Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

[LVL-NCNH-14] — GHIBAHIN FILM SETELAH NOBAR: PRIMBON (2023)

YAA ALLAH Aku lupa bikin ini, kemaren saking speechless nya kami habis nonton film ini, bahkan " pada ngupas bawang" di depan muka masing masing, acar...

lovelie-light 9 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel [LVL-NCNH-14] — GHIBAHIN FILM SETELAH NOBAR: PRIMBON (2023)

YAA ALLAH!!

Aku lupa bikin ini, kemaren saking speechless-nya kami habis nonton film ini, bahkan “pada ngupas bawang” di depan muka masing-masing, acara NCNH berakhir begitu saja tanpa ada pembicaraan yang panjang lebar seperti biasanya.

Kawans, di sini seperti biasa saya mengingatkan ada spoiler lho didalam tulisan ini, jadi yg blom nonton dan gak suka spoiler, gak ush dibaca tulisan ini. Tapi kalo yg belom nonton tapi ga masalah ama spoiler, silakan baca. Sudah saya peringatan dari awal jadi jangan tantrum kaya bocah!

image

Film ini di Sutradarai oleh Rudi Soedjarwo, saya pribadi udh ga perlu mempertanyakan Logika Supranatural di film ini, sentuhannya sangat beda jauh sama film-film karya Joko dan Kimo, film ini gak perlu ada adegan gore untuk bikin orang ketakutan dan tersentuh, gak ada adrenalin rush, yang ada emosi lain yang dikuras, simpati bahkan mungkin empati. Alur cerita berjalan smooth dan logika suprantural berbalut tradisi yang ga bisa di tampik hal ini memang banyak terjadi di tengah masyarakat kita. Logika Supranatural yang paling common tapi berasa mewah.

Coba ngacung yang ngupas bawang semalam… Cindy Delviana , Riska H. , Luthfi , Jovanka , King Of Alit bagaimana rasanya mewek pas nonton film horor wkwkwkkk….

Rudi Soedjarwo mempermainan “RASA” di film ini, bagaimana Ibu dan Bapak yang kehilangan anak gadisnya, berjuang menampik pemikiran negatif dari lingkungan bahwa sang anak telah mati, dan rasa gembira mereka saat sang anak pulang ke rumah.

Kemudian bagaimana sang Adik, saat mengetahuin sosok kakak yg di cintainya, yang sedang di peluknya itu bukanlah sosok fisik sang kakak, tapi rasa cinta dan sayang-nya mengalahkan rasa takut akan keganjilan-keganjian yang sedang terjadi.

Selain soal jalan cerita, Rudi Soedjarwo juga gak main-main dalam hal memilih para pemeran dalm film ini, sekilas saat saya lihat poster saja… what the heck! Wajah-wajah yang tidak asing dan terkenal dalam memainkan emosi dari peran-peran yang biasa mereka mainkan, walau ada Nugie dan Oppie Andaresta yang lebih terkenal sebagai penyanyi, tapi semua orang tau kualitas karya-karya mereka yang juga mengutamakan “RASA”.

Banyak cerita-cerita mistis yang beredar di masyarakat tentang orang yang bisa kehilangan sukmanya karena satu dan lain hal, tapi di film Primbon ini terjadi kebalikannya. Ada kemelekatan duniawi yang menyebabkan sukma orang tersebut pulang kerumah setelah tubuh fisiknya menghilang dalam kesunyian hutan yang dianggap wingit.

PRIMBON*, seperti sebuah buku panduan komplit warisan leluhur di tanah Jawa. Isinya bukan cuma prediksi, tapi juga berbagai petunjuk dan hitungan tentang kehidupan sehari-hari. Mulai dari mencari hari baik untuk menikah atau pindah rumah, meramal watak seseorang berdasarkan tanggal lahir, sampai cara menafsirkan mimpi atau firasat-firasat alam.*

Primbon juga dipercayai sebagai jembatan yang menghubungkan manusia dengan alam semesta dan kekuatan tak terlihat. Orang Jawa percaya, dengan mengikuti petunjuk Primbon, mereka bisa hidup lebih selaras, terhindar dari kesialan, dan meraih keberuntungan. Jadi, Primbon itu bukan sekadar takhayul, tapi lebih ke kearifan lokal yang sudah turun-temurun menjadi bagian dari cara hidup orang Jawa.

Cerita ini bermula pada tokoh utama bernama Rana (Flavio Zaviera) yang bersikeras meminta izin pada kedua orang tuanya, Dini (Happy Salma), dan Banyu (Nugie) agar diperbolehkan untuk mendaki gunung bersama sahabatnya Janu (Chicco Kurniawan). Setelah bujukan-bujukan manja Rana pada Ibu dan Bapaknya akhirnya Rana diijinkan pergi mendaki bersama Janu.

Padahal, sudah diperingatkan oleh Bude Nur (Jajang C. Noer), bahwa hari itu yang bertepatan dengan hari ulang tahun Dini, Ibunya Rana adalah hari sial menurut Primbon dan harusnya Rana tidak pergi kemana-mana. Tapi Dini, Banyu dan Rana tidak percaya dan tidak mengindahkan peringatan itu.

image

Benar saja hal buruk terjadi, hujan lebat mengguyur hutan dan mebuat Rana menghilang, Janu yang panik tidak bisa menemukan Rana akhirnya mengabarkan tentang hilangnya Rana pada keluarganya. Pencarian besar-besaranpun dilakukan oleh warga desa ke sekitar hutan tempat dimana Rana dipercaya menghilang, sampai akhirnya tiba di hari ke-7, keluarga besar Rana akhirnya memutuskan untuk mengadakan tahlilan. Berat hati mereka meyakini Rana sudah tiada, namun secara tradisi semua harus dilakukan. Tapi bagi Dini, keyakinan itu sulit diterima. Hatinya menolak menyerah, ia tetap percaya putri pertamanya itu masih hidup.

Ajaibnya (**gak ajaib sih menurut saya…*😅 tipikal aja, biasa setelah tahlilan Sukma atau Arwah memang biasa kok pulang kerumah, mereka punya waktu 7 - 40 hari untuk berada disekitar keluarganya sebelum benar-benar naik ke dimensi yang lebih tinggi.) Setelah tahlilan selesai, di tengah guyuran hujan lebat, Rana tiba-tiba muncul di ambang pintu rumah. Dini, Banyu, dan si bungsu Tari (Azela Putri), menyambut kepulangan Rana dengan suka cita.

Tapi tidak dengan ketiga kakak Banyu yang merupakan Bude-budenya Rana, kebahagiaan itu tidak dirasakan oleh merkea. Terlalu kental dengan kepercayaan takhayul, Bude Nur, Bude Sri (Oppie Andaresta), dan Bude Ning (Seroja Hafiedz) malah curiga dan terus mengkaitkan kejadian ini dengan hal-hal mistis. Mereka yakin, sosok yang kembali itu bukanlah Rana, melainkan… arwah! Konflik pun tak terhindarkan. Dini mati-matian mempertahankan keyakinannya bahwa itu memang putrinya, sementara keluarga besar bersikukuh pada takhayul dan petujuk Primbon pegangan mereka.

Karena konflik ini, sosok Rana akhirnya bereaksi, satu persatu Budenya diteror dengan hal-hal menakutkan. Kita semua tau, eh mungkin saya dan beberapa orang aja yang tau sih… arwah dengan kemelekatan duniawi bisa datang dengan ditunggangi oleh entitas-entitas lain, yaa… hijacked. Ini yang sebenarnya terjadi pada sosok Rana. Kenapa dia bisa muncul dibanyak tempat pada satu waktu yang hampir bersamaan. Bukan hanya meneror Bude-budenya, juga menganggu warga yang berbicara buruk tentangnya dan ibunya, klimaks nya adalah… sosok Rana mulai suka memakan daging mentah, seperti yang dilakukannya di lapak dagangan ikan milik Bapaknya.

Satua-satunya orang yang tidak bergeming dan tidak takut melihat wujud asli Rana hanyalah Tari sang adik, walau Tari adalah orang yang paling dulu tau tentang kematian Rana, tapi dia tidak mengindahkan kenyataan bahwa sosok yang duduk di sampingnya di depan cerimin yang sedang dipeluknya adalah arwah sang Kakak, yang sengaja menunjukkan wujud aslinya.

Satu-satunya jalan untuk membuktikan kebenaran tentang sosok yang pulang itu bukanlah Rana yang asli, Bude Nur bersikeras mengadakan upacara ruwatan. Sementara Banyu, bapaknya Rana sendiri semakin hari semakin merasa ada yg salah dengan putrinya itu sampai akhirnya malam sebelum upacara ruwatan, dia menemukan mayat burung Kedasih (Uncuing) yang sejak kepulangan Rana selalu bertengger dan berbunyi nyaring di depan rumahnya.

Sekilas tentang Burung Kedasih (Uncuing), dibeberapa wilayah burung ini dipercaya sebagai pembawa pesan kematian atau malapetaka, sehingga dibeberapa wilayah dipercaya apa bila burung ini tiba-tiba muncul dan bersuara nyaring dia dekat rumah salah satu warga*, maka dipercaya di rumah itu akan ada malapetaka atau orang yang meninggal ← ini kepercayaannya ya, jadi ga selalu relevan, tergantung munculnya di mana, kalo emang sengaja dipelihara burung Kedasihnya yaa cerita ini jadi ga relevan, karena konteksnya adalah* “tiba-tiba muncul*” so, you think deep deep sebelum komentar yaaa…* 😛😝

image

Dini masih gak bisa terima jika Rana itu adalah Arwah, dia berusaha untuk menyangkal tapi makin banyak bukti dan desakan-desakan bahkan dari para warga desa membuatnya semakin khawatir.

Akhirnya upacara Ruwatan pun di gelar, seluruh keluarga besar mengenakan pakaian tradisional, warga desa diundang, ada pegelaran wayang dan lainnya. Sementara Tari dan Janu menyelinap keluar untuk mencari jasad Rana yang masih hilang di tengah hutan, perjalanan mereka dihentikan oleh Pakde Basuki (Septian Dwi Cahyo) suami dari Bude Sri, yang mewanti-wanti mereka bahwa perjalanan kehutan itu akan sangat berbahaya, tapi mereka bersikeras karena niatan mereka ini untuk menjemput Rana pulang… “semua ini demi Mbak Rana Pakde” kata Tari. Pakde Basuki pun terenyuh lalu memberi ijin keponakannya itu untuk pergi, tentu dengan pesan agar keduanya hati-hati.

Rana dengan pakaian putih-putih di giring menuju tempat mandi kembang, lalu Bude Nur mulai menyiram Rana dengan air kembang, setelahnya Rana di dudukkan di tengah-tengah pagelaran agar bisa di “tonton” oleh semua warga yang datang. Gak lama sebuah keanehan terjadi pada Rana, wajahnya mulai pucat dan tingkah lakunya menjadi aneh… Rana berpindah domain. Dia bertemu dengan Eyang Putrinya yang mengejarnya dalam kegelapan Rana berusaha lari menghindar dan saat dia kembali ke tengah upacara ruwatan, diantara warga yang menonton acara itu Rana melihat banyak sekali “arwah” berkumpul, mengisi ruang-ruang kosong di sekitar warga desa. Rana panik dan dan menjerit-jerit semakin jadi.

image

Sementara di hutan, Tari dan Janu menyusuri perlahan jalan setapak yang sebelumnya dilewati oleh Rana dan Janu di hari sebelum musibah itu terjadi, tapi tanpa disangka keduanya terpisah, masuk kedalam hutan yang tiba-tiba menjadi gelap… Tari berpindah domain. Tari terus memanggil-manggil Janu, Janu bisa mendengar suara Tari memanggilnya tapi ga bisa menemukan keberadaan Tari yang tadi berjalan di sampingnya. Mereka saling mencari.

Gak lama langkah Tari terhenti, dihadapannya berdiri sosok Rana. Sosok yang sama persis yang dipeluknya dalam keadaan setengah membusuk di depan cermin di kamarnya waktu itu. Sosok itu melangkah perlahan mendekati Tari dan Tari-pun cepat-cepat menggapainya… “Mbak Rana”.

Sosok itu memeluk Tari dan Tari membalas pelukan itu dengan erat, sepersekian detik, sosok yang memeluk Tari itu melemas, tubuhnya lunglai tanpa daya, yaa… yang tadi datang menghampiri Tari dan memeluknya adalah jenazah Rana yang sedang di carinya. Tiba-tiba saja Janu muncul menghampiri Tari dan membantunya memegangi jenazah Rana, Tari menangis sejadinya sambil memeluk jenazah sang kakak.

Ditengah acara ruwatan perhatian warga beralih pada Janu dan Tari yang membopong jasad Rana dari kejauhan, Pakde Basuki yang sadar hal itu, paling dulu berlari menghampiri Janu dan Tari diikuti warga lain, sementara Dini dan Banyu tertegun ga percaya sama apa yang mereka lihat.

Setelah Janu dan Tari dibantu warga lain mendekat, Banyu baru melangkah gontai dan menahan tangisnya, di depan jasad putrinya itu dia menangis sejadinya, disusul Dini yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi, dan saat dia benar-benar meliat sosok yang di bopong itu, jeritannya menggema keras, dia terjatuh tak berdaya, semua merasakan kesedihan yang mendalam.

Film ini di tutup dengan potongan video, video yang dibuat oleh Rana di tengah hutan. Rana mempersembahkan video itu untuk sang Ibu yang sedang berulang tahun, tadinya dia ingin merekam moment matahari terbit sebagai hadiah ulang tahun ibunya, supaya sang ibu tidak perlu terlalu sedih dengan anggapan bude-budenya bahwa tanggal lahirnya adalah tanggal sial. Tapi sayang hujan deras menggagalkan proyek Rana ini dan membuatnya tidak bisa pulang kerumah dengan selamat ← hal ini menjadi kunci kenapa arwah Rana memiliki kemelekatan dan kembali walau tanpa raga fisiknya, selain dia berjanji akan pulang, dia juga punya hutang rasa pada sang Ibu.

Dah ya… ini saya aja nulisnya masih tetep meneteskan air mata, padahal semalam itu bukan pertama kalinya saya menonton film ini, pada saat rilis 2023 lalu saya udah nonton dan feel nya sama kok… Film Horor yang mengandung Bawang! (⋟﹏⋞) (╥_╥)

——— ⋆ ˚。⋆୨>0<୧⋆ ˚。⋆ ———

Be kind and respectful, and I will do the same for you!

Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi tentang hal-hal gaib.

Makasih, Lovelie Light~🍀

image

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar