Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

Setiap manusia unik dan berbeda. Ini tentang Tingkat Kesadaran Manusia.

Hai Kawans Sekala Niskala, ketemu lagi di tulisan random di hari ini. Kelihatannya aja sih random, padahal nanti di ujung2nya ada maksudnya. Diikuti d...

lovelie-light 4 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel Setiap manusia unik dan berbeda. Ini tentang Tingkat Kesadaran Manusia.

Hai Kawans Sekala Niskala, ketemu lagi di tulisan random di hari ini. Kelihatannya aja sih random, padahal nanti di ujung2nya ada maksudnya. Diikuti dulu aja,..dicoba dulu aja..siapa tau cocok. Selalu ambil yang cocok aja, dan tinggalkan yang nggak cocok, nggak semua di dunia ini harus diambil seluruhnya kok, banyak yang cuma bisa diambil yang cocok dan pas di hati aja, dan tinggalkan yang nggak cocoknya.

Hari ini mau bicara dan cerita tentang setiap manusia yang unik dan berbeda.

Pernah nggak sih ngerasa heran, orang-orang pada kenapa sih ? Kok pada mikirnya duit-duit mulu ? Padahal kan banyak yang lebih penting dari duit. Terus beda pendapat, dipaksakan pendapatnya dan pola pikirnya. Yang satu punya pola pikir kalau uang bukan lah segalanya, sedangkan yang lain punya pemikiran kalau nggak punya uang terus bisa apa ? Secara kan sekarang ini segala-segala butuh uang.

Terus jadi ribut dan berantem. Padahal pola pikirnya aja udah beda, itu intinya.

Pola pikir itu menentukan soalnya kan ? Ketika bertemu dengan sebuah masalah, orang yang memiliki pola pemikiran tertentu akan melihat persoalan itu dari sudut pandang tertentu dan dengan sendirinya mengambil keputusan yang sesuai dengan pola pikir dan sudut pandangnya.

Permasalahan akan timbul ketika ingin jadi seperti orang lain atau ingin orang lain menjadi seperti diri kita sendiri. Yang terasa benar, terasa lebih enak hidupnya, terasa lebih lurus jalannya, padahal sejatinya semua pasti berbeda dan unik. Tidak mungkin bisa disamakan persis.

Kalau Ki Dalang ini bilang, ini adalah tentang kesadaran manusia.

*Lagi-lagi cuplikan Youtube Shorts ini, gak apa-apa lah, belum nemu yang lain soalnya untuk topik yang sama.

Saya sendiri menyederhanakannya menjadi pola pikir orangnya.

Tapi setuju tentang penggolongannya yang disebutkan.

Orang yang dari bangun tidur ke tidur lagi mikirin dirinya sendiri, itu biasanya justru malah paling normal dan paling masuk akal pemikirannya. Kerja sedikit akan dapat rejeki sedikit, kerja banyak akan dapat rejeki banyak, bisa nabung, bisa punya uang banyak dari hasil tabungan. Hidupnya normal seperti manusia pada umumnya dan biasa.

Orang yang dari bangun tidur ke tidur lagi mikirin kelompoknya, biasanya pemikirannya masih masuk akal. Mementingkan kelompoknya dan bagaimana mencapai tujuan bersama -sama. Hidupnya masih memikirkan orang lain, dan ini biasanya bikin orang lain juga memikirkan kehidupan nya. Karena ada hukum tabur tuainya yang berlaku.

Orang yang dari bangun tidur ke tidur lagi mikirin negara, biasanya lebih kelihatan di kelompok / circlenya. Orang yang pola pikirnya begini biasanya akan lebih concern kepada pembuatan peraturan, karena memang peran nya meregulasi semua hal di circlenya agar semua bisa berjalan baik dan lancar. Yang model begini, biasanya lebih punya kemampuan untuk memimpin orang banyak, karena pikirannya dan tenaganya bukan untuk dirinya sendiri. Di kelompok ini, sangat wajar untuk jadi berpakaian bagus, dandan, punya pernak pernik yang kelihatan exclusive dan masuk ke ranah high end. Banyak kemudahan dalam hidupnya, tapi nanti biasanya di masa tua, karena menunggu dia mikirin orang lain dulu. Begitu peran nya sudah dijalankan, maka hidupnya akan jauh lebih enak ke depan nya.

Orang yang dari bangun tidur ke tidur lagi mikirin umat manusia, ini yang paling nggak normal kehidupannya. Kehidupannya serba kebalik, karena posisinya ada di luar sistem. Ini model orang yang nggak bisa nabung, nyimpen uang sedikit kalau ada teman yang minta, langsung dikasih. Kalau ada orang yang susah, langsung dibantu. Tipe pola pemikirannya seperti itu. Itu sebabnya ini yang nggak bisa punya gengsi soal uang. Kalau kerja, pasti gajinya akan habis (entah buat apa). Tapi kalau dapat pemasukkan di luar gaji, ini yang bisa bertahan. Ini yang bikin orang-orang di kelompok ini nggak bisa punya gengsi soal uang.

Kerennya adalah…

Walaupun masing-masing punya pola pemikiran sendiri-sendiri, tapi untuk menjalankan sesuatu, selalu butuh orang lain untuk menjalankan peran lain. Untuk sebuah perusahaan misalnya, butuh kelompok pertama untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan operasional harian. Karena kelompok pertama paling tahan sama rutinitas dan pekerjaan yang statis, yang itu-itu saja setiap harinya. Sementara untuk para managernya, butuh orang dari kelompok kedua, yang pola pikirnya memikirkan orang lain. Untuk pemimpin perusahan, butuh orang dari kelompok ketiga, yang meregulasi semuanya dan memastikan semua berjalan baik dan lancar. Sementara untuk penasihat / advisor / konsultan, butuh kelompok ke-empat, yang memikirkan lebih besar dari perusahannya sendiri, sampai ke tingkat competitor/pesaing, pemasok, customer, bahkan lebih besar dari itu.

Butuh semua peran untuk memastik sesuatu yang besar bisa berjalan.

Jadi tidak perlu merasa terlalu rendah diri, karena sejatinya di setiap pekerjaan yang besar, pasti butuh dirimu untuk berperan di dalamnya. Dan tidak perlu juga merasa terlalu tinggi, karena di setiap pekerjaan yang besar, pasti dirimu butuh orang lain untuk mencapai hal itu.

Semua sudah ada sistemnya, sudah ada peran nya dan sudah ada pengaturannya.

Semoga bisa menjadi sebuah renungan di hari ini.

image

Note : Tunggu sesuatu yang besar dari Sekala Niskala ya.

Cheers,

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar