Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

SNU FILES: HATI-HATI CERITA TENTANG KLENIK! (Part #1) (Tulisan ini adalah sebuah tulisan kolaborasi pemikiran bersama-sama, dan akan terbagi menjadi beberapa bagian. Semua penulis akan bebas mencurahkan apa yang ada di dalam pemikirannya, yang ditum

SNU FILES: HATI HATI CERITA TENTANG KLENIK Part 1 Tulisan ini adalah sebuah tulisan kolaborasi pemikiran bersama sama, dan akan terbagi menjadi bebera...

lovelie-light 5 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel SNU FILES: HATI-HATI CERITA TENTANG KLENIK! (Part #1) (Tulisan ini adalah sebuah tulisan kolaborasi pemikiran bersama-sama, dan akan terbagi menjadi beberapa bagian. Semua penulis akan bebas mencurahkan apa yang ada di dalam pemikirannya, yang ditum

SNU FILES: HATI-HATI CERITA TENTANG KLENIK! (Part #1)

(Tulisan ini adalah sebuah tulisan kolaborasi pemikiran bersama-sama, dan akan terbagi menjadi beberapa bagian. Semua penulis akan bebas mencurahkan apa yang ada di dalam pemikirannya, yang ditumpahkan dalam sebuah alur. Silahkan membaca dan memilih mana yang baik, dan hindari yang kurang baik, karena kendali tentang apa yang akan dikonsumsi ada di tangan yang membaca).

Cerita tentang klenik dan Mistik, kadang ada yang percaya, ada yang memusuhi dan ada yang terlalu deep into cerita dan temanya. Meskipun jadi polemik yang selalu ada, tapi bisa bikin sebuah variasi dan bias yang menarik.

Banyak acara kumpul-kumpul dengan kawan, keluarga dan rekan kerja, yang dihiasi dengan cerita-cerita yang menarik dengan tema mistik / klenik ini. Sering bisa menambah topik baru dan keseruan baru dalam sebuah acara bersama.

Terbukti dengan minat masyarakat Indonesia terhadap film horor pada masa sekarang (atau mungkin dari dulu?). Kenyataan yang tidak bisa dipungkiri, bahwa tema ini masih menjadi favorit dan diminati.

Buat yang nggak suka dengan cerita-cerita klenik & mistik..good for you. Logika anda lebih bermain dengan baik, dan cenderung untuk menjauhi hal-hal yang tidak anda pahami, itu bagus kok untuk kesadaran diri. Menyadari limit diri sendiri sampai di mana. Selain itu, untuk golongan yang tidak suka, bisa berhenti membaca sampai di sini, karena tulisan berikutnya akan membawa anda menjadi lebih geram lagi, karena kami akan coba untuk drill down lebih jauh lagi mengenai hal ini.

Dilanjutkan tulisannya ya..

Jadi tulisan di bawah ini nanti akan sedikit banyak bercerita, bahwa sebuah cerita klenik dan seputaran mistik pun ada alur dan logika nya yang bisa dibaca, terlebih buat orang yang mengerti soal itu. Bukan logika seperti logika science yang dimaksud loh ya, jauh dari itu, ini hanya sekedar logika sederhana yang bisa membuat sebuah cerita menjadi asyik dan terasa natural.

Bukan bermaksud untuk menyombongkan diri, bukan berarti kami menjelma jadi orang yang paling tahu, tapi ini hanya sekedar mengajak teman-teman di Sekala Niskala ini untuk mengetahui bahwa dalam sebuah cerita mistik / klenik pun masih bisa terbaca alur logika nya.

Jadi hati-hati kalau bercerita tentang klenikan di hadapan orang yang mengetahui tentang hal itu, karena diri anda bisa segera terukur dan ternilai.

Ini akan jadi cerita dan kisah tentang share pengalaman saja, bukan menggurui serta bukan pula tentang menonjolkan kemampuan, tapi sekedar agar bisa melihat apa saja yang bisa dipelajari dari sebuah cerita klenik (menurut logika kami).

image

(tentu saja dari Pinterest, tapi nggak ada nama accountnya)

  • Jangan pernah menunjukkan apa yang dimiliki kepada orang.

Saya sendiri akan share sebuah pengalaman dan pengajaran, terutama di dunia tosan aji/pusaka. Dari awal memasuki dunia ini syukurnya saya bertemu dengan beberapa teman ataupun pengajar yang juga memberikan nilai-nilai yang perlu dijalankan dalam kehidupan ini, terutama di dunia tosan aji / pusaka. Salah satunya adalah itu, jangan pernah menunjukkan semua yang dimiliki kepada orang lain.

Mungkin dalam logika normal, akan berpendapat bahwa sesekali kita perlu untuk menunjukkan kemampuan diri, agar bisa dianggap dalam sebuah masyarakat. Tapi dalam logika orang-orang yang berkecimpung di dunia ini, dengan menunjukkan apa yang dimiliki, maka semakin akan terlihat kelemahannya, bukan kekuatannya.

Dengan menunjukkan bahwa kita punya tosan aji / pusaka tertentu kepada orang lain, kalau orang nya bisa melihat, maka bisa mengetahui bahwa tuah dari pusaka tersebut adalah untuk hal tertentu. Yang artinya, bahwa orang yang memilikinya pasti punya kekurangan di bidang itu, makanya dia butuh oplosan dari pusaka untuk meningkatkan bidang itu. Jadi dengan menunjukkan pusakanya, bukan malah menunjukkan kelebihanmu, tapi tentang menceritakan kekuranganmu dan mengapa kamu butuh booster oplosan dari luar diri untuk bidang itu.

2. Terlalu membanggakan sesuatu, kadang bisa jadi pengukur juga level energi mu sampai di mana.

Satu lagi share pengalaman pribadi saya, tentang seorang kenalan, yang namanya sudah lumayan terkenal menjadi seorang paranormal. Suatu hari bercerita dengan bangga mengenai pengalamannya, yang menceritakan dengan detail dan dengan rasa menakutkan yang dimiliki mengenai bagaimana beliau berkutat dengan sebuah sosok hitam berbulu.

Diceritakannya bagaimana dia bergulat dengan sosok hitam berbulu dengan mata merah, dicekik dari belakang, dan berusaha sekuat tenaga untuk bisa lepas dari sosok itu, yang pada akhirnya berhasil.

Mungkin logika normal akan melihatnya sebagai orang yang hebat, yang berhasil mengalahkan sebuah sosok berbulu hitam yang lebat.

Tapi buat yang tau mengenai dunia itu, pasti tahu level energi dari makhluk hitam berbulu itu, yang…ya di situ aja level energinya. Kalau dirinya berkutat dengan susah payah dengan makhluk itu, meskipun pada akhirnya mencapai sebuah kemenangan, namun yang mengerti akan tahu level energi orang tersebut sampai di mana.

Disinilah peran sebuah logik supranatural / mistik berlangsung. Kalau sudah nyemplung ke dunia itu, sudah tahu dimana semua tempat itu seharusnya berada.

3. Jangan mudah ngomongin tentang dapat serangan, itu akan semakin membuka tabir siapa dirimu

Jadi gini, yang namanya “serangan” itu pasti butuh effort yang besar dan panjang. Nggak cuma was wes wos baca mantra, terus langsung kejadian, nggak sesederhana itu kok. Bagi yang bisa melakukan, ini merupakan sebuah ritual panjang dan penuh effort, dengan menyediakan waktu panjang, energi besar, belum lagi resource lain yang akan keluar ketika akan melancarkan sebuah “serangan”.

Itu untuk yang bisa melakukannya sendiri, sedangkan untuk yang tidak bisa melakukannya sendiri, pasti butuh bantuan orang lain yang merupakan ahli yang bisa bikin atau melakukan itu. Itu lebih extra effort lagi buat orang nya.

Sure, tentu saja, ada ahli mungkin di luar sana yang bisa sesederhana itu, untuk melakukan hal itu. Bisa cuma was wes wos, terus kejadian deh serangan itu. Tapi itu bukan berarti mudah. Pasti ada rasa sakit hati yang dirimu pernah berikan ke orang itu, sampai orang tersebut mau melewati usaha yang besar untuk melakukan dan melaksanakan “serangan” itu.

Mudah menceritakan bahwa dirimu kena “serangan” adalah caramu untuk bercerita kepada dunia bahwa kamu pernah menyakiti orang lain, yang membuat orang itu sampai segitu effortnya melancarkan “serangan”.

Hati-hati dengan logika supranatural di dalam cerita anda.

Lanjut part #2

Cheers,

Quorahttps://qr.ae/p2jzpm

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar