Wangi-wangian yang ada di sekitar diri kita itu mempengaruhi kita secara internal (dalam diri kita sendiri), ataupun secara eksternal (orang-orang atau lingkungan di sekitar kita).
Untuk yang internal, pada dasarnya wangi-wangian sangat mempengaruhi mood dalam diri, karena sensor dari wewangian itu langsung menuju ke system limbic dari otak kita, tempat dimana pusat emosi itu berada. Jadinya koneksi ini yang bisa mempengaruhi emosi kita secara tidak langsung, membangkitkan kenangan / memory, atau mungkin bahkan sampai ke perilaku kita.
Paling mudah dan paling gampang adalah preferensi kita dalam memilih menggunakan parfum atau tidak. Banyak di luar sana yang merasa lebih nyaman ketika berdekatan dengan seseorang yang harum, daripada yang nggak. Banyak yang lebih nyaman dirinya lebih harum, daripada nggak sama sekali. Bahkan sampai wangi sabun pun memiliki wangi atau harum yang berlebihan, alih-alih hanya sebagai alat pembersih kuman/bakteri seperti yang dimaksudkan pada fungsinya.
Sementara banyak yang bilang kalau beberapa wangi-wangian akan membangkitkan emosi tertentu seperti halnya :
Jasmine - Confidence Ylang-ylang - Calm & relax Lavender - Reduce mental stess & promote relaxation Orange - higher level of calmness Citrus - enegizing effect Peppermint - more focus and alert Roses - calm and tranquility Eucalyptus - clear mind and more focus
Tapi di jaman sekarang ini, sudah jarang sekali kita menjumpai orang yang mengidentifikasi wewangian dari nama sumbernya. Kebanyakan dalam keseharian yang dijumpai sekarang adalah identifikasi wewangian dari merk / brand nya. Wangi Bulgari Aqva, wangi Chanel no. 5, wangi Drakkar Noir, itu yang sekarang banyak terdengar ketika sedang membicarakan wewangian.
Tapi yang jelas, banyak yang menggunakan metode scent marketing atau pemasaran melalui aroma, sebagai penunjang kegiatan bisnisnya.
Seperti cafe - cafe yang menggunakan aroma yang menenangkan dan relax. Yang membuat pengunjungnya menjadi betah berlama-lama duduk di kursinya, sampai lupa waktu, sehingga memesan makanan dan minuman lagi dan lagi.
Atau outlet luxury yang menggunakan aroma yang membangkitkan emosi, sehingg terciptalah sebuah kondisi compulsive buying. Sebuah keputusan membeli yang tidak didasari pada keinginan, tapi pada kondisi emosi semata.
Atau resto yang mengeluarkan aroma makanan yang sedap dan tersebar ke sekelilingnya. Yang bisa membuat orang-orang di sekitarnya seketika merasa lapar ketika menghirup aroma makanannya.
Semua karena emosi yang dibangkitkan melalui sebuah wewangian (dan juga memory).
Tentu saja ini nanti akan menggambarkan kondisi energi yang dimiliki. Karena semakin besar emosi yang dirasakan dan tidak terkontrol, akan menjadi semakin kecil energi kita. Semakin bisa merasakan emosi besar dan terkontrol, energi yang kita millki akan menjadi semakin besar. Semakin calm dan tanpa emosi, lebih besar lagi wadah dalam tubuh yang akan menampung energi dari alam.
Yang harus diingat adalah…
Meskipun jenis wewangian atau aroma tertentu menaikkan atau menurunkan emosi tertentu pada manusia, tapi setiap manusia memliki memory yang berbeda dalam perjalanan hidupnya. Ini yang membedakan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Yang nantinya juga akan membedakan efek yang dirasakan oleh seseorang ketika mencium sebuah aroma.
Ini memory yang tersimpat di dalam aroma, emosi yang masih terpendam, dan akan menjadi ingatan jangka panjang. Karena pada memory itu melekat sebuah emosi, sehingga tidak mudah untuk melupakannya.
Berikutnya, untuk di rumah, saya coba share beberapa wewangian yang pernah saya rasakan efeknya, dalam hubungannya dengan energi. Tapi balik lagi, ini pengalaman secara pribadi, dan belum tentu sama untuk setiap orang. Terutama karena memory yang dimiliki oleh setiap orang itu berbeda dan mempengaruhi level emosi dan energi nya.
Plus, karena ini buat di rumah, jadi yang saya share adalah wewangian dari Dupa, bukan minyak wangi / parfum (karena saya di rumah nggak pake parfum 😁)
Paling enak wanginya adalah Maharaja dari Darshan, ini paling pas dipakai buat wewangian rumah / ruang. Nggak terlalu keras wanginya, eh tapi nggak tau deh. Saya sih nggak terlalu terganggu ya dan cenderung enak banget, demikian juga dengan orang-orang di sekitar saya, nampaknya Maharaja ini wewangian yang lumayan favorit untuk banyak orang.

Product dari LIfe ini juga enak. Meskipun aroma nya cukup keras, tapi Life Champaka ini bisa bikin saya lebih fokus lagi tapi tetap dalam kondisi relaks.

Satu lagi dari Life, yang Jasmine ini, bisa bikin lebih rileks dan calm. Pas banget kalau mood mau istirahat atau sekedar menemani bengong.

Sandalum dari Cycle Brand ini enak banget menurut saya wangi sandalwood nya. Bisa bikin lebih fresh lagi setelah istirahat sejenak.

Vinayak ini keras banget wanginya. Tapi efektif banget buat saya kalau mau naikkin energi dengan cara yang lebih cepat. Wanginya nggak kira-kira, keras dan tegas, tapi efeknya juga nggak main-main.

Terakhir si pemilik asap yang mirip seperti kerusuhan. Yagna ini kalau dibakar, asapnya mirip kayak asap waktu kerusuhan, gak kira-kira. Wangi dan aroma nya juga mengganggu banget. Tapi…efeknya greng banget buat bersihin hawa di rumah/toko/warung. Segala sesuatu yang sifatnya negatif, akan segera menyingkir kalau pakai Yagna ini.

Segitu aja dulu deh ceritanya..semoga kalian yang membaca enjoy dengan ceritanya.
Cheers,
Note : all pictures taken from google.