Dari beberapa kasus sihir yang pernah aku temui… diantaranya sihir terjadi bukan tanpa alasan, biasanya orang yg kena sihir pasti bukan orang yg sama sekali gak bersalah, karena secara logis gak akan ada asap tanpa api.
Walaupun perlu aku garis bawahi, gak semua sihir terjadi karena itu, karena ada juga yang terjadi karena masalah sepele kemudian berujung sihir. Ada yang hanya karena gak suka, rasa iri, takut tersaingi, alasan-alasan simple yang sebenernya masalahnya datang dari diri sendiri, bukan salah orang lain, bisa bikin seseorang gelap mata dan melakukan sihir untuk mengeliminasi ketakutan atau hal yang menurutnya menggangu dirinya…

Film ini adalah kelanjutan dari semesta Sijjin (2023) dan mengusung genre horor-religi, thriller, dan psikologis. Cerita berpusat pada Yuli (Yunita Siregar), seorang perempuan yang hidupnya dipenuhi penderitaan. Setelah kehilangan orang tua dan tempat tinggal, ia diperlakukan tidak adil, direndahkan, dan dituduh sebagai anak haram oleh keluarga Bu Ambar (Djenar Maesa Ayu), tempat ia bekerja sebagai pembantu. Luka batin yang mengendap bertahun-tahun ini akhirnya meledak menjadi dendam yang gelap.
Yuli yang telah terluka energinya dan kehilangan kesabaran, memutuskan untuk mengambil jalan paling ekstrem: Santet *(walaupun menurutku ini lebih ke Teluh yaaa…). Ia mencari pertolongan dukun ilmu hitam untuk mengirimkan kutukan mematikan kepada seluruh keluarga Bu Ambar. Ritual yang ia lakukan bukan main-main: ia harus memasukkan nama-nama target ke dalam mayat Ambar yang baru meninggal dan menyelesaikannya dalam waktu tujuh hari. Jika gagal, konsekuensi mengerikan akan kembali menyerang Yuli sendiri.
Seiring teror santet (gangguan gaib, penyakit mendadak, hingga kematian) menghantui keluarga Ambar, mereka pun mencari perlindungan dari tokoh agama melalui ritual Rukiah Syar’i untuk mengusir jin dan membersihkan santet.
Film ini jelas mau nunjukin pertarungan antara energi dendam yang mematikan melawan energi kebaikan yang suci, sebuah pertarungan yang lahir dari rasa sakit manusiawi. Tapi….
Apakah wajar, apakah sepadan rasa sakit menjadi alasan seseorang menjual jiwanya pada kegelapan?

Akting pemainnya pada bagus sih di film ini aku gak komplen.
Terus LOGIKA SUPRANATURALNYA…. FIlm ini relate denga logika supranaturalku, kalo semisal kamu mau nyantet orang itu ya emang se riwueh itu ritualnya, kamu harus mau repot dan turun tangan se intens itu, kamu harus lakukan ritualnya sendiri, si dukun cuma ngasih tau caranya doank dan kamulah yg jalankan ritualnya, mengumpulkan semua yang dibutuhkan untuk ritual dan melakukan eksekusi nya langsung, contohnya kaya di film ini, karena kalo kamu yg melakukan langsung semua rasa marah, kesal, kecewa, dendam akan disalurkan bersama sihir lewat ritual ini ke orang yang ditargetkan.
Kemudian kalo kita mau ngeruqyah orang, yg asli beneran kerasukan juga emang seriweuh itu… aku pernah cerita gimana orang yang lagi di ruqyah malah jerit2 panik kemudian lari dan lompat dari lantai 2, ada yg menabrak kaca sampai pecah tanpa terluka, tapi ketika sosok entitas astralnya sudah dikeluarkan, luka2itu mucul dengan sendirinya, yg nabrak kaca banyak luka bekas sayatan serpihan kaca, yang lompat dari lantai 2… kakinya sebenernya patah.
Hal-hal yang berhubungan dengan sihir dimensi astral ini bukan untuk diterima dan dipahami semua orang, kamipun yg relate dengan hal ini gak perduli orang mau percaya atau enggak dengan semua kejadian ini, karena kepercayaan orang lain itu bukan urusan kami juga, aku suka bilang kan Bothok Amat Lu mau mikir apa, bukan urusan gua!
Luv’s Rate: 8/10 ✨

Review dari King Of Alit
Mau ngomong apa ya tentang film ini, gak ada yang perlu diomongin sih sebenernya. Filmnya enak-enak aja, gak ada yang bisa dicacat sih, bukan yang terbaik tapi masih bisa diterima kalo di saya. Tapi yang utama adalah logika supranaturalnya bisa dapet banget, terutama alur ritualnya yang “kerasa” bener (masak mau dibilang emang bener ? kesannya nanti ada ritual yang bener dan ritual yang salah. Padahal yang ada ritual yang ada logika nya dan kerasa ngaco logikanya).
Kayaknya, si pembuat film ini pake konsultan supranatural yang bener dan pas deh.
Paling akhirnya mau ngomong tentang karakter si Tika, adik perempuan tokoh utama. Menyoroti kalau ada beberapa adegan di film, dimana karakter Tika mengalami semacam spiritual awakening. Ada beberapa pertanda kalau dia mendapatkan pertanda / sanepo bahwa keluarga nya sedang dalam masalah.
Dan pas banget penggambarannya di film ini, bahwa tokoh ini terlihat sedang melalui masa-masa suram dalam hidupnya. Kubilang ini pas banget, karena memang itu lah yang terjadi. Biasanya ketika kondisi seseorang ditarik ke kondisi paling bawah dalam hidupnya, dilepaskan dari semuanya, dilepaskan dari duniawi, dari kebergantungannya dan bahkan dari kepercayaannya, pada saat itu lah manusia bisa lebih berkembang dan develop. Karena nggak ada lagi jalan lain, ketika ada di titik paling bawah, satu-satunya jalan cuma ke atas.
King’s Rate: 8/10 ✨

Review dari Teh Riska H.
Sejujurnya aku ga bisa berkomentar banyak tentang filmnya. Atau mungkin nyaris ga ada yg bisa ku komentar wkwkwk.
Film ini salah satu film horor yg meski ga banyak jumpscare tapi aku cukup ngerasa takut dibuatnya. Dari mulai opening filmnya dibuat langsung meningkatkan adrenalin (secara aku suka ngilu sama kawat” 😮💨). Lalu sepanjang jalan film yg ga dibuat bertele”. Dan endingnya yg pas, ga dibuat aneh atau dipaksakan. Ditunjang akting dari para pemainnya yg keren. Terutama akting dinda kanya dewi yg lagi kesurupan dan diruqyah, ahh favorite! 👍
Oh mungkin cuma satu yg emang aga mengganjal, kenapa itu mandiin jenazah harus di dapur sih?! Kayak hah naha? Itu dapur loh buat masak makanan! Eta halaman luas tolong 🤣
Tapi gapapa cuma keresahan kecil aja. Untungnya cuma sekilas dan ga dibuat lama adegan itu kaya di film “pemandi jenazah”. Jadi maklumnya bisa ikhlas banget, mengingat secara keseluruhan filmnya keren 👍🤍
Teh Riska’s Rate: 8,5/10 ✨
✧ ——— °˖✧◝(⁰▿⁰)◜✧˖° ——— ✧
Be kind and respectful, and I will do the same for you!
Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.
Makasih, Lovelie Light~🍀
