Berawal dari sekedar meditasi bareng, yang konsepnya aneh, yaitu meditasi yang berjalan secara online alias nggak ketemu muka. Konsep ini menjadi aneh, karena masing-masing masih tetap terjaga privacy nya, karena tahu sendiri kan resiko bersosial media di jaman digital ini bagaimana kan ? Masih banyak resiko yang nyata mengenai share mengenai hal yang sifatnya privacy di media sosial. Pun demikian dengan sisi sebaliknya, banyak yang memanfaatkan kondisi yang bisa ngumpet di balik sebuah identitas digital.
Tapi dari sebuah konsep yang nyeleneh ini, berkumpul lah teman-teman yang memiliki persepsi dan minat yang sama, yaitu untuk melakukan meditasi bersama.
Meskipun di beberapa orang konsep ini aneh, tapi kejadian juga kumpul-kumpulnya.

pan account at Pinterest
Sampai akhirnya dibawa ke ranah yang lebih “terbuka” lagi di Discord, yaitu dengan melalui koneksi suara. Meskipun tidak memperlihatkan visual / video, tapi interaksi tetap bisa terjalin di dalam kumpulan komunitas yang sama-sama memiliki minat terhadap meditasi ini.
Berikutnya, tentu saja apabila ada sebuah koneksi baru, akan terjadi banyak interaksi, banyak aksi dan reaksi, serta banyak polemik. Ini yang membuat sebuah komunitas bisa berjalan dan bergulir.
Yang tidak bisa ditebak adalah, meditasi bareng yang tadinya dilakukan secara bersama-sama dan hanya merupakan sebuah latihan / panduan awal saja, berubah menjadi sesuatu yang rutin dan semakin berkembang. Bagi beberapa teman yang merasakan perubahan dalam dirinya, tentu saja ingin lebih merasakan sebuah perkembangan yang lebih baik lagi.
Bersamaan dengan hal itu, timbul lah permintaan untuk memperpanjang durasi dari meditasinya. Yang tadinya hanya selama 10-15 menit saja, karena hanya merupakan panduan awal untuk melaksanakan meditasi secara mandiri dan reguler, berubah menjadi rasa ingin tahu yang lebih besar. Sehingga dari teman-teman ada permintaan untuk memperpanjang durasinya menjadi 30 menit.
Permasalahannya di kami sebagai organizer, ada pertimbangan-pertimbangan tertentu mengenai hal ini. Karena basic energinya setiap orang berbeda-beda, motivasinya juga berbeda, kondisinya berbeda, sehingga nantinya kesemuanya akan mengarah kepada kemampuan yang berbeda-beda pula.
Setiap orang adalah orang yang unik dan berbeda, dengan sifat dasar yang berbeda, pola pemikiran yang berbeda, persepsi yang berbeda, yang membawa nya kepada kebiasan yang berbeda, karakter yang berbeda, jalan hidup serta pengalaman yang berbeda. Ini yang membuat sebuah standard menjadi sulit untuk digapai.
Dari persepsi sebuah meditasi, ini pun akan jadi sulit. Karena secara energi sudah berbeda, maka durasi meditasi 30 menit akan jadi berbeda-beda rasanya bagi setiap individu. Secara energi, orang-orang yang sudah memiliki elemen air dan udara, 30 menit meditasi itu sudah bisa kemana-mana. Karena praktisnya , mereka hanya butuh 5-10 menit di awal saja untuk menggapai meditative state. Yaitu sebuah kondisi yang kosong dan turunnya emosi. Yang apabila menjalani durasi meditasi 30 menit, maka ada 20 menit berikutnya yang bisa digunakan untuk eksplorasi ke arah yang lebih jauh lagi.
Sedangkan untuk orang-orang yang memiliki elemen api dan tanah, butuh waktu lebih lama lagi untuk menggapai meditative state itu. Sehingga durasi 30 menit ini terasa aman. Karena untuk kelompok yang ini, masih butuh 15-20 menit untuk bisa sampai di meditative state. Sehingga durasi 30 menit, hanya memiliki sisa waktu 10 menit untuk eksplorasi dalam meditative state.

Johannes Brandsma account at Pinterest
Konsep awal dari pengenalan energi ini saja sudah menjadi sebuah pertimbangan tersendiri, ketika menyikapi permintaan teman-teman yang ingin bermeditasi lebih panjang lagi durasinya.
Belum lagi pertimbangan-pertimbangan lainnya.
Tapi di sisi lain, senang sekali bisa memiliki teman-teman yang mendapatkan benefit bersama-sama, dari meditasi bareng yang dilakukan hanya selama 10-15 menit. Dan menjadi wajar ketika mereka merasakan benefitnya, dan menginginkan sebuah perkembangan.
Untuk itu dibuat lah sebuah Kelas baru, yaitu kelas meditasi yang lebih advance. Yang dengan lebih serius dibuat bersama, untuk bisa memenuhi keinginan belajar dari teman-teman yang ada.
Fokus utamanya dari kelas yang advance ini akan lebih kepada pengenalan diri terhadap emotional intelligence.
Kenapa berfokus ke emotional intelligence ?
Alasan simple nya karena ini kegiatan bersama, meditasi bareng, yang menggunakan energi sebuah komunitas. Seperti yang sudah pernah saya ceritakan di tulisan ini :
Maka yang terjadi dalam sebuah meditasi bareng adalah peningkatan energi yang double, pertama dari diri sendiri untuk yang bisa menggapai meditative state nya. Berikutnya adalah dari energi komunitas yang dishare bersama-sama akibat kegiatan yang dilakukan secara barengan ini.
Energi dari orang-orang yang lebih besar, dengan sendiri nya akan bisa dishare kepada energi yang lebih kecil dalam sebuah interaksi, sehingga di dalam komunitas ini pada akhirnya bisa meningkatkan energinya. Jadi tidak terlalu significant lagi mengenai menggapai meditative state nya, karena dari energi komunitasnya saja bisa meningkatkan.
Cuma permasalahannya adalah, peningkatan dari energi komunitas ini tidak akan berjalan tanpa adanya koneksi.
Pada sisi koneksi ini lah yang membutuhkan sebuah emotinal intelligence yang tinggi, karena pada dasarnya banyak berhubungan dengan orang lain dalam sebuah komunitas.
Jadi approach untuk silabus pada kelas mediatsi yang advance ini berpusat kepada pelatihan dan pemahaman mengenai emotional intelligence.
Yang pada dasar nya berada di 4 koridor utama :
- Self Awarenes, dimana berlatih besama untuk bisa mengerti dan mengenal diri sendiri. Sampai dimana kondisi emosi pada saat ini dan mengapa kita memiliki emosi ini .
-
Self Management, pemahaman awal mengenai mengontrol emosi yang ada pada diri, sehingga tidak memberatkan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
-
Empati, mulai mencoba merasakan emosi orang-orang di sekitar, yang hanya bisa terjadi bila memiliki koneksi.
-
Social Skill, yaitu menggabungkan 3 kaidah di atas, menjadi sebuah cara yang unik dan tersendiri untuk bisa membuat sebuah relationship.
Aneh ya ? Meditasi tapi pakai metode untuk meningkatkan emotional intelligence.
Tapi kan memang itu point utama nya kan ? Ketika melakukan meditasi sendiri, maka untuk bisa menggapai meditative state, memang perlu untuk bisa menurunkan emosi, sampai di tahap nol kalau bisa. Sementara dalam meditasi bersama-sama, ada tambahan lagi, yaitu bisa mendapatkan energi dari sebuah relationship, maka perlu membuat koneksi dengan orang tersebut.
Ini semua karena dari sebuah interaksi, akan tercipta tukar menukar energi, yang alirannya berupa diri ini yang memberikan energi kepada orang lain, orang tersebut menerimanya, untuk kemudian memberikan kembali energi nya kepada diri ini. Begitu terus siklus pertukaran energinya pada sebuah interaksi. Yang membutuhkan, koneksi.
Sama seperti pengejawantahan sebuah koneksi internet, akan ada tukar menukar informasi, informasi yang dikirimkan dan informasi yang diterima.
MInggu ini berakhir sudah kelas pertama untuk meditasi Advance, yang terbagi menjadi 7 kali pertemuan dalam kurun waktu 7 minggu. Dimana kami belajar tentang membuka koneksi, membuat affirmasi, mengirimkan affirmasi, memahami empati dan berlatih untuk menerapkannya dalam kondisi emosi yang reda.
Terima kasih buat teman-teman yang sudah bersedia meluangkan waktu dan ikut serta dalam kelas ini. Semoga semua yang didapat dalam kelas ini, akan jadi sebuah panduan untuk bisa lebih bermanfaat ketika dilatih, pada kehidupannya ke depan.
Semoga semua bisa berbahagia.
Cheers,