Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

SNU FILES [LVL] → KETIKA DIMENSI GAIB BERTEMU REALITA: KESURUPAN DAN LABIRIN EKSISTENSI MANUSIA

Part 4 dari “Hati Hati Cerita tentang Klenik" Ditulis oleh: Lovelie Light . Kawans Sekala Niskala pasti gak asing sama istilah "KESURUPAN" dong ya? Pa...

lovelie-light 7 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel SNU FILES [LVL] → KETIKA DIMENSI GAIB BERTEMU REALITA: KESURUPAN DAN LABIRIN EKSISTENSI MANUSIA

Part #4 dari “Hati-Hati Cerita tentang Klenik” Ditulis oleh: Lovelie Light

.

Kawans Sekala Niskala pasti gak asing sama istilah “KESURUPAN” dong ya? Pasti yang langsung kebayang itu adegan di film horor lokal kita yg suka gaje lah wkwkwkkk… Orang teriak-teriak, mata melotot, suara berubah, terus ujung-ujungnya harus dipanggilin Pak Ustaz atau Dukun. Nah, disini aku pingin ngupas tuntas fenomena ini, dari yang paling tradisional sampai yang paling bikin gumuzzzzzz ampe pingin jambak rambut siapa aja dah yg deket mau itu manusia kek, mau demit kek…

Bagiku dunia ini terlalu luas dan kompleks buat mengukur segala hal dan fenomena cuma pake meteran atau timbangan sains doang~ 😒

image

GAI ID: lovelie_light

✨ KESURUPAN DALAM LENSA KEBUDAYAAN → DARI SEBUAH RITUAL SAMPAI KE TONTONAN DIGITAL

Di Indonesia kita tercinta sendiri kesurupan itu bukan hal baru. Dari Sabang sampai Merauke, setiap suku punya cerita dan ritualnya sendiri tentang fenomena ini. Di Bali, ada Sang Hyang Dedari yang konon membuat gadis-gadis menari dalam kondisi trans, di Jawa ada Jathilan atau Kuda Lumping di mana penari bisa makan beling atau silet tanpa terluka (“jangan dicoba di rumah ya, ini bukan buat pamer kamu sakti, ini sebuah fenomena!) konon karena kesurupan roh leluhur atau entitas lain.

Fenomena ini seringkali dilihat sebagai komunikasi antara dunia manusia dan dunia gaib. Bisa jadi bentuk peringatan, bisa juga manifestasi kekuatan spiritual. Dulu, kesurupan mungkin jadi bagian integral dari upacara adat, sarana penyembuhan, atau bahkan cara menegakkan hukum sosial. Sekarang? Lebih sering jadi konten viral di TikTok atau bahak gosip di tongkrongan atau WAG. Dan dari sini jadi kelihatan banget kan evolusi atau pegeseran fungsi ‘hiburan’ yang akhirnya jadi terlihat absurd ini!

✨ KETIKA MEDIS DAN PEIKOLOGIS NGOS-NGOSAN MENJELASKAN → KARENA DIAGNOSA YANG TERBATAS

“Ah, itu mah cuma histeria massal,” “Itu gangguan disosiatif,” atau “Itu cuma stres berat,”. Begitulah biasanya respons para ahli dari kacamata medis dan psikologis. Lalu kelanjutannya gimana, apa masalah benar-benar teratasi… Aku rasa gak semuanya berakhir baik. Mereka bagai manapun selalu mencoba mengelompokkan gejala-gejala kesurupan ke dalam kategori yang sudah ada.

Kita bisa kategorikan seperti Gangguan Identitas Disosiatif (DID). Dulunya gejala ini dikenal sebagai Multiple Personality Disorder. Ini terjadi ketika seseorang punya dua atau lebih identitas atau kepribadian yang berbeda. Tapi, apa semua kesurupan bisa masuk kategori ini? Nggak juga, kan? Kadang yang “masuk” itu satu, bukan dua belas. Atau sebaliknya.

Yang paling terkenal ada juga Histeria Massal atau Epidemik Histeria. Ini nih sering banget kejadian di sekolah-sekolah, terutama menjelang ujian atau saat tekanan meningkat, atau di pabrik yang menyerang buruh atau pekerja pabrik karena jam kerja yang terlalu panjang. Satu orang teriak, yang lain ikutan. Mirip efek domino, tapi ini versi jiwa. Mereka bilang ini respons psikologis terhadap stres kolektif. Ya, mungkin aja sebagian, tapi kalau yang ‘datang’ itu bisa ngomong bahasa kuno yang nggak pernah dia pelajari, terus apa dong penjelasannya?… (**blom lagi ada pemilik pabrik nya yg emang di waktu-waktu tertentu selalu melakukan ritual di pojok area pabrik yg dilarang didatangi pekerja wkwkwkk… capek deh*~ 🙄)

Memang sih, gejala fisik kayak kejang, kelelahan, atau perubahan suara bisa dijelaskan secara neurologis. Tapi, bagaimana dengan kekuatan super mendadak, kemampuan bicara bahasa asing, atau pengetahuan tentang hal-hal yang tidak mungkin diketahui si korban? Di titik ini, ilmu pengetahuan modern seringkali cuma bisa angkat bahu, tersenyum kecut, dan bilang, “Masih butuh penelitian lebih lanjut.” Padahal, ya, kadang nggak semua hal bisa diteneliti pake mikroskop, stetoskop atau tes hematologi iya donk!

→ Makanya buat orang yg ‘katanya” sakti, kemampuannya jgn dipake buat ngadalin orang, kalo orang sakit karena penyakit medis, suruh mereka berobat medis, jangan dibilang dia kesambet demit atau di santet orang, dosa luu begitu!! 😓

✨ KESURUPAN DAN KETERIKATANNYA DENGAN PERILAKU MANUSIA → SIAPA YANG TERIAK DULUAN NEEHH?!

Lucunya, kesurupan seringkali terjadi pada individu yang sedang dalam kondisi rentan. Misalnya, saat kelelahan, stres, merasa tertekan, atau bahkan saat terlalu fokus pada suatu objek atau ritual. Otak kita itu kayak komputer canggih. Kalau lagi overload atau ada bug, bisa jadi “blue screen”. Nah, kesurupan ini mungkin salah satu bentuk “blue screen” yang paling dramatis.

Selain itu, faktor sosial dan lingkungan juga berperan besar. Ketika ada kepercayaan kuat di masyarakat tentang kesurupan, apalagi kalau ada pemicu seperti cerita horor atau film mistis, otak kita cenderung lebih mudah “terprogram” untuk mengalami fenomena tersebut. Semacam placebo effect tapi versi mistisnya. Jadi, kadang-kadang, kita cuma perlu percaya kalau demit itu nyata, dan tiba-tiba dia muncul. Alih alih colok mata demitnya, orang lebih milih teriak-teriak histeris bikin gaduh orang sekampung.

image

BING ID: lovelie_light

✨ MENYELAMI DIMENSI SPIRITUAL → KETIKA BATASAN-BATASAN ITU MENJADI SEMU!

Sebagai orang yang sedang mempelajari dunia spiritual, Aku cukup familiar dengan konsep energi, vibrasi, dan dimensi lain. Dari sudut pandang spiritual, kesurupan itu bisa dilihat sebagai interaksi antar entitas non-fisik ( jin, entitas astral, atau apalah sebutannya) dengan manusia.

Dan interaksi ini terjadi biasanya karena adanya anomali, seperti Perlindungan Energi Menurun. Di mana energi kita, yang biasanya bisa digunakan sebagai medan pelindung ini sedang dalam kondisi lemah. Dan hal ini bisa terjadi karenya banyak hal, salah satinya karena stres, penyakit, atau bahkan overthinking level dewa yang akhirnya menggiring pada sugesti-sugesti negatif.

Bisa juga karena Ketidaksengajaan, maksudnya gimanan? Bisa saja ada entitas yang cuma “numpang lewat” atau tertarik sama energi yang dipancarkan manusia (*biasanya yg energinya lemah). Kondisinya mirip kaya kita lagi jalan terus kesandung batu, tapi ini kesandung ‘energi’ lain, dan ya sesimple itu.

Terakhir itu biasanya karena Undangan (Disengaja atau Tidak) dari manusianya. Hal ini bisa kita kategorikan dalam pemanggilan, atau bahkan cuma sekedar pikiran negatif yang menarik energi serupa. Kita kudu ingat baik-baik kalo pikiran itu powerful, ini kenapa aku sering menyaranku untuk Kawans sekalian jagan mudah tersugesti, jangan gampang dimanipulasi oleh apapun dan siapapun.

Dalam banyak tradisi spiritual, kesurupan ini justru jadi bagian dari perjalanan seseorang. Bisa jadi semacan ujian hidup, atau cara alam sekitar kita menyampaikan pesan, bahkan bisa juga sebagai proses penyembuhan dari hal-hal anomali yang mengganggu kehidupan. Kita bisa anggap alam semesta lagi “menyadarkan” kita pake cara yang agak… gak biasa~🤣

✨ PERSPEKTIF SUPRANTURAL → MEMBUKA GERBANG KE KEMUNGKINAN YANG TAK TERBATAS

Ini dia bagian favoritku, karena di sini, aku bisa lebih bebas berandai-andai dan mengakui bahwa sains itu, maaf-maaf kata neeh, kadang-kadang agak sombong! 🙄😒 Mereka cuma mau percaya sama apa yang bisa diukur, ditimbang, dan dibuktikan di lab. Padahal, semesta ini penuh misteri yang mungkin nggak akan pernah bisa masuk ke dalam tabung reaksi.

Dari perspektif supranatural, kesurupan itu bisa jadi sebuah Manifestasi Entitas Dimensi Lain, dan ini bukan cuma hantu atau jin, tapi mungkin ada entitas dari dimensi yang berbeda yang punya cara kerja dan hukum fisika yang nggak kita pahami. Mereka mungkin ‘nyasar’ atau memang sengaja ‘mengunjungi’ alam kita.

Terus adanya kemungkinan Kemampuan Psikis yang Belum Terjamah, kenapa enggak, mungkin aja ada orang yang tanpa sadar punya kemampuan psikis untuk menarik atau menyalurkan energi dari luar.

Bahkan di dunia spuranatural ada yang namanya Sisa-sisa Energi dari Masa Lalu, kita menyebutnya dengan istilah residual haunting. Residual Haunting itu intinya kayak “rekaman” atau “sidik jari energi” dari kejadian masa lalu yang terpampang di suatu tempat, orang awam mengenalnya dengan Residual Energy. Nah, Kesurupan mungkin ini sejenis itu, tapi dalam versi possession. Energi dari kejadian atau emosi kuat di masa lalu yang ‘menempel’ dan mencari inang yg bisa mengekpresikan.

Terakhir bisa saja terjadi karena adanya Gangguan Energi Kosmik, Alam semesta itu dinamis, Kawans. Kadang ada ‘gelombang’ energi yang lewat, dan kalau ada yang lagi “frekuensinya pas”, ya bisa aja terjadi interaksi yang disebut kesurupan ini. Ibarat sinyal Wi-Fi, kadang kuat, kadang lemah.

Buat aku sebagai manusia yang bahkan separuh dari keberadaanya aja masih misteri, kita harusnya berani mengakui bahwa ada banyak hal di luar sana yang belum bisa kita jelaskan. Sains itu keren, tapi bukan Tuhan. Ada batasnya! Dan di batas itulah, keindahan misteri supranatural dimulai. 😁🤘

Fenomena kesurupan ini, entah itu karena ulah jin iseng, otak yang error, atau cuma drama queen yang lagi pengen cari perhatian, tetaplah sebuah fenomena yang nunjukin kalo realitas itu jauh lebih kompleks dari apa yang kita lihat dengan mata telanjang. Kita hidup di dunia yang penuh lapisan, dan kadang, kita cuma perlu membuka pikiran sedikit lebih lebar untuk melihat keajaiban atau kengerian yang tersembunyi di baliknya.

Kadang, ‘kegilaan’ adalah satu-satunya jalan untuk memahami warasnya Alam Semesta.— LVL2025

✧ ——— °˖✧◝(⁰▿⁰)◜✧˖° ——— ✧

Be kind and respectful, and I will do the same for you!

Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.

Makasih, Lovelie Light~🍀

image

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar