆ ˚。⋆୨>0<୧⋆ ˚。⋆ ———

Be kind and respectful, and I will do the same for you!

Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.

Makasih, Lovelie Light~🍀

image

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar