Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

SNU FILES --> 'PELET : PESONA ATAU MANIPULASI ? '

Part 8 dari cerita mengenai "Hati hati tentang Cerita Klenik" By King of Alit. Hai Kawans Sekala Niskala, ketemu lagi di perbincangan dengan sebuah te...

lovelie-light 4 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel SNU FILES --> 'PELET : PESONA ATAU MANIPULASI ? '

Part 8 dari cerita mengenai “Hati-hati tentang Cerita Klenik” By King of Alit.

Hai Kawans Sekala Niskala, ketemu lagi di perbincangan dengan sebuah tema, yang ditulis secara kolaboratif. Kali ini tema nya adalah pelet, aneh-aneh ya tema di Sekala Niskala ya ? Kalo nggak aneh, nggak menarik soalnya…paling nggak buat kami yang di sini jadi nggak menarik membahasnya.

Udah baca kah tulisannya Wisanggeni yang part 7 ? Keren gak ?

Coba dibaca dulu..karena menarik banget approach tulisannya.

Pelet bukan hanya praktik klenik ia adalah metafora tentang hasrat yang tidak sabar, tentang keinginan yang ingin menang sendiri, dan tentang kebutuhan untuk memiliki seseorang tanpa persetujuannya.

Diriku sih menganggap pemikiran ini bener dan keren, bisa didefinisikan dan bisa berlaku untuk semua.

image

loloa hibaa Account at Pinterest

Tapi yang kurang keren adalah anggapan dan realita di masyarakat di jaman sekarang ini. Semua-semua dipukul rata dan dianggap jadi pelet. Semua kondisi sama, hanyalah soal pelet. Misalnya kalau seseorang yang kurang rupawan (baik itu perempuan ataupun laki-laki), mendapatkan pasangan yang lebih rupawan..itu pasti pelet. Atau seseorang yang mempesona luar biasa, sampai membuat semua orang terkagum-kagum..itu pasti peletnya kenceng. Atau ketika seorang sedang jatuh cinta sampai tidak bisa berlogika dan berpikir jernih..itu pasti kena pelet.

Padahal aslinya nggak gitu…

Ada yang bener pelet, ada yang pengasihan (pesona manusianya saja yang besar) dan ada yang jatuh cinta beneran.

Tapi poin dari Aa Wisanggeni sih ku setuju…ini tenang keinginan yang ingin menang.

Yang kalau dianalogikan sebagai sebuah lomba lari, maka ada lebih dari 2 cara pasti untuk menang :

  • Pasti dengan berlatih keras dan rutin, sehingga kemampuan berlarinya lebih kencang dari peserta lomba lari yang lain.
  • Dengan membuat peserta lain berlari lebih lambat dari dirinya, gak usah berlatih, tapi membuat pesaing-pesaingnya lebih lambat sampai di garis finish.
  • Yg aneh adalah, ada yang bisa membuat garis finishnya yang mendekati kita. Jadi benar-benar tanpa usaha. (ini analogi aja loh ya, untuk benerannya sih nggak mungkin kejadian yang ini.)

Kalau analogi di atas disamakan dengan lomba memperoleh seorang pasangan jadi seperti ini kira-kira :

  • Berdandan dan meningkatkan pesona dengan lebih baik, sehingga menang dari pesaing-pesaingnya. Bisa dengan cara fisik, seperti modal uang yang banyak, modal waktu yang selalu ada dan tersedia, modal usaha dan perjuangan yang pantang menyerah. Tapi tidak menampik kemungkinan juga dengan menaikkan pesona berbasis energi, dengan meningkatkan aura orange / jingga. Ini akan lebih terasa dan masuk ke hati.

Sampai di sini, yang berbasis energi ini biasanya yang disebut dengan ilmu pengasihan (bukan pelet). Karena di sini, yang ditingkatkan adalah pesona dari orangnya, dan targetnya ke semua orang, bukan hanya spesifik ke satu orang saja. Sehingga efek yang didapatkan belum tentu terarah kepada orang yang diinginkan, tetapi menyebar ke semua orang yang bertemu. Singkatnya, meskipun diarahkan ke satu orang saja pesonanya, tapi sejatinya berpendar ke semua orang.

  1. Dengan membuat pesaingnya lebih kelihatan buruk di mata target/calon pasangannya. Biasanya ini cara yang jahat sih, di dunia klenik banyak yang menggunakan cara ini untuk berlomba mencapai kemenangan. Nggak fair ? Jelas kalo itu, nggak fair karena bentuknya jadi menjelekkan orang lain. Biasanya ini juga nggak termasuk ke dalam sebuah pelet, tapi mungkin “semi teluh” barangkali ya ? Intinya ngerjain orang soalnya, biar tampak lebih buruk di mata target calon pasangan.

  2. Membutakan mata target / calon pasangan, sehingga hanya melihat pesona dari diri ini sendiri, tidak melihat pesona orang lain. Ini sebenarnya yang dinamakan pelet. Satu target dibutakan dirinya dan tidak melihat kemungkinan lain yang terbaik, melainkan hanya melihat pesona diri seseorang saja untuk menjadi pasangan terbaiknya.

Mau pake mantra bisa..mau pakai minyak bisa..mau pakai asap rokok bisa..mau pakai doa juga bisa. Cuma masalahnya, efeknya nggak akan berbeda jauh dengan orang jatuh cinta secara alami.

Orang yang jatuh cinta secara natural atau alami, akan mengalami fase yang persis seperti kena pelet. Dimana logika sudah tidak bisa berguna lagi, tidak ada nalar logis lagi dalam menilai hubungannya dan hanya fokus kepada orang yang diinginkan sebagai pasangan.

Jadi, buat saya pribadi…

Mau pakai pelet ataupun bikin orangnya jatuh cinta secara natural..efeknya tidak akan berbeda jauh. Pasti logika nya akan turun, dan hanya fokus kepada keinginan dan hasrat aja untuk bersama-sama pasangannya.

Seperti yang Aa Wisanggeni bilang di tulisannya…

Pelet mungkin bisa membuat seseorang datang, tapi hanya cinta yang tulus yang membuatnya bertahan.

Semua bergantung kepada jangka waktunya…dan kadarnya…

Itu makanya saya menghindari segala urusan tentang pelet ini…

Karena mirip seperti kasus kerasukan…80% orang yang kerasukan itu hanya karena histeria semata, gak ada makhluknya..

Persis seperti pelet..80% orang yang mengaku kena pelet itu jatuh cinta beneran, karena efeknya sama persis. Entah itu jatuh cinta di awal sebelum pelet berlangsung, atau setelahnya.

Jadi..paling males ah ngurusin orang jatuh cinta..gak bisa dibilangin soalnya, logikanya udah gak ada..

Cheers,

Quorahttps://qr.ae/p2jzpm

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar