Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

Pikiran yang tertutup dan rasa bersalah yang berkepanjangan.

Hai Kawans Sekala Niskala, kembali lagi diskusi hari ini dibuka, kali ini mengenai rasa...rasa bersalah..dan pikiran yang tidak terbuka. image https:/...

lovelie-light 4 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel Pikiran yang tertutup dan rasa bersalah yang berkepanjangan.

Hai Kawans Sekala Niskala, kembali lagi diskusi hari ini dibuka, kali ini mengenai rasa…rasa bersalah..dan pikiran yang tidak terbuka.

image

Adis Account at Pinterest

Pernah nggak sih Kawans sekalian merasa ingin menjadi seperti orang lain ?

Ini bukan ingin menjadi orang ngetop, terkenal dan sukses ya..bukan menjadi orang yang dikagumi atau diidamkan. Bukan tentang berusaha menjadi seorang yang sudah sukses hidupnya. Bukan tentang ingin menjadi orang yang menjadi seorang sosok public figure yang dikagumi oleh orang banyak. Bukan juga tentang seorang pemimpin yang dikagumi oleh rakyatnya karena kebijaksanaannya.

Kalo untuk orang-orang itu, pemikiran kita pasti sudah sama-sama sampai di sebuah titik…dimana untuk sampai pada posisi itupun pasti proses mereka tidak mudah dan tidak sebentar. Pasti ada sebuah perjalanan panjang dan pengorbanan yang mereka berikan untuk sampai di titik itu.

Ini tentang ingin menjadi seperti orang lain…tapi dalam artian yang lebih sederhana…

Seperti misalnya..

  • Kenapa ya saya tidak bisa seperti orang itu ? Yang usaha sedikit saja, bisa punya uang banyak ? Padahal saya sudah bekerja keras, tapi tidak kekumpul juga uangnya.
  • Kenapa ya saya tidak bisa setenang orang itu dalam mengelola emosi ? Ada persoalan sedikit saja, emosi saya langsung memuncak dan sulit dikendalikan.
  • Kenapa ya saya tidak bisa seperti orang itu dalam belajar ? Yang baca sekali saja, sudah bisa hapal. Sedangkan saya, baca berkali-kali pun sulit sekali menghafalkan sesuatu ataupun belajar sesuatu hal yang baru.

Yang sebenarnya semua sifat itu mengarah kepada hal yang baik-baik, tidak ada yang merugikan ataupun merupakan sebuah kejahatan/kesalahan.

Hanya saja…di dunia ini kan segala sesuatu yang berlebihan itu pasti nggak bagus ya hasilnya. Bukan jadi sesuatu yang jahat, tapi lebih kepada menghilangkan sebuah keseimbangan, yang jadinya akan mengarah ke posisi berat sebelah.

Seringkali ketika memikirkan hal itu, ketika ingin menjadi seperti orang lain, pemikiran kita akan jadi begitu ngototnya sehingga tidak memikirkan hal lain, kecuali tujuannya. Yaitu ingin menjadi seperti orang lain.

Yang membuat diri menjadi tidak seimbang itu kan kengototannya ya. Seringkali membuat sebuah rasa, yang seperti rasa bersalah. Rasa bersalah ketika tidak bisa mencari uang yang banyak dan sukses seperti saudara kandung misalnya, atau rasa bersalah yang timbul ketika menjadi orang yang penuh emosi dan sulit mengendalikan diri. Ataupun rasa bersalah ketika merasa dirinya adalah orang yang bodoh, karena sulit memasukkan ilmu yang baru ke dalam otak dan pemikiran.

Padahal kan memang pada dasarnya manusia dilahirkan untuk jadi unik dan berbeda ya ? Jadi buat apa terus2an ingin menjadi orang lain ?

Bukan nggak boleh kok…selama nggak berlebihan dan hasilnya baik..boleh-boleh saja kok. Tapi ya itu tadi, asal nggak berlebihan.

Terkadang..

Di sini lah diperlukan nya sebuah kesadaran. Sebuah kesadaran mengenai limitasi diri dan menghilangkan kengototannya.

Itu sebabnya tulisan ini saya beri judul tentang sebuah rasa bersalah dan pikiran yang tertutup.

Karena banyak sekali yang mangalami rasa bersalah yang tinggi, karena mencoba untuk memenuhi ekspektasi orang lain tentang dirinya. Mengapa saya tidak bisa menjadi seperti yang diinginkan oleh pasangan saya ya ? Mengapa saya tidak bisa menjadi seperti yang dimaui oleh keluarga saya ? Mengapa tidak mampu untuk memberikan apa yang diinginkan oleh orang-orang terdekat saya ?

Rasa bersalah ini sering menjadi sebuah hantu yang menakutkan sepanjang hidup..

Sehingga tetap saja berkutat di bidang yang sama, di keahilian yang itu-itu saja, tapi dengan hasil yang begitu-begitu saja. Karena kata Einstein kan “Adalah sebuah kegilaan ketika melakukan percobaan yang sama terus menerus, tapi mengharapkan hasil yang berbeda.”

Berikutnya juga, hal ini menyebabkan pikiran jadi tertutup. Karena terlalu ngotot dan terlalu fokus untuk menjadi seperti orang lain untuk menyenangkan dan memenuhi ekspektasi orang-orang di sekitar.

Ketika itu sudah terasa…maka…

Tiba saatnya..

Untuk beralih fokus..

Tidak lagi fokus kepada menyenangkan orang lain dan memenuhi ekspektasinya, tapi lebih fokus kepada diri sendiri.

Meningkatkan kesadaran akan limitasi diri, kalau memang sudah dicoba berkali-kali dan hasilnya seperti itu..buat apa lagi dicoba dengan percobaan yang sama terus-menerus, dan mengharapkan hasil yang berbeda ?

Tiba saatnya untuk membuat sebuah percobaan baru…yang dimulai dari kesadaran..

Selain kesadaran akan limitasi atau batas diri, tapi juga sadar akan potensi diri di bidang yang lain.

Temukan kesadaran kawans sekalian, sehingga hidup tidak lagi dihantui oleh rasa bersalah yang tinggi. Sekaligus membuka pemikiran yang tertutup dan terlalu terfokus kepada sebuah hal. Buka pemikirannya tentang hal baru, sehingga bisa menemukan sebuah percobaan baru, yang mengarah kepada hasil yang berbeda.

Semoga tulisan ini bisa menjadi sebuah buah pemikiran baru, bagi Kawans yang relate dan sedang mengalami sebuah siklus yang berulang-ulang terus, tanpa hasil yang berbeda.

Mari kita buka pikiran, dan hilangkan rasa bersalah. Karena memang tidak ada salahnya sama sekali menjadi orang yang unik dan berbeda.

Ada yang tahu nggak kalau tingkat kesadaran seseorang itu ada 5 macam..? Besok di hari Jum’at, kita kupas dan diskusi lebih detil lagi mengenai hal ini di Discord Sekala Niskala, mengenai sebuah ilmu Jawa Kuno yang menghitung tanggal lahir seseorang berdasarkan tingkat kesadarannya.

Ini bukan tentang percaya atau nggak percaya kok, tidak memaksakan sebuah pandangan. Tapi ini tentang membuka pemikiran kepada hal baru, yang bisa menghasilkan pemikiran baru, habit baru, percobaan baru dan hasil yang berbeda.

Semoga menjadi diskusi yang baik dan bermanfaat buat semua…

image

Sampai jumpa besok ya teman-teman yang sudah mendaftar, terima kasih atas supportnya di Acara SN Hajatan ini. O iya, jangan lupa siapkan tanggal lahirnya ya…

Cheers,

Quorahttps://qr.ae/p2jzpm

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar