Part #14 dari “Hati-Hati Cerita tentang Klenik” Ditulis oleh: Lovelie Light
.
Saat kata “PAMIT” di lontarkan, ini bukanlah perpisahan, melainkan sebuah jeda yang sengaja kami ambil untuk kembali ke inti kami. Seperti sebuah lagu yang volumenya dikecilkan, kami sejenak “mematikan” frekuensi sekitar untuk mendengarkan frekuensi di dalam diri sendiri. Selama ini, kami mengamati, mengisi ulang, dan menyelaraskan energi yang mungkin sempat terkuras. Kami percaya, untuk bisa memancarkan cahaya yang terang, kita harus terlebih dahulu berani masuk ke dalam kegelapan diri sendiri.

BING ID: lovelie_light
Selama masa “pamit” ini, kami berfokus pada apa yang paling esensial, yaitu tujuh chakra atau pusat energi dalam diri kami. Kami menyadari, setiap chakra, dari akar hingga ke mahkota butuh perhatian khusus. Momen ini menjadi kesempatan untuk merawat chakra yang mungkin redup, yang terhambat, atau yang perlu diselaraskan. Kami melakukannya dengan cara kami sendiri, mulai dari meditasi hening untuk menstabilkan chakra dari akar, hingga praktik grounding di alam yang membuat kami merasa terhubung kembali dengan bumi.
Ini adalah perjalanan kembali ke akar masing-masing. Kami menghabiskan waktu dengan energi disekitar kami, membiarkan energi bumi menstabilkan diri kami. Mungkin ini adalah saat-saat kami membersihkan diri dengan air yang telah diisi niat baik, atau sekadar merenung di bawah langit malam untuk merasakan getaran alam. Kami menemukan, di setiap tetesan air, di setiap hembusan angin, dan di setiap butir garam, ada frekuensi yang membantu kami membersihkan energi yang tidak lagi relevan. Semua ini kami lakukan agar chakra kami bisa kembali berputar dengan harmonis.
Di tengah semua noise yang ada, kami belajar bahwa kesadaran untuk menahan diri adalah sebuah kekuatan spiritual yang luar biasa. Ini bukan soal menyerah, melainkan tentang memilih untuk mengambil jeda. Kami memilih untuk tidak terburu-buru, untuk tidak mengikuti arus, dan untuk memberi diri kami ruang untuk tumbuh. Proses ini mengajarkan kami bahwa hasil terbaik sering kali datang bukan dari seberapa cepat kita berlari, melainkan dari seberapa baik kita memahami kapan saatnya untuk berhenti, bernapas, dan menyelaraskan kembali.

BING ID: lovelie_light
Kami tidak hanya diam. Kami sedang melakukan tuning frekuensi. Ini adalah sebuah proses pembaharuan energi yang otentik dan personal. Kami belajar dari masa lalu, membersihkan ruang di dalam diri, dan menyiapkan diri untuk masa depan. Kami percaya bahwa setiap jeda adalah ruang untuk bertumbuh. Jeda ini membuat kami kembali dengan energi yang lebih matang, dengan visi yang lebih jernih, dan dengan semangat yang lebih kuat dari sebelumnya. Kami tidak hanya kembali, tetapi kembali menjadi versi diri yang lebih baik.
Kini, dengan chakra yang kembali menyala dan berputar dengan terang, kami siap untuk membagikan energi ini kembali. “The chakras were muted. Now, the energy is back!” Ini bukan sekadar comeback di media sosial, melainkan sebuah deklarasi bahwa kami telah berhasil melewati proses transformasi diri. Ini semua adalah simbol dari kehidupan, semangat, dan energi positif yang kini siap kami bagikan.
Kami ingin menunjukkan pada Kawans sekalian bahwa tidak apa-apa untuk mengambil jeda dalam hidup ini, untuk menghilang sejenak, dan untuk kembali ke diri sendiri. Kami harap perjalanan kami bisa menginspirasi kalian untuk juga merawat energi dalam diri. Mari bersama-sama, kita pastikan chakra dalam diri kita bersinar terang sesuai dengan peran dan kebutuhan dalam hidup kita.
✧ ——— °˖✧◝(⁰▿⁰)◜✧˖° ——— ✧
Be kind and respectful, and I will do the same for you!
Hati-hati dalam menggunakan kebebasan berkomentar, termasuk saat me-repost tulisan saya. Saya bukan Indigo dan tidak memberikan konsultasi dan atau menjawab pertanyaan pribadi tentang hal-hal gaib.
Makasih, Lovelie Light~🍀
