Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

[LVL-NCNH-18] — GHIBAHIN FILM SETELAH NOBAR → RESTU BUKAN POCONG BIASA: MEMBONGKAR LOGIKA SUPRANATURAL 'FIRST LOVE', ANTARA CINTA OBSESIF, UTANG GAIB, DAN ENTITAS YANG TERIKAT.

Kisah horor "First Love" dari podcast populer "Do You See What I See" Episode 64 pada masanya sukses menggegerkan publik bukan hanya karena menampilka...

lovelie-light 9 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel [LVL-NCNH-18] — GHIBAHIN FILM SETELAH NOBAR → RESTU BUKAN POCONG BIASA: MEMBONGKAR LOGIKA SUPRANATURAL 'FIRST LOVE', ANTARA CINTA OBSESIF, UTANG GAIB, DAN ENTITAS YANG TERIKAT.

Kisah horor “First Love” dari podcast populer “Do You See What I See” (Episode #64) pada masanya sukses menggegerkan publik bukan hanya karena menampilkan kisah cinta antara manusia dan pocong, tetapi karena menyentuh ranah yang lebih dalam, yaitu spiritual debt dan konsekuensi dari dark magic yang pernah dilakukan leluhur.

Nah tahun 2024 kemaren kisah ini diadaptasi kedalam sebuah film dengan judul “Do You See what I See: First Love” yang di bintangi oleh Shenina Cinnamon sebagai Vey, Diandra Agata sebagai Mawar, Sonia Aliyssa sebagai Kartika, Sarah Felicia sebagai Lina, Jessica Shaina sebagai Dona, Noval Tubagus sebagai Restu, Nyimas Ratu Rafa sebagai Melati dan si Alex yang diperankan Yesaya Abraham.

Review dari King Of Alit dulu nih ya,

Repotnya tadi malem abis nobar film ini adalah kebingungan dan comment yang berhenti-berhenti nebak isi cerita dari plot film DoYou See What I See ini. Secara sederhana, plot nya adalah “pacaran sama Copong ” (seperti biasa, Cindy Delviana pasti punya istilah-istilah sendiri yang aneh kalo soal dunia makhluk-makhluk gini).

Tapi kalau diurut dan dirunut, seperti nya nggak sesederhana itu ceritanya. Banyak banget alternatif background story yang dibahas barengan sama Teteh. Tapi tetep semua nya asumsi dan nggak cocok 100%. Pake alternatif yang A,, ada hal a,b,c yang cocok, ada d,e,f yang nggak cocok. Pake alternatif yang B pun begitu, sama aja.

Dugaan terakhir sih ini terjadi karena ada 2 plot cerita.

Ada yang dari podcast, dan ada cerita dari creator filmnya yang dibuat baru ataupun ditambahkan untuk kebutuhan cerita. Yang satu berdasarkan experience, yang lainnya berdasarkan kira-kira. Jadi ujung-ujungnya, yang satu ada feel nya dan ada rasanya, karena pasti dari experience akan timbul sebuah rasa. Sedangkan yang satu lagi dari kira-kira, yang sama sekali nggak ada rasanya.

Itu sih kayaknya penyebab perdebatan panjang tadi malam soal plot background story dari film ini.

Nah dari sini Kawans SNU mungkin akan paham kenapa kita jadi berdebat eh diskusi wkwkwkwkk, karena ada perbedaan cerita antara podcast dengan film nya dimana ini jadi mengaburkan logika supranatural. Dan jujur bikin kita mikir dan beneran diskusi nih abis nonton, apa yg salah dan apa yang sebenernya terjadi sampai kita menemukan kesimpulan yang paling logis.

Biasanya kondisi kaya Mawar, kalo cuma pacaran ama demit, apapun bukan cuma Pocong ya, gak akan merubah prilakunya menjadi seekstrim itu. Cirinya akan sama kaya orang kena Pelet aja, dia bakalan “BEGO” aja gak sampai mengalami perubahan tabiat yg kaku dan prilaku ekstrim, seola punya kesadaran lain. Logikanya cuma1, Mawar bukan cuma mengalami gangguan dari Retsu, pada kondisi itu Mawar udah bukan lagi Mawar, kesadaran dia udah di hijack sama entitas atau energi lain.

Yang kita curigai yg ngehijack kesadaran Mawar adalah ilmu pesugihannya…

Aku ama King sepakat bahwa Pocong Restu hanya tools, ada sesuatu yg jauh lebih besar dari pada hanya wacana “pacaran ama pocong”. Pocong Restu hanya gak bisa lepas kerena sudah terikat sama ilmu hitam yg sekarang nge-hijack Mawar.

image

Di awal film di tunjukkan Bapak dari Mawar ini menggali sebuah makam dan mencuri jasad yg diketahui bernama Restu, saat si Bapak ini melakukan ritual mengikat untuk pesugihan, tanpa disadari Mawar melihat kejadian itu. Ini bisa jadi satu dari beberapa alasan kenapa terhubung dengan Restu, kemungkinan karena adanya “ikatan’ yang terjalin saat prosesi atau ritaul yang dilakukan Bapaknya itu. Dan ‘ikatan’ ini aktif ketika mawar menginjak usia 20th. Karena setahu kami ada beberapa mantara atau ilmu atau ajian yg akan diturunkan dari leluhur dan aktif di usia-usia tertentu.

Mawar yang vulnerable secara emosional memicu seluruh kejadian. Dalam versi film maupun kisah aslinya, titik balik dimulai dari doa Mawar di makam yang meminta sosok kekasih untuk menemani kesendiriannya. Di mata spiritual, energi hasrat dan kesepian yang kuat ini bertindak sebagai ‘mercusuar’ atau invitation yang menarik entitas Restu untuk masuk ke dimensinya.

Namanya Restu, dia yang nanti akan membantu keluarga kita” ini ucapan Bapak nya Mawar saat Mawar kepergok lagi nontonin bapaknya ritual bareng jenazah Restu.

Dan perlu diketahui oleh Kawans SNU, bahwa yg namanya ilmu terutama ilmu hitam itu ada energinya dan kita tau sifat energi itu ada yang Feminin dan Maskulin, dan ilmu yang turun pada Mawar yg sifatnya feminin, ini kenapa dia sangat terikat dengan sosok Pocong Restu dan menjadi pasangan. Seperti yang tadi sudah aku ungkap di atas bahwa Pocong Restu hanya tools.

image

Dari POV aku ya, analisis menghasilkan kalo Restu bukanlah pocong feral (jin liar), melainkan produk dari ilmu hitam atau perjanjian gelap di masa lalu. Filmnya memberikan petunjuk krusial, Restu dan mayat utuhnya terkait dengan praktik dark magic yang dilakukan oleh Ayah Mawar untuk melindungi atau memenuhi hasrat keluarganya. Apa lagi kondisi mayat masih ada ditingal kan di rumah lama keluarga Mawar.

Kemudian saat dilakukan tracing energi, yang biasa dilakukan untuk menemukan benang merah cerita yang ada dan sosok entitas yang sebenernya di dimensi astral, di mana entitas Restu tidak terdeteksi di layer astral (alam bebas). Jika ia entitas liar, ia pasti akan terdeteksi dilayer manapan dimensi astral. Ketiadaan jejaknya menunjukkan bahwa energinya ‘terkunci’ (anchored), tidak bebas berkeliaran, melainkan terikat pada garis keturunan Mawar dan media fisik (mayatnya).

Buat aku pada akhirnya, secara konsep, Pocong Restu lebih menyerupai Tulpa, entitas yang diciptakan dan diberi daya oleh pikiran kuat (ritual Ayah Mawar) dan terus diberi makan energi oleh emosi obsesif Mawar. Anchor fisiknya (mayat) dan spiritual debt ini membuatnya menjadi entitas terikat yang sangat kuat dan nyata, bahkan bisa dilihat oleh orang biasa.

Walaupun di jelaskan dalam film bahwa Restu sendiri merupakan pelaku pesugihan dimana alasan Bapaknya Mawar menggunakan jenasahnya untuk pesugihan adalah memang seperti ini lah pesugihan itu di dapat, harus menggunakan jenazah orang yg juga melakukan jenis ritual pesugihan yang sama. Ini kenapa saat masuk domain Restu, mereka menemukan banyak makam yang sama dan pocong2 yang sama.

Komplenan lain datang dari Cindy Delviana ;

Buat Cindy yang udah dengerin podcast nya menurut dia ketegangan di film ini KURENG, salah satu aspeknya adalah ekspektasi yg diharapka akan sama kaya di podcast. Cindy berharap pertemuan Pocong Restu sama teman-teman mawar itu seepic cerita podcastnya, bukan tersirat dan hanya beberapa penampakan saja. Tapi di film ini justru malah kaya diajak main game, bukan nonton film horor.

Film nya terlalu gelap, pace nya terobati dengan pengambilan gambar yg bagus. Ada beberapa detail yang gak pas contoh ketika adegan akhir mawar yg menggantung tapi cantik, kita tau pasti orang yg akhirnya menggantung gak akan cantik kek gitu panampakannya. 😅

Hal yang selalu pingin aku kritisi kalo nonton film horor tuh emang soal pencahayaan sih, emang dipikir demit cuma bakalan muncul kalo gelap2an gitu? ENGGAK KELEUS!!

Gegara kebiasaan nyeting adegan yang pencahayaanya kurang, orang jd mikirnya demit bakal muncul kalo gelap doang padahal kan enggak, selain itu pencahayaan yg kurang itu bikin capek mata dan ngantuk, boro-boro bikin takut. 🤣

image

Dalam adaptasi film, peran sahabat menjadi sangat penting. Vey, Kartika dan yang lainya, berusaha keras menyelamatkan Mawar dengan berbagai cara bahkan meminta bantuan Lina yang jelas-jelas selingkug ama si Alex, pacar Vey. Tapi demi sahabatnya mereka kerja sama mencoba melepaskan kutukan ilmu hitamini ini, termasuk mencari dan menguburkan mayat Restu. Ikatan persahabatan mereka adalah representasi dari upaya kolektif kemanusiaan untuk melawan belenggu dark magic.

Meskipun upaya penyelamatan berhasil, pada akhirnya Mawar memilih untuk ‘end dengan mengantung’ agar bisa bersatu selamanya dengan Restu. Ini adalah klimaks tragis yang menegaskan bahwa ikatan spiritual yang tercipta dari debt dan ilusi cinta obsesif jauh lebih kuat daripada ikatan fisik dan emosional di dunia manusia. Padahal secara logika supranatural ini bukan kesengajaan dalam mengkorting hidup yang dilakukan Mawar karna cinta, ini hanya 1 kata sedehana tapi powerful TUMBAL dari ilmu Pesugihan keluarga Mawar.

Udah jelas dan banyak buktinya kalo setiap intervensi spiritual manusia, apalagi melalui dark magic, akan selalu meninggalkan jejak energi dan konsekuensi (spiritual debt) yang akan ditanggung oleh keturunan. Kematian seluruh keluarga Mawar melambangkan pelunasan final atas perjanjian gaib yang dibuat oleh leluhurnya.

Dan Restu kenapa tidak terditeksi terditeksi secara etitas atau energi alasannya ada 2, urusannya sudah selesai bersama ‘menggantungnya’ Mawar. Karena kalo di bilang habis masih ada Melati sang adik yang hidup sendiri. Tapi kalo di podcast nya sendiri semua keluarga Mawar habis, terakhir sang bapak yang meninggal di RSJ. Alasan lain dalam waktu 20th lebih energi bisa berubah bentuk, entar ke-absorb atau berpindah pengusa yang menjadikan energi itu tidak otentik lagi. Jadi apakah sosok Restu ini beneran ada atau enggak bergentayangan macarin manusia, jawabannya bisa ya bisa enggak tapi apakah ilmu pesugihan yang dilakukan oleh Bapaknya Restu itu ada atau enggak, jawabannya… ada!

Kisah ‘First Love’ adalah case study sempurna tentang bahaya kekosongan spiritual dan warisan energi negatif. Ini menegaskan bahwa validasi supranatural memerlukan kedalaman analisis, di mana kegagalan mendeteksi justru bisa menjadi kunci untuk mengungkap logika tersembunyi di balik entitas terikat.

image

Buat aku film ini atau bahkan podcast nya bukan nya gak logis tapi cukup logis, tapi kesuliatan analisa masalah aslinya terjadi karena antara film dan podcast jalan ceritanya berbeda makanya analisanya gak bisa 100% apa kah kisah ini benar atau rekayasa atau halu atau… entahlah pergi kemana semua energi itu.

.

Komplenan lain:

  • Manuscript bilang penggunaan kabut untuk kesan serem di filmnya gak smooth, malah ganggu.
  • Teh Riska H. Bilang filmnya sebetulnya cukup serem. Cuma alurnya terlalu lambat. Aku ngantuk bgt nontonnya ya Allah. Bahkan part lg tegang kaya pas di rumah mau ketemu restu aku cepetin, soalnya lama bgt itu nge senter”.

Trus mau nguburin aja perkara tersesat dulu.

Sama ga di liatin pov mawar liat restu gimana. Apakah cowo ganteng gimana gtu. Misal liatnya kaya nicolas saputra gtu. Itu satu”nya motivasi aku buat bertahan nonton melawan ngantuk. Taunya pas di lanjutin, sampe akhir tetep berupa pocong.

  • Kalo Rissabing bilang gini → Kan judulnya do you see what i see yaa. Sapa tau yg diliat Mawar si mas Restu ganteng body aduhai… 🤭

Jadi begitulah keributan kami semalam mendiskusikan perkara pilm “Do You See What I See” ini, dengan hasil → kami semua ngantuk. 🤣😅

✧ ——— °˖✧◝(⁰▿⁰)◜✧˖° ——— ✧

Be kind and respectful, and I will do the same for you!

Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.

Makasih, Lovelie Light~🍀

image

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar