Hai Kawans Sekala Niskala, pagi ini ingin berbagi sesuatu mengenai sebuah motivasi dalam menjalankan hidup. Agak dalam ya, tapi gak apa-apa ya, seperti biasa…isinya nggak seberat judulnya kok. Judul biarkan saja menjadi sebuah click bait.
Kadang kan dalam hidup ini kita sering kali dipaksa oleh peraturan atau kondisi di dalam masyarakat yang membuat kita ingin untuk menjadi seperti orang lain.
Yang pertama dan paling pasti adalah kebiasaan diri untuk melihat ke luar dulu, sebelum melihat ke dalam diri. Yang hasilnya akan selalu membuat kita membandingkan diri dengan orang lain dan seringkali merasa ingin menjadi seperti orang lain.
Yang kedua adalah orang-orang di sekitar kita, yang memiliki cara pandang yang sama. Melihat ke luar dulu, sebelum melihat ke dalam. Yang membuat kita harus memenuhi standar-standar mereka, seakan selalu dibanding-bandingkan dan nggak pernah bisa melihat dengan jelas apa yang menjadi potensi di dalam diri, serta batas-batas yang dimiliki diri ini.
Yakinkan saja kalau dirimu itu unik dan berbeda.
Jadi mencoba untuk menjadi sepertii orang lain adalah sebuah kiat untuk merendahkan diri, karena berarti menghilangkan keunikan yang dimiliki oleh diri. Serta menganggap diri ini sama seperti orang lain.
Sebagai gambaran utama adalah sebuah pola pemikiran yang berbeda-beda di dalam diri seseorang. Karena dari pola pemikiran ini, akan timbul keputusan-keputusan berbeda ketika diambil dengan menggunakan pola pemikiran tertentu. Dari keputusan-keputusan itu, akan timbul sebuah jalan hidup. Saya sering menyebut ini sebagai sebuah “peran” dalam hidup.
Di bawah ini, adalah sebuah reproduksi dari tulisan saya kira-kira di tahun lalu, yang mungkin bisa menggambarkan sebuah pola pemikiran yang berbeda, akan menghasilkan keputusan yang berbeda dan akan mengarah kepada jalan hidup yang berbeda.
Ada orang yang memang didesign untuk punya pola pemikiran yang gak terlalu panjang, ada yang menengah dan ada yang didesign jadi visioner, dengan pola pikir yang jauh ke depan.
Contoh kecil ya tentang ini ya..
Kita misalkan saja, ada orang kaya yang punya taman di rumahnya, dan anda diminta untuk merawat tamannya sebulan sekali. Pekerjaannya potong rumput, potong dahan-dahan pohon yang sudah rimbun, bersih-bersih sampahnya dan sebagainya. Pokoknya orang itu ingin tamannya terawat dengan baik dan selalu terlihat indah.
(gambar dari google) hanya untuk ilustrasi
Nah kita lihat perbedannya ya..kalau anda punya inisiatif dan kalau enggak. Dari pola pemikiran saja.
Pertama, kalau anda punya pola pemikiran yang pendek. Anda hanya akan melaksanakan pekerjaan saja, Apa yang diekspektasi dari pemilik rumah, anda akan lakukan sampai selesai.
Kedua, kalau anda punya pola pemikiran yang agak panjang. Dalam melakukan pekerjaan membersihkan taman, anda akan berupaya untuk menemukan sistim yang baik dan pas. Sehingga pekerjaan yang biasa dilakukan dari pagi sampai sore, dengan sistim bekerja yang anda ciptakan, dapat dilakukan dalam waktu lebih cepat. Dari pagi sampai siang saja. (tentu saja dengan hasil yang sama).
Ketiga, anda punya pemikiran yang lebih panjang lagi dan lebih visioner. Anda akan mengajukan kepada pemilik rumah, bahwa tamannya akan lebih indah lagi apabila dilengkapi dengan penyiram tanaman yang otomatis, jejaring penutup sinar matahari dan pupuk tanaman yang tepat. Yang pemilik rumah tidak tahu adalah, anda sudah melakukan riset, mana pupuk yang bagus untuk tanaman apa. Mana tanaman yang butuh sinar matahari banyak dan yang tidak. Serta mana tanaman yang butuh banyak air dan yang tidak.
Jadi anda tahu persis cara meletakkan penyiram tanaman otomatis dan jejaring penghalau sinar matahari. Ini menyebabkan tanaman akan lebih cepat tumbuh, belum lagi karena penggunaan pupuk yang tepat. Sehingga jasa anda yang tadinya diperlukan hanya sebulan sekali, akan diperlukan sebulan 2 kali, karena ada percepatan pertumbuhan tanaman-tanaman di sana dengan treatment yang tepat.
Keempat, bila anda punya pemikiran yang jauuuh lebih panjang lagi. Setelah anda dapat sistim membersihkan taman yang baik, dan hasil riset dari jenis tanaman-tanaman yang ada untuk treatmentnya, anda lebih mudah untuk mengajarkan hal ini kepada orang lain. Di level ini, anda tinggal mengajarkannya kepada orang yang baru untuk merawat tanaman, dan feenya dibagi. Jadi anda bisa di rumah santai-santai, sementara ada orang yang melakukan pekerjaan, tetapi anda tetap memiliki penghasilan dari pembagian fee nya.
Keempat pola pikir ini berawal hanya dari sebuah instruksi : ingin taman jadi bersih dan rapi. Itu saja.
Sekilas keempat leveling dari pola pikir yang pendek dan yang panjang, semoga bisa memberikan gambaran lebih jauh.
Jadi, jalankan saja peran anda. Tidak perlu berusaha keras ingin menjadi seperti orang lain. Dengan pola pikir yang unik yang anda miliki, entah itu masuk ke jangka pendek, menengah ataupun jauh sekali ke depan alias visioner.
Yang utama adalah, kenali dulu anda berada di pola pikir yang mana. Setelah kenal, kuasai dan tingkatkan kesadaran diri pada pemikiran itu.
Setelah anda bisa menjalankan peran anda di dunia ini, baru bisa mulai melangkah lebih jauh lagi menuju peran yang lebih besar. Bila alam semesta mendukung, pasti bisa kok sampai pada tahap lebih besar lagi.
Cheers,
