Hallo teman-teman! Pertama, salam kenal! Ini tulisan aku perdana di SNU dan Quora (mohon maaf yaaa jika ada salah). Dengan segmen SNU Makapangyarihan ini, aku pengen cerita tentang salah satu sosok populer di Filipina… Sosok yang dipanggil Makhluk di dalam Guci.

Gambar harap dimaklumi.. dadakan gambar di kantor pas lagi break time memakai kertas scratch dan pulpen.
Ada sebuah cerita di desa yang terletak di propinsi tidak jauh dari Manila. Di desa itu ada rumah yang sudah lama terbengkalai. Rumah itu ditinggal begitu saja sama yang punya karena merasa tidak enak untuk ditinggali. Rumah itu dihindari oleh warga karena mereka merasa tidak enak kalau berada di dekat rumah itu.
Beberapa waktu kemudian (ga jelas selang waktu ketika rumah sudah terbengkalai) ada seorang bocah laki-laki yang pergi bermain ke rumah tersebut. Anak itu tiba2 hilang. Dicari kemana2 tapi tidak ketemu sampai akhirnya dicari di rumah terbengkalai itu. Dari halaman, dalam rumah, sampai mengintip ke dalam benda aneh yang terletak di atas beranda teras rumah, benda itu adalah guci besar yang biasa dipakai untuk penampungan air atau beras, tapi ketika di intip, dalamnya kosong, bocah tetap tidak ditemukan.
Pada malam harinya tetangga rumah terbengkalai itu mendengar ada suara tangisan anak kecil dan suara-suara cakaran kemudian di susul dengan suara geraman yang panjang. Esoknya Warga mencari lagi di sekitar rumah terbengkalai. Salah satu warga mendengar semacam bunyi cakaran dari dalam guci tapi pada saat melihat kedalam, guci itu kosong dan tidak ada isi. Seorang nenek bernama Consuelo yg tinggal di desa dan terkenal semacam healer yang tahu mengenai hal-hal mistis menceritakan adanya makhluk yang tinggal di dalam guci. Konon katanya, guci tersebut terbuat dari tanah yang berasal dari alam yang berbeda. Nenek Consuelo berpesan untuk tidak membuat makhluk itu marah karena makhluk itu adalah golongan makhluk “lapar” dan tidak akan berhenti meminta tumbal. Pemilik rumah pun mengunjungi kepala desa karena mendengar cerita yang terjadi dan merasa tidak tega, akhirnya bercerita bahwa guci itu adalah peninggalan kakeknya yang dulu memelihara guci tersebut dan mungkin makhluk yang ada si dalamnya.
Warga yang akhirnya frustrasi dan telah mengetahui tentang guci itu pun marah dan bersepakat untuk membakar dan menghancurkan guci tersebut. Nenek Consuelo tapi menyuruh mereka untuk tidak melalukan itu karena untuk mengunci makhluk itu harus dengan ritual. Mengabaikan perintah nenek, salah satu warga mencoba menyiram guci dengan minyak tanah tapi tiba- tiba ada suara geraman kemudian muncul asap hitam dari guci dan tiba tiba sosok hitam menyeramkan dengan kuku-kuku, lengan dan tangan panjang keluar dari guci tapi hanya setengah badan karena bagian belakang sosok itu masih terikat dan menempel pada gucinya. Pria itu memegang golok dan sempat melukai sosok dan darah hitam keluar dari luka sosok itu. Sosok itu marah dan menerkam pria tersebut kemudian membawa nya kedalam guci. Keadaan menjadi kacau, warga mulai mendengar jeritan dan tangisan anak2 dari dalam guci. Ayah dari anak yg hilang pun mengintip kedalam dan melihat anaknya yg pucat dengan tatapan kosong mengulurkan tangan meminta tolong untuk keluar dari dalam guci. Ayahnya menggenggam tangan anak yang sudah dingin dan mencoba untuk menarik anaknya keluar, tapi pada saat ditarik tiba-tiba muka anak berubah menjadi menyeramkan dengan gigi menjadi runcing seperti taring, dengan lengan, tangan dan kuku panjang. Anak itu sudah dikuasai oleh makhluk. Nenek Consuelo memberitahukan cara untuk menaklukan makhluk di guci adalah dengan tumbal/sacrifice. Keluarga anak yang hilang tidak mau menerima tapi Kepala desa mengambil keputusan dan akhirnya menusuk anak yg sudah berubah. Sosok itu pun hancur dan kembali ke dalam guci.
Warga pun sepakat untuk mengubur guci tersebut di kuburan supaya tidak ada lagi yang menjadi korban. Tapi Nenek Consuelo bilang, makhluk itu tidak benar-benar lenyap. Dia hanya akan berpindah tempat. Sosok di dalam guci adalah spirit yang lapar dan akan tetap mencari tumbal.
Itulah teman-teman cerita tentang makhluk yang popular di Filipina. Cerita ini sempat di jadiin film di tahun 70-80an.