Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

SNU FILE #21 - Adab, laku dan toleransi. By King of Alit

Hai Kawans Sekala Niskala, selamat berjumpa kembali, hari ini ada sesuatu yang menarik untuk dibahas. Yang utama adalah tentang acara ngobrol ngobrol ...

lovelie-light 3 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel SNU FILE #21 - Adab, laku dan toleransi. By King of Alit

Hai Kawans Sekala Niskala, selamat berjumpa kembali, hari ini ada sesuatu yang menarik untuk dibahas.

Yang utama adalah tentang acara ngobrol-ngobrol kemarin dengan Ko David Tjahyadi . Iya, 3 hari lalu, Sekala Niskala ngobrol bareng dengan Ko David (thank you Ko… 🙏). Yang dibahas adalah seputar pengalaman beliau berQuora sejak jaman pertama sampai di sekarang-sekarang ini. Kita dapat banyak cerita mengenai hal itu.

Mendengar ceritanya, jadi terinspirasi, bahwa nggak adil rasanya kalau saya banyak bertanya kepada beliau tentang pengalaman berQuora, tapi nggak membagikan pengalaman sendiri.

Kemarin itu di dalam acara, pertanyaan pertama kepada Ko David, adalah tentang “Alasan pertama kali masuk ke Quora itu apa ? ”.

Kebetulan ketemu satu tulisan lama, jadi sekalian saya bagikan di sini, mengenai alasan pertama saya join di Quora ini.

Tapi itu udah hampir 2 tahun lalu, setahun pertama beres lelaku saya.

Tapi setelah lewat satu tahun, ternyata saya menemukan sebuah cita-cita. Secara personal dan pribadi, saya ingin untuk punya sebuah cafe tempat nongkrong, yang semuanya saling kenal. Satu meja kenal dengan meja sebelahnya, dan mengenal meja yang di seberangnya juga. Semua bisa saling ngobrol, saling menyapa dan saling terhubung.

Tanpa terasa dan berlangsung secara otomatis, tanpa banyak diatur, itu terwujud di Ruang Sekala Niskala Universe ini. Dimana ada obrolan mengenai klenikan, mistik dan supranatural, ada tempat buat meditasi, ada acara nonton bareng, ada obrolan tentang politik, ada acara ngobrol2 satu jam bersama.

Semua orang bisa hadir dan bisa memilih pojok mana yang dia suka. Tapi kenal dengan semua orang, terhubung dengan semua orang dan bisa banyak berinteraksi kalau menginginkan. Kalau tidak mau, duduk diam dan mendengarkan saja juga bisa.

Tapi namanya tempat berkumpul kan ya, ada rulesnya, ada adab, laku serta toleransinya.

Yang utama kami hindari di Sekala Niskala adalah, tidak bicara dan ngobrol mengenai agama. Apapun itu bentuknya, karena kami bukan ahlinya, ini bukan tempatnya dan terakhir, karena superioritas sebuah agama bukan pandangan hidup kami. Kami hanya ingin kumpul-kumpul bersama, dan ngobrol lepas tanpa ada saling menyalahkan dan tanpa saling memberi label ini benar dan ini yang salah. Benar dan salah, biar menjadi perjalanan hidup orangnya. Karena sadar sendiri akan kesalahan, tanpa perlu dikasih label / judgement, akan membuat proses belajar dirinya bisa dimulai.

Bukan kami melarang anda untuk bicara tentang agama, silahkan dilakukan di tempat lain, tapi bukan di Sekala Niskala.

Seperti analogi pakai baju formil berupa jas dan dasi..bukan kami melarang anda untuk pakai baju formil, lengkap dengan jas dan dasinya. Silahkan saja, tapi tempatnya bukan di Sekala Niskala, gerah liatnya kalo memandang orang yang nongkrong tapi pakai jas dan dasi. Iya gak sih ?

Berikutnya adalah tentang laku (attitude). Seperti saya tulis di bawah ini dalam tulisan saya :

Saya coba kutip inti dari paragraf terakhir di tulisan tersebut ;

Intinya dari ketiga pesan saya adalah :

Kalau mau kenal dengan orangnya, monggo silahkan dikenal lebih dekat untuk mencegah faktor “tidak kenal”. Diminta dan dijalani prosesnya dengan baik-baik.

Kalau mau minta sesuatu yang lebih, monggo silahkan diminta dengan baik-baik juga. Banyak kok user yang baik yang masih mau share lebih detil. Tapi sikap demanding, seakan-akan entitled buat dapat yang lebih itu nggak akan membawa dirimu kemana-mana.

Kalau mau tahu pendapat penulis tentang sesuatu yang lebih unik dan detil, bisa langsung ditanyakan. Tapi mencomot jawaban penulis itu untuk orang lain, lalu diberlakukan sama untuk semua orang alias dibandingkan, ya nggak seperti itu. Karena tiap orang adalah pribadi yang unik.Lakukan saja hal ini di dalam kepala, siapa tau dirimu memperoleh 2 sudut pandang yang berbeda dari jawaban yang berbeda.

Terakhir saya mau mengucapkan : “Terima kasih Kawans Sekala Niskala, untuk kehadiran dan parisipasinya dalam Acara Satu jam Bersama minggu lalu. Stay tuned ya, minggu depan ada acara 1 jam bersama yang lain. Dengan nara sumber yang nggak kalah menariknya.”

Cheers,

image

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar