Aku 2 hari lalu melihat trailer film ini tiba-tiba lewat di berandaku. Dan aku langsung tunjukin ke King Of Alit , setelah ga lama kita jadi mutusin buat nonton ini bareng, dan semalem jadilah kita NOBAR DADAKAN dia discord Sekala Niskala Universe.
Ulasan ini tentu bakalan ada spoilernya, jadi jangan komplen ya!
Film dibuka dengan flashback kontras di tahun 1999, saat Rosario kecil merayakan Komuni Pertama di apartemen sempit keluarganya di Brooklyn. Momen sakral ini segera ternoda oleh omen (tumpahan punch merah) dan perjanjian tersembunyi. Secara diam-diam, Rosario menyaksikan Nenek Griselda melakukan ritual darah di balik pintu tertutup. Adegan ini secara brutal menetapkan titik awal Kutukan Darah keluarga tersebut, menunjukkan ia telah terikat pada Okultisme sejak ia masih kanak-kanak, menjadikannya pewaris energi yang menuntut tumbal.

ROSARIO menceritakan tentang Rosario Fuentes, seorang stockbroker muda yang hidup sukses dan mewah di Wall Street. Jauh dari akar budaya Latinnya, ia hanya fokus pada energi uang dan kesuksesan duniawi.
Namun, hidupnya berbalik kelam ketika ia harus kembali ke apartemen tua neneknya, Griselda, yang meninggal secara misterius di tengah badai salju. Terjebak sendirian semalaman bersama jenazah sang nenek, Rosario mulai mengalami teror supranatural yang mencekam.
Film ini di Sutradara oleh Felipe Vargas, dan fun fact nya film Rosario ini adalah debut film panjang (feature directorial debut)-nya. Walaupun debut, Vargas berhasil banget menciptakan atmosfer horor spiritual yang kental dan tidak melulu mengandalkan jump scare murahan. Dia memadukan teror fisik dengan ketegangan psikologis tentang identitas, warisan budaya, dan luka masa lalu. Ini menunjukkan vision yang kuat untuk membuat horor yang reflektif.
Hal ini di imbangi dengan sinematografi yang ‘MAHAL’, dimana kita kudu bilang makasih ama Carmen Cabana (DOP yang jago membangun atmosfer gelap) dia ngasih bumbu yang pas untuk membuat film horor spiritual yang tidak hanya mengandalkan cerita, tapi juga visual yang haunting dan penuh detail yang mantap.
🔸 Terungkapnya Perjanjian Okultisme (Dark Pact)
Teror mencapai puncaknya saat Rosario menemukan kamar rahasia berisi altar dan artefak ritual. Ia menyadari sebuah rahasia gelap: Neneknya terlibat dalam praktik Okultisme yang kuat, menggabungkan tradisi Katolik dan spiritualisme Afrika/Latin, untuk mengikat perjanjian dengan entitas kuno bernama Kobayende.
Kobayende adalah spirit atau dewa yang berhubungan dengan penyakit, penyembuhan, dan kekuatan bumi (mirip dengan Babalu Aye). Entitas ini memberikan ‘proteksi’ dan ‘keberuntungan’ (kekayaan dan kesuksesan) kepada keluarga Griselda, tetapi dengan harga yang mengerikan.
🔸 Rantai Warisan dan Tumbal Darah
Rosario segera menyadari bahwa kemewahan keluarganya adalah hasil dari Perjanjian Jiwa (Dark Pact), sebuah kesepakatan spiritual untuk menukar keselamatan dan kehidupan generasi mendatang demi keuntungan di dunia ini. Dosa masa lalu itu diwariskan menjadi Kutukan Darah (Blood Curse), sebuah energi negatif yang menuntut tumbal darah atau energi vital dari keturunannya secara berkala.
Teror dan kerasukan yang ia alami adalah energi Kobayende yang datang menagih haknya dari darah perjanjian. Rosario, yang awalnya skeptis, kini harus menghadapi kenyataan spiritual yang jauh lebih gelap daripada krisis pasar saham, berjuang untuk melepaskan jiwanya dari rantai warisan okultisme yang mengancam nyawanya.
Film ini menarik karena mengeksplorasi secara mendalam trauma generasi dan konsekuensi spiritual dari perjanjian gelap.

Lalu bagaimana LOGIKA SUPRANATURAL film ini menurut aku?
Karakter film horor barat itu hampir sama semua. Dimana Entitas Supranatural selalu dianggap solid dan sangat logis, sehingga bisa disentuh, bisa di sakiti dengan mudah secara fisik kaya kita menghadapi manusia. Kadang si tokoh utama dibikin OP dengan pengetahuan nihil tapi bisa menghadapi Entitas Supranatural tanpa rasa takut, bahkan dengan kemampuan tidak mumpuni. 🙄😒
Padahal kenyataannya Entitas Supranatural ini bermain di ranah ENERGI, dimana ini berarti gak berfokus hanya pada fisik dan memori, tapi ada fakto lain ya itu ATURAN MAIN, antara dimensi manusia dan dimensi Astral. Nah filim ini ‘NGACAK-NGACAK’ aturan umum itu. Aku sampe tepok jidat selama nontoj karena ngasih tegang dan jum scare tapi “rasa takut”nya kagak ada.
Akhirnya aku paham alasan kenapa FIlm Horor Barat itu, menyajikan ketegangan diranah yang mirip kaya kita di kejar2 pembunuh psikopat, ketakutannya logis, dengan bahaya yang udah ketakar. Sementara entitas supranatural itu gak bisa ditakar bahayanya, modusanya, skill dan kemampuannya kaya kita nakar kemampuan manusia. Entitas Supranatural itu gaib lho mereka bisa main di ranah yg gak keliatan ama mata.
Sehingga King bilang bahwa “keberanian Rosario, tokoh utama di film ini, gak masuk akal!” dan aku setuju sama ungkapan King ini.
Logika awam ini mah ya… Rosario gak tau apa-apa soal ritual yang dilakukan Nenek-nya, yang dia tangkap terjadi kejadian aneh di APT sang nenek setelah neneknya meninggal, banyak tanda-tanda aneh yang menjurus pada sihir, dia menemuka buku sihir neneknya dan berspekulasi bahwa sang nenek sudah menyihirnya dan mau membalikkan sihir itu sorang diri. Dia yang awam akan sihir, ingin memutus sihir hanya berbekal buku sihir dengan bahasa yg bahkan dia udah malas untuk menggunakannya…
Hellooo… are you insane!!
Kalo menghadapi entitas supranatural semudah itu, orang-orang Indonesia adalah orang-orang paling sakti di dunia dong, gak perlu effort karena dari zigot kita udah sakti mandraguna karena bakat turunan nenek moyang kami~😛🤪
Di luar plot utama, terdapat detail sinematik yang kuat, yaitu pesan suara Nenek di ponsel Rosario yang menjadi permohonan maaf terakhir. Bagiku, ini adalah detail paling epik yang menunjukkan bahwa energi spiritual sang Nenek terkunci dalam teknologi, membuktikan bahwa getaran (vibe) energi supranatural dan elektromagnetik itu memang saling terhubung.
Plot twist nya juga gak nanggung-nanggung bikin nganga sih, tapi aku udh curiga karena kenap kok adegan ngelawan Kobayende koq udahan segitu aja, padahal masih banyak waktu yang tersisa, makanya aku bilang “King aku gak yakin ini udah beres sih urusannya, masalahan ini kutukan darah, gak mungkin segampang itu beresinnya”.
Dan jeng jeng jeng…. Apa yang disaksikan Rosario saat pesta Komuni nya ternyata bukan kenyataan yang sebenernya yang selama ini Rosario yakini. Bukan… bukan sang nenek yang melakukan perjanjian darah dengan Kobayende dan memberi kutukan pada Rosario dan kelurganya sehingga kelurganya berantakan, Ibu dan Ayahnya Rosario bercerai, Ibunya meninggal dalam keadaan sakit sementara Rosario gak berkesempatan melihat Ibunya karena dia bergi bersama Ayahnya. Semua itu karena kelakuan Ayahnya Rosario… dia yang membuat perjanjian dengan Kobayende, dan mengorbankan semua keluarga (Ibunya, neneknya, ayahnya sendiri, bahkan di ending Rosario tetep gak bisa lari dari kutukan ini) hanya demi apa? Kesuksesan Rosario… kesel aku! 😓
Ternyata yang selama ini dilakukan sang Nenek adalah melindungi Rosario dari ‘perjanjian’ yang dilakukan Ayahnya dulu. Hanya saja kali ini sang Nenek kalah, dan harus kehilangan nyawanya. Nenek Rosario adalah seorang Witch Doctor. Dimana istilah ini merujuk pada dukun tradisional yang menggunakan sihir untuk menyembuhkan penyakit dan mengusir roh jahat.
Kobayende dipercaya sebagai entitas supranatural yang sejajar dengan Dewa, dan sering diasosiasikan dengan penyakit, wabah, penyembuhan, dan juga Ruh orang-orang mati. Keberadaan Kobayende terhubung dengan Bumi itu sendiri. Logikanya Bagaimana kamu bisa lari dari kutukan Kobayende kalo kamu masih hidup di Bumi?
Luv’s Rate: 6.5/10 ✨

Review dari King Of Alit
Nonton bereng Rosario kali ini sempat bingung di awal. Banyak khawatir, mau comment apa ya nanti ? Takut gak matching comment nya karena beda tradisi, beda budaya, beda kepercayaan…
Jadi di awal film, sempat lihat-lihat gambar-gambarnya aja, tanpa peduli sama cerita. Lihat angle camera, cara pengambilan, komposisi yang diambil, sampai iseng-iseng perhatiin color gradingnya.
Cuma begitu sampai di tengah-tengah film, kok kerasa cerita dan karakter orang di ceritanya mengganggu ya ? Ini cewek, yang digambarkan sama sekali nggak punya rasa takut. Di awal film emang digambarkan sebentar, kalau si Rosario ini adalah semacam invest Manager papan atas, yang nggak punya rasa takut sama sekali dengan keputusan dan perhitungan pilihan investasinya.
Tapi mulai di 2/3 film ke belakang, rasa nggak takutnya mulai nggak masuk akal dan kerasa terlalu extreme. Iya kalau di investment dalam financial industries, dia nggak takut itu akan terasa wajar dan kerasa enak, karena mungkin dia udah punya banyak pengalaman. Tapi ketika bersinggungan dengan dunia sihir dan klenik, sebuah dunia baru yang masuk ke ranah unchartered territories, akan jadi nggak masuk akal kalau dia sama sekali nggak ngerasa takut.
Panik sebentar iya, tapi takut ? Nggak sama sekali. Dia masih bisa berpikir cerdas, masih bisa pakai logikanya. Dan ini tanda-tanda orang yang nggak punya emosi sama sekali.
Penggambaran dia melakukan ritual juga terlalu mudah dan simple. Cuma dengan baca kitab sebentar, baca mantra, terus langsung bisa melakukan sebuah ritual. Yang mana di realita yang kita tahu, ini nggak mungkin sih kejadian..
King’s Rate: 6.5/10 ✨
Review dari Rissabing
Cinematography nya bagus, set apartment neneknya juga bagus, acting para actors juga bagus. Prosthetics dan special effects nya juga mantap. Tapi buat aku kurang dapat serem feels nya.. mungkin karna si Pemain utama nya ga ada rasa takut sama sekali dan tiba2 aja serba bisa ini, bisa itu. Jalan cerita nya confusing aja yg di curse siapa sama yg di hunt sama kobayende itu sebenarya siapa? Kurang penjelasan aja tentang ritual/perjanjian
Rissa’s Rate: 6/10 ✨
Review dari Luthfi
Ehmm dari aku si, bagus bagus aja ya :D, ngga terlalu merhatiin detail² gitu, tapi secara keseluruhan ehmm lumayan baguslah hehe, walau ada beberapa adegan yg agak geli (ngarey, merinding) wkwk…
Lupi Upi’s Rate: 7.5/10 ✨
Review dari Riska H.
Film rosario dibuka dengan baik menurutku. Kaya dari awal udah di suguhkan misteri yg langsung membuat minat ingin tahuku tinggi, ga banyak bertele”. Juga tempat dan simetografinya yg apik bikin suasana horornya dapet tp tetep enak nontonnya.
Aku cukup menikmati filmnya hanya sampe rose ini mulai “sotoy”. Ibarat seseorang yg ga pernah mengenyam pendidikan kedokteran, tp berani”nya melakukan operasi ke orang berbekal buku doang. Kayaa duhh plisss “nanaonan” kmu teh rosario 🤣. Ini berhubungan dengan ibliss lohh yg udah bertaun-taun, masa iyaa ngerti cuma semalem 😮💨. Mungkin akan berbeda, jika diceritakam klo rose ini mantan dukun yg pensiun, akan lebih make sense wkwkwk
Lalu yg mengganjal adalah endingnya jg, kenapa ga berhenti sampe si “kobayende” nya dibawa mati sama neneknya. Iyaa sih mungkin niatnya memberikan plot twist, cuma jdnya menurutku berantakan. Dari situ malah aku jd pusing soalnya dengan keterlibatan ayahnya. Kaya maksain ngasih gula ke kuah bakso, anehh.
Tapi overall aku lumayan sukaa, lagi” karna emang ini filmnya ga buat ngantuk.
Riska’s Rate: 6.5/10 ✨
✧ ——— °˖✧◝(⁰▿⁰)◜✧˖° ——— ✧
Be kind and respectful, and I will do the same for you!
Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.
Makasih, Lovelie Light~🍀
