Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

SEBUAH PERJALANAN #Eka - Titik awal, titik akhir dan perjalanannya.

Dalam kehidupan, ada sebuah perjalanan yang harus kita lalui. Ada yang mengalami perjalanan yang menyenangkan, ada pula yang mengalami perjalanan yang...

lovelie-light 3 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel SEBUAH PERJALANAN #Eka - Titik awal, titik akhir dan perjalanannya.

Dalam kehidupan, ada sebuah perjalanan yang harus kita lalui. Ada yang mengalami perjalanan yang menyenangkan, ada pula yang mengalami perjalanan yang sulit dan berliku-liku. Ada yang butuh perjuangan, ada yang butuh pengorbanan, ada yang datang sendiri, ada yang terasa bergerak dalam sebuah lingkaran tanpa tahu kapan bisa keluar.

image

Namun semuanya berbentuk perjalanan, yang ada titik awal dan titik akhirnya.

Banyak orang yang berpendapat titik awalnya adalah ketika ada sebuah kelahiran. Dengan begitu, maka titik akhirnya adalah sebuah kejadian yang bermakna kematian.

Sejatinya tidak selalu demikian. Sebuah awal adalah titik ketika kita menetapkan sesuatu. Dan sebuah akhir, ketika kita menitikkan sebuah tujuan.

Dengan demikian, kondisi awal, tidak lagi selalu menjadi kesalahan, ketika kita melihatnya dari sisi sebuah kelahiran. Tapi sebuah titik, dimana kita mulai menyadari kondisi diri sendiri, mulai memiliki sebuah kesadaran akan hidup dan kondisi diri. Menyadari kelebihan diri, kekurangan diri, limitasi yang dimiliki, kemampuan yang unik, keinginan yang menggebu-gebu, dan disertai dengan emosi-emosi diri di dalamnya. Titik awal, bukan lagi masa yang lalu, tapi bisa dibuat di masa sekarang ini, ketika kesadaran sudah mulai terisi dan terasa.

image

Pemikiran ini, membuat titik akhir bukan lagi sebuah kematian, tapi sebuah tujuan. Bukan lagi berarti titik terakhir, tapi masih bisa dilampaui, seiring dengan perjalanan dalam diri. Tujuan adalah ketika diri melihat diri sendiri di masa depan, ketika kebutuhan sudah terpenuhi dan mulai merambah kepada keinginan. Ketika hal ini terjadi, maka fokus utama adalah pada kebutuhan, dan lagi-lagi dibutuhkan sebuah kesadaran mengenai apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh diri ini ?

Bermula dari kerangka pemikiran mengenai fisik, yang dapat dilihat dan dirasakan. Masuk ke dalam ranah ini, akan terbentuk sebuah kesadaran, bahwa ada kebutuhan dari fisik dan raga yang kita miliki. Makan, minum, bertempat tinggal, berpakaian, adalah ajaran-ajaran yang paling sering kita terima mengenai kebutuhan fisik ini. Tinggal diri ini yang menganalisa, benarkah kebutuhan itu sama untuk semua ?

Karena setiap orang diciptakan dengan keunikan dan perbedaan sendiri-sendiri. Tiga piring nasi sehari belum tentu dibutuhkan oleh setiap orang, dua liter air bukan berarti kebutuhan yang dimiliki oleh setiap orang, pakaian yang menutupi seluruh tubuh belum tentu kebutuhan sehari-hari bagi setiap orang. Ini tentang limitasi diri, dan pagar yang dibuat oleh diri sendiri. Ini tentang batasan yang diberikan oleh aturan dalam bermasyarakat kepada diri sendiri.

Tapi ketika fokus kepada diri sendiri, hal itu masih bisa berubah sesuai dengan kebutuhan diri. Karena fokusnya kepada diri sendiri, dan bukan kepada norma yang ada di dalam masyarakat, maka bisa berubah sesuai dengan kebutuhan diri, bukan lagi mengacu kepada nilai umum yang ada di masyarakat.

Tiga piring nasi, mungkin tidak cukup bagi pribadi yang butuh banyak aktivitas fisik, namun satu piring sejatinya sudah cukup untuk hidup untuk pribadi yang minim aktivitas fisiknya. Dua liter air mungkin kurang sehat bagi pribadi yang banyak aktivitasnya, namun setengah liter air bisa jadi sudah cukup untuk pribadi yang menderita gagal jantung ataupun sirosis hati. Pakaian yang lengkap, hanya dibutuhkan ketika di pemukiman yang padat, tapi ketika di pinggir pantai akan jadi beda lagi ceritanya.

Ada lagi kisah tentang puasa dan berpantang, untuk benar-benar membuktikan dengan nyata bahwa tubuh dan raga ini tidak butuh asupan sebanyak itu ternyata. Dan masih bisa tetap hidup dan beraktivitas.

image

Kemudian..

Perjalanan beralih kepada hal lain. Ketika titik start dan titik finish sudah bisa ditentukan, berarti pejalanan diri sudah bisa dimulai. Konsep perjalanan ini seperti roda yang berputar menjalani kehidupan. Kadang sebuah titik tertentu ada di bagian atas roda, dan kadang ada di bawah.

Tidak perlu sebuah ketakutan ketika sedang berada di titik bawah, karena sejatinya itu akan selalu terjadi bila kita ingin roda kehidupan ini tetap bergerak maju. Tapi sebuah kesadaran, bahwa kondisi di bawah itu nanti akan menjadi di atas, asalkan tertap bergerak maju.

Pun demikian dengan kondisi ketika titik kehidupan berada di atas, tidak perlu kepuasan diri yang berlebihan dan berhenti bergerak. Kesadaran untuk mempersiapkan diri, bahwa titik selanjutnya adalah semakin menurun dari itu, adalah pemikiran yang logis.

image

KingofAlit- September 2025

Kawans Sekala Niskala, sambungan dari tulisan #Eka ini, yang #Dwi dan #Tri, bisa dilihat lengkap di sini ya :

SEKALA NISKALA UNIVERSEDibatas nyata dan tak kasathttps://sekalaniskalauniverse.wordpress.com

Terima kasih.

Cheers,

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar