Perjalanan hidup seringkali membawa kita kepada sebuah tujuan yang sama, baik itu melalui jalan yang sama, maupun jalan yang berbeda-beda. Persimpangan dalam kehidupan, seringkali mengalami berpapasan dengan orang yang sama dan mirip-mirip.
Ibarat melakukan perjalanan keluar kota, keterbatasan waktu dan sumber daya (resource), seringkali membawa kita melalui jalan yang sama terus menerus. Jalan yang sudah dikenal, dianggap nyaman dan dianggap bisa sampai tepat waktu. Selain itu, selalu akan ada cost (biaya) dan tenaga yang keluar dari hal itu. Cost (biaya) dan tenaga, berasal dari resource yang kita miliki.
Seperti ketika dari Jakarta akan menuju ke Bandung, seringkali memilih jalan tol Cipularang, karena paling nyaman dan aman, ketika memiliki resource mobil, dan sanggup untuk mengendarainya. Ketika resource yang dimiliki adalah motor, semakin terbatas pilihan jalan yang bisa dpilih. Ketika resource adalah uang yang minim, maka kendaraan umum adalah pilihan utama, dan route tidak bisa dipilih melainkan ikut route yang dipilihkan oleh orang lain.
Kira-kira begitu juga gambaran mengenai perjalanan hidup kita.
Semakin besar resource yang kita miliki, semakin banyak kita bisa memiliki pilihan, tapi anehnya semakin selalu sama jalan yang dipilih. Yaitu jalan yang paling nyaman dan paling aman. Semakin sedikit resource yang kita miliki dalam hidup, maka semakin terbatas pilihan yang dimiliki, tapi membuka banyak kesempatan untuk sebuah pengalaman yang baru.
Itu adalah sedikit gambaran mengenai sebuah perjalanan hidup. Semua bergantung kepada resource yang kita miliki, akan menentukan jalan mana yang akan dipilih. Semua dengan konsekuensi, dan benefit yang terbawa dalam pilihan kita.
Sementara itu, kalau dilihat dari sisi lebih dalam lagi di diri ini, semakin banyak beban yang dipikul, maka akan semakin mirip jalan yang dipilih.
Seperti ketika perjalanan luar kota, dan mengendarai motor tua, tapi dengan beban yang dibawa adalah barang yang berat. Pasti sebisa mungkin menghindari jalan yang menanjak dan berkelok terlalu banyak. Begitu juga ketika mengendarai mobil dengan beban membawa barang pecah belah, maka jalan yang dipilih adalah jalan yang lurus dan tidak bergelombang, untuk menghindari barang dibawa menjadi pecah ketika sampai di tujuan.
Jalan manapun bisa dipilih, tapi beban yang kita bawa akan membawa kita kepada jalan yang, meskipun berbeda, tapi mirip-mirip, dan pengalamannya yang dibawa akan menjadi menyerupai pengalaman terdahulu. Resource yang dimiliki, akan menentukan seberapa banyak pilihan dalam kehidupan ini, dan semakin banyak memiliki resource, akan semakin mirip jalan yang dipilih, yaitu jalan yang paling aman dan nyaman.
Kawans Sekala Niskala, sedikit dongeng di atas menggambarkan sebuah pemikiran, mengenai perjalanan hidup.
Ketika perjalanan hidupmu tidak menyenangkan dan ingin merubahnya, yang utama adalah lepaskan bebanmu. Jangan membawa beban yang sama terus menerus, karena itu akan mendorong diri untuk memilih jalan yang mirip-mirip. Jalan yang seakan-akan berbeda, untuk menuju pengalaman yang berbeda, ternyata mirip-mirip rasanya pada akhirnya, karena beban yang dibawa masih sama.
Akan bertemu orang-orang di persimpangan kehidupan dengan beban yang mirip-mirip juga. Lepaskan dulu beban hidupnya, agar lebih bebas memilih banyak jalan dengan lebih banyak pengalaman baru. Yang ditemui dalam perjalanan juga akan semakin mirip, yaitu orang-orang yang sudah tidak membawa banyak beban lagi dalam hidupnya.
Pesan berikutnya dari dongeng ini adalah tentang, bila ingin merubah jalan hidupmu, perbanyak lah resource diri. Yang utama dan resource yang tidak akan bisa habis adalah, ilmu, skill dan pola pikir. Dengan lebih banyak resource yang dimiliki, maka pilihan jalan akan menjadi lebih banyak lagi.
Selamat jalan dan selamat memlih jalan hidup terbaik dalam hidupmu.

Cheers,