Struktur Kesadaran manusia itu terbagi jadi 4 tingkat :
- Kesadaran raga.
- Kesadaran emosi.
- Kesadaran pikiran / diri seutuhnya.
- Kesadaran spiritual.
Kesadaran Raga,
dimiliki oleh orang yang (kata Mbah Dalang ternama) dari bangun tidur ke tidur lagi itu memikirkan dirinya. Seperti : saya adalah orang yang memiliki berat badan sekian, saya jago dalam hal tertentu, saya kuat, saya lemah, saya penyakitan, dan sebagainya.
Dalam struktur yang ini, yang berperan utama adalah instink, yaitu sebuah isyarat otomatis ketika seseorang ingin terlindungi atau terhindar dari rasa tidak nyaman dan rasa sakit. Yang terdevelop adalah bagian otak pertama manusia, yaitu reptile brain. Yang akan langsung bereaksi, ketika diberikan sebuah aksi. Reapond cepat, dan reaksi segera, tidak menunggu dan tidak berlama-lama digantung. Keputusan cepat dan tindakan sangat cepat.
Biasanya untuk kesadaran ini, yang berperan adalah elemen api dalam diri. Kalau dalam pengertian chakra yang menyala hanya dibutuhkan chakra dasar, sakral dan perut (aura merah, orange/nila dan kuning).
Kesadaran emosi,
kalau katanya ini adalah orang yang dari bangun tidur ke tidur lagi memikirkan orang lain disekitarnya. Bagaimana emosinya mempengaruhi orang-orang di sekitarnya dan sebaliknya, bagaimana emosi orang-orang sekitarnya mempengaruhi dirinya. Ini areanya orang-orang yang memiliki empati besar, banyak menggunakan perasaan, baper, sampai kepada yang mampu menggunakan intuisi dan suara hatinya.
Dalam struktur ini, yang berperan utama adalah Emotional Quotient (EQ), kecerdasan beremosi. Dalam bagian otaknya, yang berkembang adalah otak bagian Mid-brain, yang mampu memproses dan merasakan emosi.
Tingkatan kesadaran yang ini, yang berperan adalah elemen tanah, yang kalau dalam pengertian Cakra, adalah cakra dada, yang mengeluarkan aura hijau. Banyak mendapat energi dalam dada, sehingga mampu merasakan emosi lebih daripada orang lain.
Kesadaran pikiran / diri,
adalah orang-orang yang dari bangun tidur ke tidur lagi memikirkan yang lebih besar lagi dari circle sekitarnya / kelompoknya. Ini orang-orang yang penuh regulasi dalam hidupnya, yang membuat aturan sehingga banyak kelompok bisa hidup bersama berdampingan, pemimpin tertinggi yang ada dalam sebuah organisasi dan mampu mengemban sebuah amanah membawa banyak orang ke kondisi yang lebih baik lagi melalui pencapaian kepentingan bersama.
Dalam struktur ini, yang berperan utama adalah Intelligence Quotient (IQ - kecerdasan intelektual). Ini model yang mampu memikirkan sebuah masalah, membuat hipotesa, menganalisa dan melakukan percobaan, lalu mengambil kesimpulan. Kesadaran ini yang membuat orang mampu untuk berpikir dan menganalisa sesuatu.
Dalam tingkatan otaknya, yang terdevelop adalah bagian otak neo corteks, yang mengatur kecerdasan, kemampuan berpikir dan membuat sebuah analisa.
Yang berperan adalah elemen air, yang perlu menyala biasanya cakra leher, yang mengeluarkan aura biru.
Lalu terakhir ada tingkat kesadaran Spiritual.
DImana ini adalah orang yang bangun tidur sampai tidur lagi memikirkan umat manusia dan kehidupan banyak orang. Ini orang-orang yang sudah jauh dari duniawi, tidak memikirkan diri sendiri.
Yang berperan utama dalam struktur kesadaran ini adalah SQ - Spiritual Quotient. Dan biasanya elemen manusianya sudah elemen angin. Yang menyala dan berputar pun cakra dahi dan cakra mahkota, yang sudah membuat aura ungu dan putih.
Kalau sudah terbayang mengenai struktur kesadaran manusia, maka sekarang kita coba masuk ke batasannya.
- Untuk naik dari kesadaran raga ke kesadaran emosi, yang harus ditekan adalah instinknya. Tidak bereaksi cepat ketika ada aksi, dan otaknya tidak langsung mengeluarkan perintah kabur atau bertahan.
- Untuk naik dari kesadaran emosi ke kesadaran pikiran /diri, yang harus ditekan adalah emosinya. Karena kalau masih ada emosi, maka nalar dan logika tidak akan dapat berfungsi dengan baik.
- Untuk naik dari kesadaran pikiran/diri ke kesadaran spiritual, yang harus ditekan adalah logika/pikirannya. Karena selama masih ada logika, akan masih terus berkutat dengan hal yang masih dikontrol oleh diri sendiri.
Pertanyaanya pada salah satu diskusi di Discord SN adalah : apakah semua orang butuh untuk sampai ke kesadaran spiritual ?
Tidak kok. Kita sekarang membahas tentang peran ya…
Tidak semua orang perlu mengambil peran untuk masuk ke dalam kesadaran spiritual yang utuh. Karena artinya menghilangkan semuanya, termasuk duniawinya. Itu hanya untuk orang-orang tertentu saja yang menjalankan peran itu. Boleh sekali kalau untuk tahu dan belajar, tapi tidak harus memiliki dan utuh ada di sana.
Sama halnya seperti kesadaran pikiran/diri. Tidak harus memiliki IQ tinggi kok untuk jadi orang pintar, tahu caranya dan belajar tentang itu boleh. Cukup menjadi orang yang pintar sudah oke kok dalam menjalani kehidupan, tidak perlu menjadi orang yang cerdas dan ber-IQ tinggi.
Demikian juga dengan kesadaran emosi dan kesadaran raga. Tahu dan belajar tentang itu, sudah cukup kok, tidak perlu sampai menguasai dan memiliki kesadaran penuh tentang itu.
Kenapa begitu ?
Karena semua orang memiliki peran dan tugasnya masing-masing di kehidupan ini. Dan masih membutuhkan skill dan peran orang lain dalam menjalankannya. Tidak bisa menjalankan sebuah peran sendiri dan melakukan semuanya. Pasti masih butuh peran dari orang lain.
Ini tentang bagaimana alam semesta bekerja, bukan tentang keinginan diri dan keadilan manusia.
Note : Sekala Niskala, titip tulisan ini ya, buat catatan pribadi. Barangkali nanti suatu saat saya butuh untuk sesuatu.
Cheers,