Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

Tentang Adul Namanya Adul. Dulu, dia hanyalah seorang office boy di sebuah perusahaan retail di Kota Kuda. Setiap hari, tugasnya sederhana: menyapu ruangan, menyiapkan kopi, merapikan meja kerja. Tapi ada satu hal yang membedakan Adul dari kebanyaka

Tentang Adul Namanya Adul. Dulu, dia hanyalah seorang office boy di sebuah perusahaan retail di Kota Kuda. Setiap hari, tugasnya sederhana: menyapu ru...

lovelie-light 3 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel Tentang Adul Namanya Adul. Dulu, dia hanyalah seorang office boy di sebuah perusahaan retail di Kota Kuda. Setiap hari, tugasnya sederhana: menyapu ruangan, menyiapkan kopi, merapikan meja kerja. Tapi ada satu hal yang membedakan Adul dari kebanyaka

Tentang Adul

Namanya Adul. Dulu, dia hanyalah seorang office boy di sebuah perusahaan retail di Kota Kuda. Setiap hari, tugasnya sederhana: menyapu ruangan, menyiapkan kopi, merapikan meja kerja. Tapi ada satu hal yang membedakan Adul dari kebanyakan orang: sikapnya yang tulus, rajin, murah senyum dan penuh rasa hormat terhadap siapapun.

Ia selalu datang paling pagi, memastikan ruangan bersih sebelum karyawan datang padahal jam kerjanya belum dimulai. Tapi yang paling diingat oleh banyak orang adalah caranya memperhatikan detail kecil—bahkan sebelum diminta. Air minum diisi tanpa harus disuruh, lampu ruangan sudah menyala saat staf baru masuk, dan bahkan printer yang rusak, ia coba perbaiki sendiri sebelum dilaporkan ke IT.

Di luar pekerjaanya sebagai OB, adul rajin sekali berorganisasi dan pasti dipercaya di sana. Banyak sekali yang ia ikuti seperti organisasi kepemudaan KNPI, Komunitas pegiat seni budaya, Karang taruna dan lain sebagainya

Dia sering bercerita bahwa meski di sana hanya sebagai pengurus biasa, namun hampir semua pekerjaan teknis ia yang kerjakan. Mengurus acara, membuat pidato ketua, jadi bendahara kegiatan sampai hanya sekedar memfotokopi dokumen kepengurusan.

Lagi - lagi dia tidak pernah memilah memilih pekerjaan, selagi ia dipercaya dan ia bisa kerjakan maka ia akan selesaikan. Tidak ada fikiran bahwa ia hanya dimanfaatkan, apalagi ia direndahkan dengan cara diberi banyak pekerjaan. Ia sangat ikhlas dan riang gembira menjalani itu semua.

Suatu hari, direktur tempatnya bekerja kebetulan memperhatikan gerak-geriknya lalu mengajaknya ngobrol santai. Dari situ, sang bos tahu bahwa Adul adalah lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan kuliah karena harus membantu ekonomi keluarga.

Sejujurnya, Ia termasuk anak yang pintar secara akademik dan pandai secara sosial. Saat di bangku putih abu, ia merupakan salah satu ketua organisasi ektrakurikuler. Di sanalah kecerdasan sosial dan kepekaanya ditempa. Jiwa kepemimpinan tumbuh subur hingga ia menjadi pribadi tangguh berbudi luhur.

Untuk urusan akademik ia pun tak pernah nanggung. ia merupakan perwakilan sekolah untuk olimpiade kebumian antar sekolah di Kotanya. Benar - benar sosok sempurna dengan unggulan iQ & EQ.

Mengetahui itu semuua, tanpa banyak bicara, sang direktur mengambil langkah besar:

➡️ Adul diberi beasiswa kuliah malam oleh perusahaan.

➡️ Siangnya tetap bekerja sebagai OB, malamnya kuliah di jurusan Manajemen.

Beberapa tahun berlalu…

Hari ini, Adul bukan lagi OB. Ia kini menjadi Asisten Khusus Direktur, orang kepercayaan yang ikut dalam rapat strategis, mengatur jadwal penting, bahkan menjadi penghubung ke beberapa vendor kunci perusahaan.

Adul yang dulu bukanlah yang sekarang. Namun perangainya tetap santun bagai pangeran dari sebuah kerajaan.

💬 Pelajaran dari Kisah Ini:

Jangan salah, Integritas dan kerja keras lebih kuat dari gelar akademis.

Kesempatan bisa datang dari tempat tak terduga, dan pemimpin sejati adalah mereka yang bisa melihat potensi tersembunyi di balik peran sederhana.

Kadang, yang membuat kita mundur adalah fikiran negatif kita. Andai Adul merasa dirinya hanya dimanfaatkan dan direndahkan mungkin ia akan jadi pribadi yang malas. Tidak mau mengerjakan apa yang bukan pekerjaanya.

Namun, lagi - lagi ketika kita berbuat ikhlas dan bahagia untuk semesta. Dunia akan mengembalikanya dengan penuh riang gembira.

Semua itu akan dikembalikan untuk membalas seorang hamba yang senantiasa berbahagia dengan apapun perbuatanya.

Salam hormat untuk semua Adul- Adul di luar sana.

Jangan remehkan peran siapa pun di sekitarmu. Karena bisa jadi, merekalah bintang yang sedang bersinar, dalam diam.

Foto : BIN Group

image

#memayu hayuning bawana

Quorahttps://sekalaniskala.quora.com/

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar