Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

SNU FILES Part 11, 'Dukun - akan selalu ada yang palsu di dunia ini'

Part 11 dari cerita mengenai "Hati hati Tentang Cerita Klenik" by King of Alit image https://qph.cf2.quoracdn.net/main qimg 71074df2b30538c0c28efa5824...

lovelie-light 3 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel SNU FILES Part 11, 'Dukun - akan selalu ada yang palsu di dunia ini'

Part 11 dari cerita mengenai “Hati-hati Tentang Cerita Klenik” by King of Alit

image

TVL Account at Pinterest

Sedari jaman dulu, sudah berlangsung sebuah sistim, bahwa pengakuan itu datangnya dari orang lain, bukan dari diri sendiri. Seperti mengaku makanan yang dimasak itu enak, itu datangnya dari orang lain, bukan self proclaimed yang mengaku-ngaku. Atau mengaku suaranya bagus ketika menyanyi, itupun datang dari orang yang mendengarkan, bukan dari orang yang menyanyikannya. Demikian juga dengan istilah “orang baik”, datang dari label yang diberikan oleh orang lain kepada dirinya, bukan datang dari diri sendiri.

Seiring dengan berjalannya waktu, tercipta lah sebuah standard di masyarakat untuk beberapa profesi dan bidang keilmuan tertentu. Sehingga dibentuklah sebuah lembaga untuk memberi pengakuan terhadap sebuah standard tertentu. Dengan demikian, keahlian seseorang tidak lagi dinilai dari penilaian orang lain, melainkan dari sebuah / secarik kertas yang memberi keterangan bahwa orang tersebut ahli dalam bidang tertentu.

Ini sangat membantu, terutama dalam hal mencari ahli yang benar dan terbaik, karena ada pengakuan dari sebuah lembaga berupa sebuah kertas/sertifikat/ijazah yang melambangkan bahwa orang tersebut telah memenuhi syarat dan standard banyak orang dalam sebuah bidang keahlian ataupun keilmuan.

Namun sayangnya, profesi dan keahlian seorang dukun / paranormal / shaman / healer, tidak masuk ke dalam sistem ini.

Jadi masih banyak bergantung kepada penilaian orang lain dalam hal ini. Tidak ada sebuah lembaga / standard yang mengatur dan memberikan pengakuan resmi mengenai hal ini. Ini yang bikin profesi ini menjadi sebuah zona yang abu-abu.

Tapi kalau diambil dari esensi sebenarnya, maka keahlian itu pasti ada kok di dunia ini, tidak mungkin tidak ada. Karena itu merupakan sebuah keahlian dan profesi yang sudah ada sejak lama di dunia ini. Masuknya ke ranah cap / label serta impresi dari banyak orang soalnya, bukan dari pengakuan sebuah lembaga / perorangan.

Jadi esensinya adalah, bukan soal ada atau tidak ada, karena sudah pasti ada karena profesi ini sudah menemani peradaban manusia sejak lama di dunia ini.

Mengenai masalah ada yang palsu atau bukan, itu lain soal lagi…

Karena di jaman sekarang ini, banyak yang palsu dan mengaku-ngaku, itu terjadi dengan alami dan natural. Ada uang, maka nggak lama akan ada uang palsu..ada emas, maka nggak lama ada emas palsu..ada tas Dior, maka nggak lama akan ada tas Dior yang palsu. Semua pasti terjadi dan pasti ada, demikian juga dengan profesi Dukun. Pasti akan ada yang palsu dan mengaku-ngaku..itu tidak bisa dipungkiri dan pasti akan terjadi.

Tapi keduanya hal itu bukan berarti harus dijadikan sebuah pemikiran..

Membuktikan banyak dukun palsu bukan berarti memiliki kesimpulan meniadakan profesi itu. Karena nggak ada hubungannya sama sekali. Membuktikan bahwa ada dukun asli, artinya mencari yang asli, bukan menunjukkan yang palsu. Sama seperti tas Dior tadi, mencari tas Dior yang asli, bukan berarti berburu di marketplace dan ITC, lalu menunjukkan banyak tas Dior yang palsu, lalu mengambil kesimpulan bahwa tidak ada yang asli.

Membuktikan bahwa banyak dukun palsu, itu hanya menunjukkan bahwa sistim berjalan normal dan natural, karena pasti akan ada yang palsu. Bukan berarti yang asli tidak ada.

Sebenarnya apa sih yang salah dari profesi seorang Dukun ?

Note : Saya hanya yap yap di tulisan ini, sebagai pembuka beberapa tulisan dari teman-teman di sini nanti tentang profesi Dukun. Ranah saya untuk membuka sebuah pemikiran, tentang jalannya sebuah sistem, yang tentu saja dilihat dari kacamata dan perspective saya secara pribadi. Silahkan menantikan tulisan teman-teman lainnya untuk mengulas lebih dalam lagi tentang hal ini.

Stay tuned di Sekala Niskala ya Kawans.

Cheers,

Quorahttps://qr.ae/p2jzpm

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar