Perjalanan ini diawali dengan sebuah konsep pendekatan yang mengarah kepada “berhenti dan melihat”.
Itu sebabnya kami memilih sebuah tempat nun jauh di tengah hutan primer, dan jauh dari mana-mana. Isinya hanya pohon-pohon besar di tengah hutan, udara yang bersih, serta bunyi-bunyian binatang dan kicau burung-burung hutan yang hidup di sini. Tidak ada manusia lain di dekat, tidak ada sinyal handphone yg mengganggu, serta tidak ada ritme kehidupan secepat di tempat kita biasa tinggal.
Pendekatan ini mirip sekali dengan pengasingan, karena memang objective utamanya adalah untuk membuat kami berhenti dari aktivitas sehari-hari dan meminimalisasi yang masuk ke dalam sensorik diri ini, kecuali yang berasal dari alam semesta.
Karena dengan banyaknya stimulan yang masuk ke dalam diri, semakin sulit untuk seseorang melihat apa yang ada di dalam diri sendiri. Semua banyak berfokus kepada kehidupan yang bergerak cepat dan terus-menerus, serta rangsangan yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga membuat diri yang sebenarnya sulit untuk terlihat dan sulit untuk keluar.
Di hari pertama kami berupaya dan belajar mengenai hal yang sering orang lupa, yaitu tentang kondisi emosi.
Sebuah paparan menarik, yang diberikan dan dishare, tentang kondisi emosi yang ternyata membutuhkan resource energi yang besar dari dalam diri. Sehingga ketika emosi sedang ada, bagian otak yang berfungsi menganalisa dan rasional belum tentu kebagian resource dari tubuh, sehingga semakin sulit untuk berfungsi dengan baik.
Hal ini yang pertama disikapi, pada hari pertama.
Sebuat metode ringan namun sering terlupakan, yang sebenernya bisa dan mampu dilakukan oleh semua orang.
Sambil praktek melakukan metode ini, benar-benar dilatih untuk berhenti sejenak dan melihat ke dalam diri sendiri. Syukurnya, semua peserta di hari pertama mampu untuk mengikuti materi dan mudah mempraktekkannya.
Pada saat hari mulai gelap, dilakukan meditasi bersama di lokasi outdoor di sebelah penginapan. Dimana sebelumnya dilakukan sebuah peregangan yoga dulu sedikit untuk setiap peserta.
Sebenarnya yang mengagetkan adalah semua peserta nampak nyaman-nyaman saja dengan kondisi pitch black yang disuguhkan oleh alam terbuka. Tidak ada yang nampak takut ataupun ragu untuk ikut serta dalam meditasi bersama ini.
Ini pertama kalinya Sekala Niskala melakukan meditasi bersama secara offline bersama-sama, sehingga benar-benar bisa merasakan energi nyata dari setiap orang di sebelahnya.
Pada hari kedua, hari dibuka dengan belajar pernapasan sebuah tehnik pernapasan yoga, kapalabhati. Yang dalam metode pada hari ini, bertujuan untuk meningkatkan aliran darah ke otak.
Kegiatan berlanjut dengan hiking ke dalam hutan, menuju sebuah sungai untuk mandi dan menyucikan diri.
Di dalam kegiatan ini dilakukan 2 tahap, mandi dan menyucikan diri dari sengkolo, yang berupa penyakit-penyakit kecil serta apes-apes ringan. Kemudian dilanjutkan dengan pembesaran aura hijau yang di dada.
Karena metode nya menggunakan elemen air, maka paling maksimum pembesaran aura nya adalah di aura hijau yang dada di cakra dada. Namun juga dalam proses ini dishare sebuah metode untuk melepaskan emosi di dalam dada. Sehingga terasa lebih ringan dan plong rasanya.
Apalagi berkesinambungan dengan kegiatan dan metode malam sebelumnya, dimana berlatih untuk kenal dengan emosi dan menyikapinya.
Acara berikutnya di hari kedua ini lebih berfokus kepada rasional, atau nalar dan kemampuan berpikir. Yang bisa berjalan efektif, setelah emosi disikapi dan dikontrol.
Jadi setelah emosi dan ekspektasi diredam di hari sebelumnya, kadang setelah itu otak dan analisa pun masih bisa membuat “cerita sendiri” di dalam diri. Hal ini yang kami coba fokuskan di hari kedua.
Sebuah metode kami share di materi hari kedua tentang pemikiran manusia, dimana sebuah logika pun belum tentu rasional jatuhnya. Butuh pengamatan tersendiri dan penelusuran tersendiri mengenai pikiran yang ada di dalam diri.
Setelah materi dipaparkan dan dijelaskan, selanjutnya adalah waktu untuk mempraktekkan metodenya ke dalam diri masing-masing.
Sore hari kami mempraktekkannya dalam sebuah metode walking meditation. Sebuah metode kontemplasi sebenarnya, namun kami jalankan sesuai dengan rangkaian acara yang sudah kami buat.
Berjalan menyusuri hutan dengan bermeditasi, dan melakukan kontemplasi di sebuah tempat tujuan tertentu. Lalu kembali ke penginapan dengan melakukan walking meditation lagi sambil merasakan hasil kontemplasi yang telah dilakukan.
Setelah itu, malamnya baru kami berfokus kepada spiritual, yang merupakan acara tidak wajib. Jadi segala pertanyaan dan keresahan mengenai spiritual (ataupun supranatural), bisa dilontarkan dan dibahas bersama dalam berbagai jenis sudut pandang.
Semoga setelah ini semua peserta mendapatkan banyak manfaat dan benefit tersendiri dari acara dan metode yang sudah kami share bersama.
Yang harus diingat adalah, metode-metode yang kami bagikan tetap harus dilakukan sendiri sebagai latihan diri. Bukan berarti tanpa proses, bukan berarti sekali melakukan sudah selesai semua, tapi sebuah rutinitas yagn bisa dilakukan sendiri secara mandiri dan semoga semuanya mengarah kepada hidup yang lebih bermakna.
Terima kasih,
Cheers,
Jujurrrr aku merasanya sangat tercerahkan dan seperti lahir kembalii meski ga semuanya ilang wkwk kayanya kl semuanya ilang, kepalaku bisa jadi kosong.
Aku seneng bangett dikasih kesempatan buat ikuttt padahal baru join SN, akuu ngerasa dikasih jalan buatt ngehadapain semua emosi, pikiran dan masalah. Terus aku jadi sadar dan belajar gimana caranya buat membuka diri ke org lain meski masih sulit.
Tadinya aku juga selalu ovt sama hal2 kecil yg terjadi sama drama orang lain, cuma hari ini aku bisa buatt nepis semua itu. Alias mau org itu buat drama jungkir balik, salto juga aku ya bodoamat aja gitu.
Masih banyak sih sebenernya, cuma takut kepanjangann.
Kalo aku, boundariesku lebih kenceng lagi, jatuhnya dingin ketus ke orang yang bau2nya bakal jadi beban haha.
Ga rela aja ‘hqppy vibe’ ini ilang digantikan dengan dramanya holang2.
Review day 1 after outbond: Pas pagi² Aku gak suka ketemu orang²
Tapi sekarang udah lebih normal
Pergi membawa luka, kembali membawa pikiran yang baru.
Baru ngerasa ternyata definisi bahagia itu simpel banget.
Beneran ya balik ke peradaban cepat ngurangin energi wkwkwkw. Kalau nge charge di alam cepat naik.
Sekarang aku paham yang aku rasakan bukan penyakit medis