Selamat siang kawans Sekala Niskala, hari ini mau ajak Kawans semua untuk ngintip sebuah diskusi tadi pagi di Discordnya Sekala Niskala.
O iya, sayang soalnya kalau nggak dishare, karena banyak pemikiran-pemikiran yang bagus di diskusi ini yang layak untuk dishare, barangkali ada pelajaran ataupun pengalaman yang bisa diambil dari diskusi ini.
Jadi gini ceritanya..
Tadi pagi, ada teman di Sekala Niskala yang kasih sebuah pertanyaan di ruang diskusi. Jadi memang kita punya ruang buat diskusi di Discord Sekala Niskala ini, dimana semua anggota bisa posting pertanyaannya di sebuah thread, dan kemudian dibahas dan didiskusikan bersama-sama. Sengaja dipisahkan dari perbincangan sosial yang dilakukan secara harian, biar bisa tetap ada archivenya dan bisa diikuti oleh semua orang, tanpa harus manjat-manjat message kalau lagi banyak perbincangan sosial.

(pic from PNG Library at Pinterest)
Sedikit cerita mengenai teman ini, orang ini mode Bapak-bapak asal Jawa Timur yang sopannya kebangetan sih emang. Dari awal join udah bingung bahwa bapak-bapak ini selalu kasih kabar dengan sopan. Kalau mau ikutan meditasi tiap hari Senin, beliau ijin (padahal tinggal join aja loh di voice), atau kalaupun nggak bisa ikutan acara meditasi, beliau pasti info dulu sebelumnya. Bisa gitu ya ? Maksudnya, di tengah perkembangan jaman gini, generasi bapak-bapak dengan anak usia 2 tahun, masih bisa punya etika dan adab seperti itu sih, buat saya pribadi jadi amazing. Amazingnya terutama mengenai keberhasilan kedua orang tuanya dalam memberikan pendidikan etika.
Aaaaaa..kenapa jadi kepanjangan cerita mengenai orangnya. Lanjut ke inti ceritanya.
Jadi beberapa kali meditasi bersama, anak beliau yang berusia 2 tahun, sering nyariin Bapaknya. Sehingga beliau perlu pamit dari acara dan hadir di samping buah hatinya.
Tiba-tiba, tadi pagi muncul pertanyaan dari beliau di forum diskusi kami, untuk selanjutnya, kita sebut saja teman kita ini dengan inisial MB (alias Mawar Bunga) :
“Apa benar Sawan pada anak bisa disebabkan karena ulah makhluk gaib ? Kalau memang benar, bagaimana cara mengatasi dan menanggulanginya agar kejadian serupa tidak terjadi pada anak ?
Dari Teteh Lovelie Light (LVL) ada pandangan seperti ini :
Jawabannya bisa “benar” dan “tidak benar” tergantung sama sudut pandang apa yang mau kita pake nih.
Dari sisi spiritual, banyak yang percaya bahwa mahluk gaib dapat mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang, termasuk anak-anak.Tapi secara logisnya, sawan lebih sering terkait dengan faktor medis, seperti gangguan neurologis, stres, atau bahkan trauma. Dan sebagai orang tua, saya sarankan lebih baik fokus sama faktor fisik dan psikologis si anak ini aja dulu.
Secara medis, sawan pada anak biasanya disebabkan oleh kondisi seperti epilepsi, demam tinggi, atau gangguan metabolisme. Ini menunjukkan bahwa banyak faktor fisik yang harus diperhatikan. Dalam banyak kasus, orang tua mungkin merasa cemas dan mencari penjelasan alternatif, termasuk yang berhubungan dengan supranatural, ketika mereka merasa tidak ada jawaban yang memuaskan dari dunia medis. Dalam situasi ini, penting untuk tetap bersikap rasional dan mencari bantuan profesional kaya di bawa ke klinik untuk memastikan tubuh anak ini baik-baik saja.
Kalo mau bergeser ke faktor lain, misalnya kemungkinan bahwa ada dimensi spiritual yang bisa mempengaruhi kondisi anak. Dalam tradisi spiritual, emang banyak keyakinan Kalo energi negatif atau gangguan dari mahluk gaib bisa menyebabkan ketidaknyamanan, baik secara fisik maupun emosional.
Kalo emang ada ketakutan kearah itu, dimana dirasakan pengaruh dari luar (gaib) yang mungkin berperan, pendekatan yg harus dilakukan ya melakukan ritual doa pembersihan atau langsung konsultasi ama ahlinya.
Saya akan selalu menyarankan untuk segalanya itu dilakukan secara proposional dan berimbang, medis dan spiritual bisa koq di lakukan bersama-sama… membawanya ke dokter dan memberinya obat bisa dilakukan bersama-sama sambil mendoakannya.
Dari sisi saya sendiri pun berpendapat :
Bahwa anak kecil itu memang perlu belajar kok. Jadi jangan diproteksi dan diupayakan agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi pada anak.
Anak masih kecil itu memang harus sakit kok. Satu hal bahwa badannya lagi belajar mengenal virus, dan membentuk daya tahan tubuh sendiri. Lalu badannya juga sedang berupaya mengenal limit rasa sakit dan rasa tidak nyaman yang dialami.
Sedang belajar itu anaknya. Di luar ketidaktegaan kita sebagai orang tua, yang merasakan mengenai kegalauan dan kesakitan anak. Tapi saran diriku secara pribadi sih, nggak perlu diproteksi dan dilindungi sampai tidak merasakan sakit. Nanti malah nggak belajar badan anaknya.
Cukup menjalankan fungsi sebagai orang tua saja, yaitu sebagai support system dan tetap mengutamakan safety nya anak. Tapi tidak perlu sampai overprotective.
Begitupun soal sawan.
Seperti halnya orang yang kerasukan, orang kerasukan itu 80% makhluknya gak ada, cuma berupa histeria aja, jadi cuma 20% yg benar-benar kerasukan. Sama seperti peritiwa sawan pada anak kecil, 80% makhluknya nggak ada atau nggak nempel. Yang terjadi hanya benturan energi saja, benturan energi di sebuah tempat lain, yang kebetulan energi di luar lebih kuat daripada energi si anak. Jadinya energinya drop, dan ketika energi drop banyak penyakit2 yang mulai terasa dan muncul di badan.
Hanya perlu istirahat kok untuk memulihkan energinya, tentunya kalau pada kasus anak kecil disertai pengawasan yang ketat agar jangan sampai kondisinya lebih drop lagi.
Sama seperti tentang penyakit, biarkan saja badan anak belajar mengenal yang lebih besar energinya. Kalau diproteksi secara over, malah nggak belajar-belajar soalnya. Malah jadi ringkih ke depan nya nanti.
Kerennya dalam peristiwa ini adalah, sama-sama belajar. Anak akan belajar mengenal dunia dan adaptasi lebih baik. Sementara orang tua belajar untuk bisa beradaptasi dengan emosi dan kekhawatirannya, terutama terhadap sakitnya anak. Semoga nanti ke depannya dua-duanya jadi pribadi yang lebih baik dengan melakukan adaptasi.
Kemudian ada Aa Chiko Wisanggeni yang kasih masukan :
Mantap udh lengkap jawabanya paling nambahin dikit kita sbg orang tua yg harus dilakukan itu
1. Jangan panik
2. Jangan buru2 judgment itu karena ulah makhluk Ghaib
Betul kata Teteh td, anak kecil yg notabene masih dalam masa pertumbuhan itu macem - macem respon thd tubuhnya, Misal karena tumbuh gigi, karena telat makan, telat ganti pampers, masuk angin (meski bukan istilah ilmiah), kecapean, kurang tidur, susu ga cocok dll.
Hasilnya itu ada yg sawan, demam, rewel, diare dll Itu salah satu bentuk respon alami tubuhnya aja Nah bahkan sejujurnya klo masi kecil bgt, ketika demam itu jngn buru2 dikasi obat. ASI atau Air minum udah cukup, tunggu 3 hari klo blm reda baru periksakan k dokter Kendala orang indonesia, itu lekat sekali dg panik dan tahayul. Panik gara2 anak demam lgsg aja dikasi paracetamol dll.
Percaya tahayul pdhl itu anaknya cm laper dimalam hari krna ibunya lupa blm ganti pampers wkwk
Aku coba kasi sudut pandang jika kita benar2 polos ga ngerti ghaib tp kecurigaan kita anak itu kesambet.
1. Analisa dlu apakah anak tsb
2. rewelnya kebablasan
3. Pandanganya kosong
4. Takut melihat sudut ruangan tertentu
5. Susah tidur pake bgt
6. Melihat hal - hal aneh
Klo ia, itupun blm 100% karena hal ghaib soalnya kita kan ga bisa lihat.
Saya biasanya ikut petunjuk guru dlu
- Baca Alquran dengan diarahkan ke air minum lalu air minum tsb diminumkan & usapkan ke kepala & wajahnya. Kalo ada bagian yang sakit beri juga.
Ini sebenernya sarana transfer energi dr bacaan kita ke sarana air tsb, airkan salah satu zat yang bisa berubah bentuk dan mengikat energi ketika diberi stimulus baik itu positif maupun negatif. (Contoh lihat riset Masaru emoto) Yg baca keren klo ibu atau bapaknya
Kita juga ambil wudhu lalu berdoa sambil ngaji didekatnya. Ini sarana nyambung dg energi illahi meski kita polos ga ngerti apa2. positif thinking aja atau afirmasi aja bahwa bantuan sang maha kuasa itu nyampe ke kita. Aku suka inget janji2 Allah soalnya.
misal :
“Jika seorang hamba mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku mendekatinya satu hasta. Jika dia mendekati-Ku satu hasta, niscaya Aku mendekatinya satu depa. Jika dia mendatangi-Ku dengan berjalan kaki, niscaya Aku mendatanginya dengan berlari Atau Aku sesuai prasangka hambaku Atau “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.”
Ditunggu aja 1 hari klo masih rewel,, baru d bawa kpd org yg mengerti. Dokter & Ahli Spiritual hehe jadi kitanya effort dulu.
Karena menilai banyak di sini yang punya anak kecil, dan mengalami kekhawatiran yang sama. Jadi ku coba post ini di Ruang Sekala Niskala. Barangkali setelah dibaca-baca, bisa mengurangi kekhawatiran tentang sawan pada anak.
Semoga bermanfaat
Cheers,
Credits to : Lovelie Light (LVL) & Wisanggeni , juga Mas Mawar Bunga