Logo Sekala Niskala
SNU Sekala Niskala Universe
quora-sync

Tidak Ada Orang Yang Salah Mutlak Dan Tidak Ada Yang Benar Mutlak.

Hai Kawans Sekala Niskala, hari Minggu pagi ini, mau sedikit berbagi cerita mengenai nggak semua orang bisa salah secara mutlak dan nggak semua orang ...

lovelie-light 3 m baca
Gaya Huruf
Ukuran Teks
Backup
Ilustrasi untuk artikel Tidak Ada Orang Yang Salah Mutlak Dan Tidak Ada Yang Benar Mutlak.

Hai Kawans Sekala Niskala, hari Minggu pagi ini, mau sedikit berbagi cerita mengenai nggak semua orang bisa salah secara mutlak dan nggak semua orang bisa benar secara mutlak.

Cerita nya berawal dari pengalaman pribadi.

Waktu pertama kali kerja kantoran (waduh…sebentar..saya ingat-ingat dulu..sekitar 27 atau 28 tahun lalu lah ya..), saya baru mulai merasakan kerja dengan segala situasi resmi, formil dan proseduralnya. Beruntungnya saya dapat Boss pertama saya, seorang yang asyik, easygoing dan cenderung agak-agak ngaco kelakuannya.

Tapi kalau soal prestasi kerja, jangan ditanya lagi, beliau adalah panutan dan tempat bergantung bagi semua orang di kantor kalau soal kerjaan. Tapi kalau soal kelakuan, jangan ditanya..paraaaaah..

Salah satu contoh kelakuannya adalah kisah meeting di luar kantor menemani beliau. Suatu hari saya menemani beliau meeting di luar kantor, yang jadwalnya sebelum makan siang. Setelah makan siang bersama di salah satu warung, kami pun menuju tempat meetingnya yang lokasiya di kantor rekanan / business partner.

Meeting yang dijadwalkan berlangsung selama 2 jam pun, menjadi hanya 1,5 jam saja. Thank to kerjaan si Boss pertama saya ini, yang udah banyak bikin PR di rumah / di kantor. Jadi ketika meeting hanya meminta persetujuan ini dan itu saja, segala nya sudah ada di dalam materi meetingnya. Alhasil, belum sampai jam 3, kami sudah selesai.

Setelah meeting, si Boss ini ternyata mau langsung pulang. Jadi kami berpisah di lokasi itu, dan pulang sendiri-sendiri.

Sebelum pulang, ada 2 nasihat si Boss ini yang disampaikan ke saya :

  • Kalau pulang kantor cepat kayak gini, nggak usah langsung pulang. Kamu jalan-jalan aja dulu, kemana gitu. Biar yang di rumah nggak kebiasaan mendapati dirimu pulang cepat. Nanti kalau lama nggak pulang cepat, malah jadi masalah dan bertanya-tanya, “Kok nggak pulang cepat lagi kantornya ? Kemarin-kemarin kok bisa pulang cepat ? ”
  • Kalau pergi meeting ke luar kantor gini, apalagi ke area yang dekat mall..biasakan jangan beli oleh-oleh untuk dibawa pulang untuk orang rumah. Nanti ketika kelupaan dan nggak bawa, bakalan ditagih lagi pasti.

Mendengar dua hal itu, saya cuma tertawa. Kelihatan sekali kalau 2 nasihat ini, meskipun mungkin benar dan berlaku di kehidupan Beliau, tapi belum tentu berlaku sama di kehidupan orang lain.

Dengan kata lain, kalau bukan Boss sendiri, saya akan comment, “Wowwww, segitu ketatnya ya aturan di rumahmu ya Boss ? ”

Tapi..

Di luar banyak nasihat dan kelakuan yang cenderung minus dari dia..ada satu nasihat yang selalu saya pegang, dan terbawa sampai pindah-pindah kantor dan sampai di usia sekarang.

“Kalau kerja jangan cuma jadi forwarder. Ada email diforward, ada sms diforward, ada pesan dari orang lain langsung diforward. Karena itu nggak menunjukkan nilai dan value dirimu.

Dibuat analisa dulu kalau dibutuhkan, kasih pendapat kamu mengenai pesan nya, kasih rekomendasinya, atau kasih pendapat dirimu mengenai resiko-resikonya..dari pesan itu. Kalau tidak bisa, minimal ceritakan dengan urut dan runut mengenai pesan itu, dari bahasamu sendiri.

Nanti emailnya / smsnya / pesan originalnya hanya menjadi pelengkap saja dan referensi.

Tunjukkan nilai dirimu dalam menyikapi sebuah tanggung jawab yang diberikan. ”

Kira-kira sih begitu pesan nya.

Dan berguna bener kok pesan yang ini, etos kerja yang saya ikuti di banyak tempat ternyata menunjukkan bahwa nasihat yang ini sangat masuk akal dan berguna.

Pelajaran yang bisa diambil adalah..

Nggak semua orang yang punya banyak kesalahan dalam hidupnya akan selalu mutlak salah, dan nggak ada orang yang mutlak 100 % benar. Bahkan orang yang salah pun, bisa punya sesuatu yang bisa kita ambil dan pelajari. Sebaliknya, orang yang benar pun, tidak selamanya 100% bisa kita ambil semua pelajaran hidupnya untuk dipraktekkan di kehidupan kita.

Selamat siang, dan semoga Kawans Sekala Niskala selalu sehat dan dipenuhi dengan rasa bahagia di hari ini.

image

Cheers,

Tag Terkait: #Quora-sync
Originally published on Quora Space

Diskusi & Komentar